Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 48


__ADS_3

Pertemuannya dengan Arsyad membuat Micheal merasa sedikit lega, setidaknya Arsyad sudah meminta maaf dan ia pun memaafkannya dengan ikhlas.


Seharian ini ia bekerja dengan suasana yang sangat berbeda, dimana ada seorang wanita yang menemaninya bekerja bahkan membantunya, bukan hanya memijat tapi juga membantu pekerjaan kantor yang lain. Micheal bahkan dengan tulus memuji Zenwa, yang katanya bukan hanya cantik tapi juga pintar namun pujian itu tetap Zenwa anggap sebagai gombalan semata.


Dan saat ini, keduanya sudah berada dalam perjalanan pulang.


"Bagaiamana? Senang, kan?" Tanya Micheal tiba-tiba.


"Senang kenapa?" Zenwa justru balik bertanya sembari menoleh pada Micheal yang saat ini sedang fokus menyetir.


"Ya karena sudah menemani suami bekerja seharian, masak tidak senang?" Tanya Micheal melirik Zenwa dari ekor matanya.


"Biasa saja, dari pada aku tidak melakukan apapun di rumah," jawab Zenwa dengan raut wajah datar.


"Bukannya selama ini kamu juga tidak melakukan apapun di rumah?"


"Setidaknya aku tidak bosan, rumah sendiri, ada Ummi."


"Yang di sini juga rumahmu, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau."


"Bukannya itu rumah ayahmu?"


"Aku ahli warisnya, pasti nanti jadi rumahku juga." Zenwa tersenyum mengejek mendengar jawaban Micheal


"Tapi kan kamu masih ada dua adikmu," ucapnya kemudian.


"Benar juga, aku itu istimewa, tahu?"

__ADS_1


"Istimewa kenapa?"


"Aku punya dua ayah, dua ibu, dua adik, semuanya serba dua. Mungkin akan lebih sempurna kalau aku juga punya dua istri," ucap Micheal dengan entengnya yang membuat Zenwa melongo, namun kemudian ia tersenyum miring dengan tatapan sinis.


"Kenal pengacara untuk mengurus perceraian?" Tanyanya dengan santai yang justru membuat Micheal tertawa


"Haha! Kamu takut di poligami? Berarti mulai ada rasa dong sama aku?" Godanya yang membuat Zenwa menghela napas berat.


"Engga, siapa bilang? Kalau mau poligami, silahkan saja."


"Asal adil, kan? Tenang saja, aku bisa adil kok."


"Asal kembalikan aku ke rumah orang tuaku detik ini juga!"


"Astagfirullah!"


Topik poligami rupanya tidak bisa di jadikan topik bercanda bersama istri, karena dampaknya sangat besar.


Seperti Micheal yang harus rela di acuhkan oleh Zenwa sejak semalam, bahkan sampai pagi ini.


Saat Micheal mengajaknya berbicara, Zenwa hanya menggumam tidak jelas. Bahkan saat Micheal membangunkan Zenwa untuk sholat malam, Zenwa justru bersikap seolah ia tak melihat Micheal, hal itu terus berlanjut sampai detik ini.


Zenwa membantu Bi Eni menyiapkan sarapan, dan sepertinya ia tidak berniat ikut Micheal lagi karena Zenwa masih belum mandi. Sementara Micheal sudah sangat rapi.


"Zenwa, karena sepertinya kamu tidak mau ikut ke kantor lagi, bagaimana kalau kamu menemui mommy saja? Sepertinya hari ini dia tidak sibuk," saran Micheal yang sebenarnya hanya ingin mencairkan suasana hati Zenwa.


"Hemm," jawab Zenwa sembari menarik kursi di samping Micheal.

__ADS_1


"Astagfirullah, masih belum selesai juga? Aku kan cuma bercanda," gumam Micheal dalam hati.


"Zenwa, ambilkan aku sayurnya dong!" Micheal menyodorkan piringnya pada Zenwa dan tanpa berbicara sedikitpun serta masih dengan wajah yang seolah tanpa ekspresi, Zenwa mengambilkan sayuran untuk Micheal, yang membuat Micheal meringis.


"Zenwa, bagaimana kalau hari minggu ini kita jalan-jalan?" Tanyanya yang masih tak menyerah untuk mencairkan hati sang istri.


"Terserah," jawab Zenwa singkat.


"Kamu ingin jalan-jalan kemana?" Tanya Micheal sambil tersenyum manis, berharap sang istri luluh.


"Terserah!" jawab Zenwa yang membuat Micheal langsung lemas.


"Kamu sebenarnya kenapa? Aku kan cuma bercanda soal semalam,"


"Tidak apa-apa,"


"Terus kenapa dari semalam kamu diam?"


"Tidak apa-apa."


"Kenapa kamu selalu jawab 'tidak apa-apa'?"


"Tidak apa-apa."


"Astagfirullah!"


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2