Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 24


__ADS_3

"Jika saja aku bisa memutar waktu, akan aku lakukan itu untuk memberikan semua kebahagiaan yang layak kamu dapatkan, Kak. Aku benar minta maaf, karena aku tidak bisa menjadi adik yang baik untukmu."


Zenwa menatap makam yang kini telah tertutup sempurna, satu orang yang sangat di cintainya telah pergi untuk selamanya, entah mereka akan bertemu lagi atau tidak di akhirat kelak, namun Zenwa sangat berharap, ia berkumpul dengan keluarganya di surga nanti.


Micheal menatap Zenwa yang terlihat begitu pucat, matanya sudah terlihat cekung, sangat berbeda dengan Zenwa sehari yang lalu yang begitu cantik. Micheal menghampiri Zenwa yang saat ini sedang di rangkul oleh Ummi Zainab, namun kehadiran Micheal rupanya tak di sukai oleh Zenwa dan Micheal bisa memaklumi hal itu.


Setelah acara pemakaman selesai, mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Namun sebagai suami Zenwa, Micheal tentu pulang ke rumah Zenwa dan itu membuat Zenwa kembali merasa kesal.


Sesampainya di rumah, Zenwa langsung masuk ke kamarnya dan Ummi Zainab pun langsung menyusul putrinya itu.


"Apapun yang terjadi, Micheal adalah suamimu, Zenwa," ucap Ummi Zainab yang membuat Zenwa langsung menghela nafas panjang.


"Ummi, Zenwa tahu itu, tapi Zenwa butuh waktu, sedikit saja." Zenwa menatap Umminya dengan begitu sendu, seolah memohon "Zenwa masih tidak bisa berfikir jernih, kalau dia disini, Zenwa takut kembali tidak bisa mengontrol diri." lanjutnya.

__ADS_1


"Baiklah, Nak. Ummi faham," ucap Ummi Zainab sembari mengusap pipi Zenwa dengan lembut "Mandi dan beristirahatlah, Ummi tidak mau kamu jatuh sakit." ia berkata dengan suara tercekat, kehilangan seorang anak seperti sebuah mimpi buruk yang akan terus menghantui hidupnya dan itu telah menjadi trauma baginya. Zenwa menganggukan kepalanya, kemudian Ummi pun keluar untuk menemui Micheal yang saat ini sedang ada di depan bersama Abi Hamka, mereka menemui tamu yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa.


"Micheal..." Ummi Zainab menyentuh pundak menantunya itu yang membuat Micheal langsung menoleh "Sebaiknya kamu mandi dan beristirahat, Nak." lanjutnya dan Micheal pun mengangguk, ia beranjak dari tempat duduknya.


"Micheal, emm ada yang mau Ummi jelaskan..." Ummi Zainab berkata dengan ragu.


"Apa tentang Zenwa?" tanya Micheal.


Micheal pun pergi ke kamar tamu yang di tunjuk Ummi Zainab, Micheal langsung membersihkan diri. Setelah itu, ia hanya duduk merenung di dekat jendela, kebiasaan ketika ia sedang galau.


"Bagaiamana nasib pernikahanku dengan Zenwa, ya Allah? Bagaimana aku merebut kepercayaan dan hatinya?"


...... ...

__ADS_1


"Aku khawatir dengan pernikahan Micheal dan Zenwa, Fir," ucap Mommy Angeline yang tentu juga sangat mengkhawatirkan nasib pernikahan putranya. "Zenwa terlihat sangat marah, dia pasti sangat kecewa. Bahkan saat di pemakaman tadi, Zenwa terlihat tidak suka saat Micheal mendekatinya." lanjutnya.


"Seharusnya kita bisa memaklumi hal itu, Kak Angel. Jika aku jadi Zenwa, aku mungkin sudah ambruk dan tidak akan sanggup menghadapi kenyataan yang menghantam jiwanya. Pria yang menikahinya mencintai kakaknya, dan hanya beberapa jam setelah akad, Kakaknya menghembuskan napas terkahirnya dan Zenwa tidak ada di sampingnya. Zenwa pasti sangat terpuruk dan bingung."


" Ya, kamu benar, Fir. Apa yang terjadi ini pasti sangat tidak mudah untuk Zenwa dan keluarganya, aku cuma berharap, Zenwa mau membuka hati dan memaafkan Micheal. Aku mengenal putraku, dia tidak akan pernah ingkar janji."


...... ...


Zenwa berdiri di bawah guyuran air shower cukup lama, sampai membuat tubuhnya menggigil kedinginan namun Zenwa seolah tak perduli akan hal itu. Ada begitu banyak hal yang berkecamuk dalam benaknya, termasuk nasib pernikahannya dengan Micheal.


"Apa sebaiknya aku meminta cerai saja"


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2