Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 124 - Mesra


__ADS_3

Zenwa meletakkan kepalanya di pangkuan sang sang suami yang saat ini sedang duduk bersandar di ranjang, keduanya menonton film romantis dan Micheal tampak senang akan hal itu.


"Padahal aku itu ngantuk kalau nonton film romance begini," kata Zenwa sembari melirik sang suami.


"Pantas saja kamu tidak bisa bersikap manis sama suami," jawab Micheal. "Yang kamu tonton horor sih, coba nonton film romance begini setiap hari, biar kamu bisa mesra kayak cewek itu." lanjutnya yang membuat Zenwa langsug mengerucutkan bibirnya.


"Kamu bandingin aku sama cewek lain?" Tanyanya.


"Bukan begitu, cuma kan aku kasih contoh," sanggah Micheal.


"Jadi menurut kamu cewek di film itu lebih baik dari aku? Sehingga aku harus mencontoh dia?" Zenwa bertanya dengan emosi yang sedikit meninggi dan itu membuat Micheal panik. Alarm di otaknya menyala, sepertinya bahaya akan datang dan ia harus segera menghentikannya.


"Bukan begitu, Sayang. Itu kan hanya film, fiksi, tentu saja kamu lebih baik dari dia bahkan dari siapapun," kata Micheal meyakinkan.


"Masak?" Tanya Zenwa dan Micheal mengangguk cepat. Zenwa terkekeh, kemudian ia menarik kepala Micheal dan langsung mendaratkan ciuman di bibir Micheal yang membuat suaminya itu melotot terkejut bahkan ia sampai menahan napas.

__ADS_1


Sejak Zenwa sakit, ia hanya bisa mencium pipi dan kening wanitanya itu dan baru sekarang akhirnya ia bisa kembali merasakan bibir manis nan lembut sang istri.


Zenwa memberanikan diri mengecup dan mencium bibir Micheal, bahkan ia menggoda suaminya itu agar mau membalas ciumannya dan Micheal pun dengan senang hati membalas ciuman Zenwa dengan lembut.


"Ya Tuhan! Aku merindukan sentuhan ini!" Micheal berseru di tengah ciumannya itu dan Zenwa hanya bisa tersenyum, ia melingkarkan lengannya di leher Micheal dan semakin memperdalam ciuman mereka. Sementara tangan yang lain meraba leher Micheal, mengelusnya, dan hal itu membuat darah Micheal berdesir panas.


Ciuman yang awalnya lembut kini berubah menjadi ciuman yang menuntut, menggebu, dan penuh gairah. Keduanya melampiaskan hasrat serta kerinduan yang terpendam selama ini.


Zenwa mengerang lirih saat merasakan Micheal menggigit bibirnya dengan gemas dan hal itu justru menyadarkan Micheal dan ia segera menghentikan aktifitas setengah panasnya itu.


Napas keduanya terengah, dan pandangan mereka yang sarat akan gairah itu bertemu. Wajah Zenwa bersemu dan itu membuat Micheal ingin sekali lagi melahap bibir istri dan memakan wanitanya itu malam ini. Namun Zenwa masih terluka.


"Tapi kamu tidak bisa, masih tidak boleh banyak bergerak, sudah begitu masih mode gratis lagi," kata Micheal dan ia setengah menggerutu di akhir kalimat membuat Zenwa tertawa gemas sambil mencubit kedua pipi sang suami.


"Ya sudah, mesra-mesraannya tidak usah sampai kesana," godanya dan ia meraba perut Micheal yang keras dan berotot itu dari balik kaos sang suami. Micheal terkesiap, ia tak menyangka Zenwa akan menggodanya seperti ini.

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa kamu nakal, Sayang?" Tanya Micheal.


"Katanya aku harus manis, romantis, seperti di film," jawab Zenwa menggoda dan kini tangannya itu meraba dada Micheal yang bidang. Zenwa sendiri bingung kenapa ia bisa seberani ini, tapi entah mengapa Zenwa menyukai raut wajah Micheal serta tatapan Micheal saat Zenwa menggodanya.


"Hem, hentikan, Sayang." Micheal berkata dengan napas yang tertahan.


"Katanya mau kangen-kangenan, hm?" Zenwa kembali menggoda, sementara jari jemarinya membuat gerakan abstrak di dada Micheal.


"Iya sih, tapi...." napas Micheal semakin memeberat dan ia menunduk hendak mencium Zenwa namun tiba-tiba ponselnya berdering, Zenwa terkekeh sementara Micheal berdecak kesal.


"Siapa sih malam-malam begini?" Micheal menyambar ponselnya itu dan tertera nama Daddy Gab di layar ponsel itu. Micheal mengabaikannya dan meletakkan ponselnya kembali, kemudian ia kembali hendak mencium Zenwa namun ponselnya kembali berdering.


"Angkat saja, mungkin penting," kata Zenwa. Micheal pun menjawab panggilan itu yang ternyata kini dari ibu mertuanya.


"Apa, Dad?" Ketusnya.

__ADS_1


"Micheal, ini Ummi...."



__ADS_2