Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 54


__ADS_3

"Sayang, menurut kamu, apa Micheal dan Zenwa bisa saling mencintai?" Tanya Daddy Gabriel yang saat ini sedang menemani sang istri menyetrika baju.


"In Shaa Allah, bisa. Perasaan hati itu tidak menetap, Bang Gabriel. Apalagi kalau mereka terus bersama, besar kemungkinan cinta itu hadir di antara mereka," jawab Mommy Firda.


"Tapi pasti sulit, Sayang. Micheal itu cinta sama Arini. Apa Zenwa bisa membuka hati untuk pria yang mencintai kakaknya?"


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia, Bang Gabriel. Banyak kok orang yang mencintai suami saudaranya sendiri, makanya tuh banyak perselingkuhan dengan ipar," ujar Mommy Firda yang membuat suaminya itu tertawa.


"Tapi kalau Micheal tidak bisa melupakan Arini, bagaimana? Kasihan Zenwanya, Sayang."


"Aku tahu memang sulit mengendalikan hati, tapi aku mengenal putraku. Dia pria yang bertanggung jawab, dan dia tidak akan mengecewakan kita. Lagi pula, dulu pernikahan kita juga bukan atas dasar cinta, aku malah membencimu saat itu. Tapi kamu menunjukkan tanggung jawabmu, menunjukkan betapa gantlenya kamu. Dan jujur saja, itu yang membuat wanita luluh."


Gabriel yang mendengar ucapan istrinya itu langsug tersenyum lebar dan ia langsung memeluk sang istri dari belakang serta mengecup pipinya dengan gemas.


"Bang Gabriel, aku lagi setrika," ujar Firda namun sang suami tak memperdulikannya.

__ADS_1


"Aku jadi rindu masa muda kita, Sayang. Aku juga rindu masa-masa pertama kali kita saling mencintai," tukasnya.


"Hem, masa-masa menegangkan yang membuatku hampir mati."


"Tapi kamu rela kan mati demi aku?"


"Dulu iya,"


"Sekarang?"


"Masih iya,"


"Apa isi hatimu juga bisa berubah?" Micheal terdiam mendengar pertanyaan Zenwa, ia hanya bisa menatap istrinya itu dengan sendu, membuat Zenwa tersenyum kecut. "Tidak apa-apa, aku sudah tahu jawabannya," tukas Zenwa kemudian.


Setelah membereskan rantangnya, ia pun mengambil tasnya. "Aku rasa aku akan pulang saja," ucap Zenwa kemudian dan Micheal masih hanya diam, yang membuat Zenwa kembali merasakan sesak di dadanya.

__ADS_1


Memang belum ada cinta di hatinya untuk Micheal, tapi ia punya perasaan sebagai seorang istri.


Zenwa berjalan menuju pintu keluar, namun saat ia hendak membuka pintu, tiba-tiba Micheal menyusulnya dan menarik tangan Zenwa,membuat Zenwa terkesiap.


"Aku tidak tahu jawaban dari pertanyaanmu, Zenwa." Micheal berkata sembari menatap mata Zenwa dengan begitu dalam. "Tapi apa kamu tahu? Rasulullah sangat mencintai Sayyidah Aisyah, tapi itu bukan berarti melenyapkan cintanya pada mendiang istri pertamanya yang juga cinta pertamanya." Zenwa hanya bisa mendengarkan Micheal tanpa mau menanggapi apa yang di ucapkannya.


"Aku tahu, aku bukan Rasulullah dan kamu bukan Sayyidah Aisyah. Tapi aku percaya, seperti Rasulullah memiliki tempat khusus untuk wanita tercintanya, aku pun akan berusaha memberikan terbaik untukmu di hatiku, Zenwa." Micheal berkata dengan suara rendah, sementara Zenwa masih setia membisu.


"Sekarang aku yang ingin bertanya, Zenwa. Apa kamu bisa mencintaiku?" Pertanyaan Micheal itu berhasil membuat pupil mata Zenwa langsung melebar seketika, bibirnya sedikit buka, ia ingin menjawab namun lidahnya terasa kelu. Jawabannya pun seperti mengambang di kepalanya.


"Karena masih sama-sama belajar, aku mau kita belajar bersama, Zenwa. Apa kau mau?" Michael bertanya dengan suara yang parau, tatapannya masih terkunci dengan tatapan Zenwa, membuat jantung Zenwa mulai berdebar kembali hingga akhirnya ia memilih memalingkan wajahnya. Namun Micheal tak membiarkan hal itu, ia membingkai pipi Zenwa dengan kedua tangannya, memaksa Zenwa menatapnya.


"Jawab aku, Zenwa. Apa kau mau?" Tanya Micheal sekali lagi, tatapannya penuh harap, dan Zenwa bisa melihat itu dengan jelas.


Zenwa kembali teringat dengan pesan Arini yang mengatakan bisa mempercayai Micheal dan hal itu membuat Zenwa mengangguk, membuat seutas senyum tercetak di bibir Micheal. Dan untuk pertama kalinya, Micheal menarik Zenwa ke dalam pelukannya. Membuat tubuh Zenwa menegang seketika.

__ADS_1


"Terima kasih, Zenwa," lirih Micheal yang masih memeluk Zenwa.


Tbc...


__ADS_2