Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 114 - Memburu


__ADS_3

"Bagaiamana keadaan mamamu, Jav?" Tanya Ummi Arsyad yang saat ini sedang menyajikan makan malam untuk Arsyad dan Javeed.


"Mommy baik, Tante," jawab Javeed namun raut wajahnya tak terlihat baik-baik saja, Javeed terlihat gelisah, tatapannya tidak fokus.


"Kalau kamu menginap disini, lalu Mama kamu sama siapa, Jav? Bukannya dia sedang sakit sekarang?" Tanya Arsyad dan pertanyaan itu berhasil membuat hati Javeed terkesiap.


Bagaiamana keadaan Mommynya sekarang? Apakah polisi akan menekannya? Atau apa? Dan bagaimana perasaan ibunya setelah tahu Javeed melakukan balas dendam?


Hati dan otak Javeed benar-benar tidak sinkoron sekarang, di satu sisi ia kasihan pada Mamanya namun di sisi lain ia benar-benar tak ingin masuk penjara.


"Javeed...." Javeed terperanjat saat Arsyad menepuk pundaknya. "Kenapa? Kamu lagi ada masalah?" Tanya Arsyad yang memang sudah curiga apalagi melihat raut wajah Javeed yang sejak tadi tampak cemas.


"Aku...." Javeed menelan ludahnya dengan susah payah. "Kak, apakah aku salah jika aku hanya ingin balas dendam pada orang yang telah menyebabkan aku dan Mommy menderita?" Tanya Javeed dengan tatapan yang begitu sendu.


Arsyad dan Umminya saling melempar pandangan saat mendengar pertanyaan Javeed, kening mereka berkerut. "Apa maksud kamu, Jav? Apa kamu balas dendam pada seseorang?" Tanya Arsyad, ia menatap Javeed dengan sangat tajam.


"Aku hanya...."


Ting tong...


Ucapan Javeed terpotong saat terdengar suara bel rumah dari depan, Arsyad menatap Javeed sejenak sebelum akhirnya berkata. "Kita akan bahas ini lagi nanti!" Tegasnya sebelum akhirnya Arsyad bergegas untuk membuka pintu.

__ADS_1


Saat Arsyad membuka pintu, ia sangat terkejut dan juga bingung melihat ada beberapa polisi di depan rumahnya, bahkan ada ayah Micheal dan juga ibunya Javeed.


"Tante Raisa, ada apa?" Tanya Arsyad yang terlihat bingung sekaligus cemas.


"Apa Javeed ada di sini?" Tanya Tante Raisa dan Arsyad mengangguk jujur.


"Kalau begitu, tangkap dia!" Perintah si kepala polisi dan alhasil beberapa polisi masuk menerobos ke rumah Arsyad membuat Arsyad terkejut.


"Tunggu! Tunggu!" teriak Arsyad hendak menghalangi polisi itu namun Tante Raisa justru menarik tangan Arsyad.


"Polisi hanya sedang bertugas, Arsyad. Biarkan saja!" Ujarnya yang membuat Arsyad semakin bingung.


"Tapi, Tante...."


"Tindak kriminal apa? Ini pasti kesalahpahaman, Pak. Javeed tidak mungkin melakukan itu!" Tegas Arsyad dengan suara lantang, karena ia merasa sudah mengenal Javeed dengan baik.


"Kita lihat saja nant," ucap Gabriel dengan tenang.


Sementara di dalam, Javeed yang mendengar keberadaan polisi itu langsung melarikan diri dari pintu belakang, bahkan Ummi Arsyad yang mencoba menghentikannya pun tidak bisa.


Dan saat polisi sudah masuk, mereka hanya menemukan Ummi Arsyad yang tampak kebingungan dan ia langsung berlari pada putranya itu.

__ADS_1


"Arsyad, ada apa? Kenapa ada polisi? Kenapa Javeed lari?" Tanyanya.


"Dia lari kemana, Nyonya?" Tanya polisi itu


"Lewat ... pintu belakang," jawab Ummi Arsyad yang masih shock.


"Cari dia sampai dapat!"


Raisa semakin sedih dan dadanya terasa begitu sesak karena masalah ini, dan yang membuatnya sangat sedih, karena ternyata putranya tidak mau bertanggung jawab atas kesalahan yang dia lakukan dan terus berlari seperti pengecut.


Setelah melakukan pencarian di beberapa tempat dan tak menemukan keberadaan Javeed, maka tempat terakhir yang Raisa curigai adalah rumah Arsyad karena selain Eron, Arsyad adalah orang yang sangat dekat dengan Javeed.


"Cari dia...." Raisa berkat dengan suara yang gemetar. "Sampai dia mau bertanggung jawab atas kesalahannya!"


"Kesalahan apa?" Tanya Arsyad yang masih bingung.


"Dia sudah menyerang menantuku, membuatnya terbaring koma di rumah sakit selama beberapa hari."


"Apa? Menyerang Zenwa?"


Tbc....

__ADS_1



__ADS_2