Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 121 - Itu Namanya Cinta!


__ADS_3

Micheal menggendong Zenwa ke kamarnya bak pengantin baru dan hal itu membuat Zenwa tersipu malu apalagi ketika keluarga yang lain menggoda mereka.


Sesampainya di kamar, indera penciuman Zenwa langsung di manjakan dengan aroma terapi dan ikut mengingatkan Zenwa pada mendiang sang Kakak.


"Siapa yang membeli aroma terapi ini?" Tanya Zenwa sembari menghirup aroma itu.


"Aku, kata Arini, kamu menyukai aroma ini," jawab Micheal yang kini menidurkan Zenwa di atas ranjang dengan sangat hati-hati.


"Kamu masih mengingat semua tentang Kak Arin, ya?" Tanya Zenwa.


"Iya, Sayang. karena aku tidak amnesia," jawab Micheal dengan tenangnya yang membuat Zenwa terkekeh, semakin lama ia mengenal Micheal semakin banyak kelucuan yang di tampilkan oleh pria itu, Zenwa tidak menyangka ternyata suaminya itu adalah pria yang humoris juga.


"Aku fikir kamu akan menjawab aku sudah melupakan semua tentang dia dan sekarang hanya mengingatmu." kata Zenwa sambil mencebikan bibirnya.


"Kamu mengenal suamimu dengan sangat baik, Sayang. Aku tidak bisa berbohong karena itu akan merepotkan," jawab Micheal dan lagi-lagi Zenwa terkekeh.


Micheal membuka jilbab Zenwa, kemudian ia melepaskan ikatan rambut Zenwa yang di sanggul dan membiarkan rambut istrinya itu terurai bebas.


"Terima kasih, padahal aku bisa melakukannya sendiri," kata Zenwa malu-malu, apalagi sejak berada di rumah sakit, Micheal memperlakukannya bak tuan putri.

__ADS_1


"Sama-sama, Sayang. Sekarang kamu istirahat, ya! Dan karena kamu lagi dalam mode gratis, aku akan membangunkanmu saat makan malam nanti." Zenwa tersenyum malu mendengar ucapan Micheal itu karena saat ini dirinya memang dalam mode gratis alias mode merah sejak dua hari yang lalu.


Seharusnya itu bukan sesuatu yang perlu di keatahui orang lain, namun karena saat itu Zenwa masih berada di rumah sakit, maka Zenwa terpaksa harus memberi tahu ibunya karena ia butuh pembalut.


"Aku tidak mengantuk, tidak baik juga tidur saat sore hari seperti ini," kata Zenwa. "Emm aku akan baca buku saja," ucapnya kemudian.


Mendengar ucapan sang istri, Micheal langsung membawa semua buku Zanwa dan meletakkannya di atas nakas.


"Silahkan pilih bacaanmu, Sayang. Aku akan mandi." Zenwa hanya menanggapi ucapan suaminya itu dengan senyum manis.


.........


"Berat badan Kak Zenwa berapa?" Tanya Aira tiba-tiba yang membuat Zenwa langsung menatap Micheal dengan alis terangkat.


"Hush, kenapa tanya gitu? Tidak boleh! Nanti Zenwa tersinggung!" Tegas Micheal pada adiknya itu, ia berkata demikian karena Micheal melihat Zenwa tampak terkejut atas pertanyaan Aira.


"Aku tidak maksud menyinggung, cuma Kak Zenwa terlihat semakin kurus dan Kak Micheal seperti enteng saat menggendongnya," kata Aira sementara Zenwa justru tertawa kecil.


"Kakak tidak tersinggung, Aira. Tadi kakak tersinggung karena tidak biasanya kamu bertanya seperti itu," kata Zenwa yang kini sudah di dudukan di kursi oleh Micheal.

__ADS_1


"Mau kamu kurus, gendut, aku tetap cinta sama kamu!" Tukas Micheal kemudian ia mengecup pipi Zenwa membuat pipi istrinya itu langsung merona.


"Oh, so sweet...." ujar Aira sementara Jibril justru seolah tidak menampilkan ekspresi apapun.


Ummi Zainab, Mom Angel dan Daddy Aryan pun hanya bisa menahan senyum geli melihat kelakuan para anak muda itu sementara Daddy Gabriel justru sudah mulai menikamati hidangan makan malamnya.


"Tidak usah terlalu lebay!" Ujarnya kemudian dan Micheal langsung mencebikan bibirnya.


"Bilang saja Daddy iri karena tidak ada pasangannya disini," ejek Micheal. "Kalau bicara soal lebay, Daddy itu jauh lebih lebay. Mom Firda demam saja Daddy sudah heboh seolah Mom kena wabah mematikan!" ejeknya.


"Itu bukan lebay, itu namanya cinta," balas Daddy Gabriel tak mau kalah.


"Oh, jadi kalau orang lain namanya lebay kalau diri sendiri namanya cinta," sarkas Micheal dan ayahnya itu hanya mengedikan bahu. "Sayang, kamu tahu tidak?" Micheal menatap Zenwa dan tentu Zenwa menggeleng. "Sejak kecil, Daddy ini seperti iri sama aku, bahkan Kalau aku cuma mau tidur sama Mom Firda, dia merajuk seperti wanita yang di poligami" semua orang langsung tertawa mendengar ucapan Micheal sementara Daddy Gabriel hanya menahan senyum karena apa yang di katakan putranya itu benar.


"Apa yang salah? Kan Daddy sudah bilang, namanya juga cinta!"


Tbc...


Sambil menunggu beberapa episode terakhir, mampir di ceritanya Author Teh Ijo yang berjudul Jerat Hasrat Sang Ceo. keren loh. mampir ya.

__ADS_1



__ADS_2