Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 107 - Pertanggung Jawaban


__ADS_3

Daddy Gabriel menceritakan alasan ia memasukan Zach dan Micheal ke penjara, karena kedua anak itu tidak bisa di peringati dengan cara baik-baik jadi ia merasa perlu untuk memberikan peringatan yang sedikit lebih keras.


Daddy Aryan tentu tak setuju dengan hal itu karena baginya, apa yang Micheal lakukan itu wajar apalagi dalam keadaan seperti ini dan Micheal tidak melukai siapapun. Namun Daddy Gabriel punya alasan kuat untuk memenjarakan Micheal, yaitu karena mencuri senjata.


Aira dan yang lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala namun mereka membenarkan apa yang di lakukan Gabriel.


Daddy Gabriel juga menceritakan bagaimana mereka menangkap kelompok pembunuh bayaran itu dengan sangat mudah, ia bercerita seperti seorang ayah yang bercerita pada anak-anaknya, begitu antusias, bak hero.


"Daddy sudah selesai ceritanya?" Tanya Aira tiba-tiba.


"Sudah, kenapa, Sayang?" Tanya sang ayah.


"Aira mau keluar sebentar, mau cari makan," kata Aira.


"Biar aku temani," sambung Jibril.


"Hati-hati, cepat kembali!" Perintah Daddy Gabriel dan kedua anaknya itupun mengangguk patuh.


Saat keluar, Aira dan Jibril melewati Javeed yang sedang berbicara dengan Dokter.


"Darah rendah itu tidak baik, kok malah bersyukur?" Tanya Aira yang mendengar Javeed mengucapkan syukur.

__ADS_1


Javeed menoleh, dan ia terpana saat melihat mata gadis itu sementara sebagian wajahnya tertutup kain cadar. Sementara Aira tercengang melihat pria di depannya ini, begitu juga dengan Jibril.


Keduanya memiliki ingatan yang kuat, dan mereka ingat siapa pria di depan mereka.


Javeed juga memiliki ingatan yang kuat, ia ingat pria yang ada di depannya ini, dan Javeed memang tidak mungkin melupakannya karena dari pria inilah ia memiliki uang untuk memulai bisnis kudanya.


Dan yang membuatnya terperangah adalah gadis di samping pria itu, matanya, tatapannya, sungguh tidak asing dan Javeed seolah mengenal gadis itu.


"Kamu kan...." Jibril ingat pria ini, tapi dia lupa siapa namanya.


"Kamu yang menjual kuda bernama Meethi itu, kan?" Sambung Aira dan ia menatap tajam pria di depannya ini.


Javeed gelagapan, namun ia berusaha bersikap tenang.


Aira menoleh pada Jibril yang memasang wajah dingin. "Benar, mungkin kami salah orang," gumam Aira kemudian ia menarik tangan kakaknya itu dan pergi menjauh dari Javeed.


Javeed masih terus menatap Aira yang kini semakin jauh darinya, dan tak lama kemudian Aira juga menoleh. Javeed tersenyum samar, entah kenapa tatapan gadis itu seperti sesuatu yang menusuk ke hatinya.


.........


Micheal dan Zach hanya bisa terdiam melongo saat sadar dari pingsannya dan mereka berada di tengah para penjahat yang saat ini mengelilingi mereka.

__ADS_1


"Ini di penjara, Micheal. Kenapa kita disini?" Zach berbisik pada Micheal. Sementara Micheal yang tadinya seperti orang linglung kini perlahan menampilkan wajah dinginnya.


"Kenapa kalian juga ada disini?" Tanya salah satu dari pria itu.


"Apa kalian tidak lihat? Kami juga baru sadar," kata Zach.


Tak lama kemudian seorang sipir penjara datang, memanggil Micheal dan Zach.


"Urusan kita belum selesai!" Desis Micheal pada para penjahat itu sebelum akhirnya ia pergi bersama Zach.


"Kenapa kami bisa ada di sini?" Tanya Zach pada polisi itu.


"Silakan kalian ikut saya!" Perintah sipir itu.


Ia membawa Zach dan Micheal menemui seorang pengacara yang di kirim oleh Daddy Gabriel.


"Ada apa? Kenapa kami disini?" Tanya Micheal.


"Atas dugaan pencurian senjata!"


Tbc...

__ADS_1


Sudah dulu, nanti malam lagi.


Buat yang ghaib, jangan gitu ya. 😘


__ADS_2