
Seluruh Keluarga besar Micheal dan Zenwa menyambut Kelahiran cucu pertama mereka dengan riang gembira, ucapan syukur selalu terucap dari bibir mereka apalagi Zenwa melahirkan dengan selamat walaupun lebih cepat dari perkiraan Dokter, bahkan jenis kelamin anak mereka juga tak sesuai dengan hasil USG.
Walaupun begitu, kebahagiaan mereka tidak berkurang sedikitpun karena bagi mereka, anak adalah anak tak perduli apapun jenis kelaminnya.
Orang tua Micheal dan orang tua Zenwa juga segera datang ke Jakarta untuk melihat cucu pertama mereka yang ternyata sangat tampan, matanya lebar, seperti mata Micheal. Hidungnya mancung, dan ia memiliki kulit putih pucat.
Yang membuat mereka kagum, anak itu memiliki mata yang biru.
"Sepertinya dia ingin mengingatkan dari mana asal-usulnya dengan mata biru ini," kata Daddy Gabriel yang saat ini sedang menggendong cucunya itu. "Kakek dan ibu memiliki mata biru seperti ini." lanjutnya.
"Dia pasti akan tumbuh menjadi pria yang sangat tampan, cool, keren," sambung Micheal antusias.
"Pastikan dia tumbuh menjadi anak yang sholeh," tukas sang ayah dan Micheal pun langsung mengangguk sambil tersenyum.
Sementara Zenwa hanya bisa tersenyum penuh haru melihat keluarganya berkumpul untuk menyambut Kelahiran sang anak, mereka semua memberikan do'a dan harapan terbaiknya untuk putra pertama Micheal dan Zenwa yang mereka beri nama Tanvir Alfarizqi.
Micheal sengaja tak lagi menyematkan nama belakang ayahnya karena ia tak ingin nama itu nantinya menjadi masalah untuknya, Daddy Gabriel pun sama sekali tidak keberatan dengan hal itu.
Zenwa memperhatikan orang-orang yang menatap penuh cinta pada baby Tanvir dan seketika kening Zenwa berkerut saat ia melihat ada sosok mendiang sang kakak sekilas di antara mereka, ia tersenyum namun beberapa detik kemudian sosok itu sudah menghilang.
Zenwa tersenyum, sepertinya ia sangat merindukan kakaknya karena akhir-akhir ini ia sering memimpikannya.
__ADS_1
"Baby Tanvir tumbuh jadi anak yang sholeh ya, Sayang." Mom Firda berkata sembari memainkan jari jemari cucunya itu yang kecil nan mungil.
"In Shaa Allah," jawab Micheal.
"Dia tidak ada mirip-miripnya sama Zenwa, ya?" Ucap Ummi Zainab.
"Aku tadi mau bicara seperti, Mbak. Dia sepertinya lebih mirip ke Micheal," kata Mom Angel.
"Kata orang, anak itu biasanya akan mirip pada siapa yang benar-benar menginginkan kehadirannya," sambung Mom Firda.
"Tidak salah sih, papanya bayi memang yang paling menginginkan kehadiran Tanvir," jawab Zenwa.
"Papanya bayi?" Sambung Abi Hamka sambil tertawa kecil.
Tak berselang lama, Zach dan kedua orang tuanya datang untuk menjenguk bayi Zenwa. Dan sebagai oleh-oleh, Zach justru memberikan memberikan sebuah Tab dengan aplikasi game dan juga berbagai macam aplikasi lainnya yang 5di buat sendiri oleh Zach. Tentu saja semua orang tercengang dengan hadiah itu, karena itu sama sekali bukan hadiah untuk bayi yang baru lahir.
"Aku merancang game ini sendiri, Mickey. Ini bisa membuat anak melatih Kecerdasannya, melatih fokusnya. Apalagi ada game war yang benar-benar seru, di jamin anakmu nanti akan pintar," tukas Zach panjang lebar.
"Oh ya, ada aplikasi khusus juga di dalam sini yang akan membuat..."
"Zach!" Tegur Mini yang juga terkejut dengan hadiah anaknya itu.
__ADS_1
"Ini bagus loh, Mom." Zach berkata dengan serius.
"Terima kasih, Zach," kata Zenwa mencoba menghargai hadiah dari teman suaminya itu. "Nanti, baby Tanvir pasti sangat menyukainya." lanjutnya.
Sementara yang lain hanya terkekeh, beda halnya dengan Zach yang tampak senang karena hadiahnya di terima oleh Zenwa.
Saat meraka kembali mengobrol, bayi tiba-tiba menangis, dan Mom Firda pun langsung memberikan bayi itu pada Zenwa untuk di susui.
Dan di saat yang bersamaan, Micheal mengusir semua orang secara halus dari ruang rawat Zenwa, semuanya, tanpa terkecuali.
"Istriku mau menyusui," kata Micheal dan hal itu justru membuat Daddy Gabriel mendelik.
"Ingat, tidak? Saat kamu mengintip Mom Firda ketika dia menyusui Jibril? Daddy sudah melarang kamu, eh kamu malah menyusup," kata Daddy Gabriel sebelum pergi ruangan itu.
Micheal cengengesan dan berkata. "Harap maklum, Dad. Waktu itu aku masih kecil."
Tbc...
__ADS_1