Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 56


__ADS_3

Micheal memegang tangan Zenwa dengan erat, atau lebih tepatnya, meremasnya, wajahnya begitu tegang, bibirnya terkatup rapat dan ia menahan napas.


"Di belakangmu ... di belakangmu," gumam Micheal.


"Shhttt...." Zenwa meletakkan jarinya di bibirnya, meminta Micheal diam.


"Filmnya jelek, ayo kita pulang," bisik Micheal yang membuat Zenwa langsung mencebikan bibirnya, mencibir Micheal.


"Jelek apa takut? Film seru begini," jawab Zenwa yang juga berbisik.


"Seru apanya? Masak dia kalah sama setan? Dalam Al Qur'an sudah di jelaskan, setan itu sangat lemah, tinggal baca ayat kursi," tutur Micheal dengan raut wajah yang tampak kesal.


"Namanya juga film, kalau di bacakan ayat kursi terus semua setannya musnah, ya tamat filmnya," ujar Zenwa lagi.


"Kalian bisa diam tidak?" Desis seseorang yang ada di samping Zenwa, orang itu tampak kesal karena merasa terganggu dengan obroran Zenwa dan Micheal.


"Maaf," cicit Zenwa namun orang itu hanya memutar bola matanya.


"Sudah ah, ayo pulang!" Micheal menarik Zenwa dan mereka berdua keluar dari bioskop.


Alih-alih menonton film romantis supaya ketularan romantisnya, mereka justru terjebak pada film horor yang sangat mengerikan, Micheal bahkan merasa ia akan jantungan saat jump scare yang ada selama film di putar.


Karena Micheal kehabisan tiket film yang ia inginkan, Zenwa justru menawarkannya menonton film horor, dan meskipun Micheal takut, ia tidak menolak atau Zenwa akan menertawakannya.


Kini, Micheal dan Zenwa singgah di sebuah restaurant untuk makan karena keduanya merasa lapar.


"Aku tidak menyangka, kamu takut hantu," ujar Zenwa sambil terkekeh yang kini mulai menikmati makanannya.


"Aku bukannya takut hantu, cuma greget saja sama filmnya," elak Micheal yang kembali membuat Zenwa mencebikan bibirnya.


"Terus, tadi itu apa? Pegang tanganku sampai tanganku seperti mau remuk, kamu itu kuat lho, dan aku ini cewek, masak di perlakuan kasar," gerutu Zenwa.


"Kamu itu bukan cewek, kamu itu wanita," sanggah Micheal.


"Apa bedanya?" Tanya Zenwa dengan kening berkerut.

__ADS_1


"Beda, cewek itu masih remaja, masih labil. Kalau wanita, ya cewek yang sudah dewasa, sudah bisa berkomitment, dan sebagainya," jawabnya yang membuat Zenwa langsung bertepuk tangan sambil tertawa kecil, membuat Micheal ikutan tertawa.


"Jadi, kamu bukan cowok, tapi pria?" Tanya Zenwa dan Micheal mengangguk cepat.


"Ada-ada saja," gumam Zenwa.


"Bukan ada-ada saja, memang adanya begitu," balas Micheal.


"Baiklah, sekarang lebih baik kita makan, dan setelah itu kita pulang. Supaya kita bisa sholat Isya di rumah,"


"Kita sholat di musholla saja seperti tadi, habis ini kita pergi cari baju."


"Baju kita banyak dirumah, untuk apa beli lagi?"


"Besok malam aku di undang ke resepsi pernikahan rekan kerjaku, siapa tahu kamu tidak punya gaun yang cocok di rumah."


"Aku memang tidak punya gaun,"


"Ya sudah, kita beli."


"Menantu Gabriel Emerson tidak mungkin tidak di undang."


.........


"Bagaiamana yang ini?" Zenwa menunjukkan gaun berwarna biru cerah, gaun itu cantik namun Micheal tidak menyukainya, ia pun menggeleng tegas yang membuat Zenwa menghela napas berat, karena ini adalah gaun ke lima yang ia pilih namun selalu tidak cocok di mata Micheal.


"Terus, kamu mau yang mana? Lagian, semua gaun itu bagus," ujar Zenwa akhirnya.


"Yang simple, tertutup, dan yang pasti, harus longgar."


"Aku sudah pilih yang longgar."


"Aku tidak suka warnanya."


"Ya sudah, kamu saja yang pilih."

__ADS_1


Micheal pun beranjak dari tempat duduknya, ia mengedarkan pandangannya mencari gaun yang kira-kira cocok untuk sang istri, hingga tatapannya menangkap sebuah gaun yang terpajang di mannequin. Lagi-lagi gaun itu berwarna kuning, dan Micheal pun langsung meminta gaun itu pada karyawan butik.


"Coba dulu..." ujar Micheal sembari memberikan gaun itu pada Zenwa.


Zenwa pun mengambilnya dan bergegas ke ruang ganti. Tak lama kemudian ia keluar dengan memakai gaun itu, yang membuat Micheal terpana akan kecantikan Zenwa.


Namun, bukan hanya Micheal yang terpana akan kecantikan Zenwa, melainkan tanpa sengaja, seorang pria yang tidak memiliki hak atas kecantikan Zenwa juga terpana saat melihat Zenwa.


Tbc...


Iklan...


***Siapa yang gemez sekaligus gedeg sama Micheal?


Dewasanya saja begitu absurd, lalu bagaimana dengan masa kecilnya?


Intip dulu masa kecil Micheal di 'LENTERA DON GABRIEL EMERSON'.


Cuplikan...


Setelah pulang dari pasar, Micheal lagi lagi berlari masuk ke kamar Firda sambil membawa pentol nya yang di bungkus plastik lengkap dengan tusukan bambunya dan lagi-lagi ia meneriakan nama adik Loranya itu.


"Adik Lora..." Micheal melihat Lora Jibril yang sedang menyusu pada ibuonya di tengah ranjang dan Micheal pun dengan semangat naik ke atas ranjang.


"SShtt, adik Lora mau bobok. Jangan ribut ya.." bisik Firda karena putranya memang terlihat mengantuk.


"Tapi Mickey Punya pentol enak, Mommy. Adik Lora pasti suka" kata Micheal yang tentu saja membuat Firda langsung tertawa, apa lagi setelah melihat Micheal memakai kaos tangan dan kaos kaki, Gabriel pun ikut masuk ke dalam kamar dan langsung menutup pintu nya rapat rapat karena Firda sedang menyusui. Gabriel juga tertawa mendengar apa yang di katakan putra sulungnya itu.


"Sayang, adik Lora cuma minum susu. Tidak boleh makan yang lain," kata Firda menjelaskan dengan hati hati, berharap Micheal mengerti namun lagi lagi harapan tinggal harapan...


"Hem kalau begitu Mickey juga mau sama, seperti adik Lora. Tidak mau makan yang lain mau minum susu saja"


"HUH***??"


__ADS_1


Penasaran? Ku tunggu disana.... 😘


__ADS_2