
"Tapi ya sudah seharusnya, sudah menjadi tanggung jawab suami menjaga istrinya."
Zenwa masih terus menggerutu sendirian hingga tiba-tiba terdengar suara Micheal yang membuatnya terkejut.
"Zenwa...!" Zenwa terlonjak dan ia langsung menoleh panik, namun kemudian Zenwa langsung bernapas lega saat mendapati pintu kamarnya yang masih tertutup rapat.
"Astagfirullah..." gumam Zenwa sembari mengelus dadanya yang berdebar, takut Micheal melihatnya dalam situasi seperti ini.
"Zenwa...!" seru Micheal lagi sambil menggedor pintu, membuat menggeram Zenwa kesal.
"Kenapa dia suka sekali bikin keributan, sih?" Zenwa segera menarik pakaiannya kemudian ia mendekati pintu sambil berteriak, "Apa?"
"Buka pintunya, air di kamar mandiku mati!" Zenwa menganga mendengar ucapan Micheal.
"Ma-mati bagaimana?" tanya Zenwa.
"Ya mati tidak nyala, Zenwa. Cepat buka pintunya!" seru Micheal yang membuat Zenwa panik.
__ADS_1
"Mandi di kamar mandi umum yang ada di belakang dapur saja!" balas Zenwa dan dengan cepat ia berpakaian.
"Astagfirullah, Zenwa. Yang benar saja, aku suamimu loh!" seru Micheal yang membuat Zenwa berdecak kesal.
Setelah berpakaian dengan lengkap, Zenwa pun segera membuka pintu namun saat berhadapan dengan Micheal yang hanya memakai handuk, Zenwa langsung berbalik badan dan menutup mata dengan kedua tangannya.
"Astagfirullah..." gumamnya.
"Lama banget sih kamu ini, nanti aku masuk angin." Micheal menggerutu dan tanpa segan ia masuk ke kamar Zenwa.
Micheal sekarang bisa mandi dengan tenang, ia sendiri juga panik saat air di kamar mandinya mati. Dan yang langsung terlintas dalam benaknya adalah kamar mandi Zenwa.
Setelah mandi, Micheal baru menyadari adanya pakaian Zenwa yang tergeletak di di sisi buth tub, bahkan termasuk benda segitiga mungil dan juga dua kain seperti kaca mata itu juga tergeletak disana.
"Astagfirullah..." gumam Micheal dan ia pun langsung bergegas keluar kamar mandi.
Sementara itu, Zenwa yang saat ini sedang duduk cemas di sofa semakin cemas dan panik saat mengingat pakaiannya yang tergeletak di kamar mandi. Ia pun segera berlari ke kamarnya dan secara bersamaan ia dan Micheal membuka pintu.
__ADS_1
"Astagfirullah..." pekik Zenwa dan kembali ia menutup mata, namun bukannya memperdulikan penampilannya yang hanya memakai handuk, Micheal justru menceramahi Zenwa.
"Kamu itu jadi perempuan benar-benar tidak rapi, masak pakaian di biarkan tergeletak di lantai begitu, bukannya ada keranjang baju kotor? Memangnya kamu tidak malu sama aku? Aku laki-laki loh." Zenwa yang mendengar ocehan Micheal langsung menurunkan tangannya dan ia menganga lebar.
"Aku bukannya tidak rapi, tapi aku cuma lupa tadi." balas Zenwa yang tak terima dengan tuduhan Micheal, "Lagian itu kamar mandi pribadiku, ya bebas mau aku taruh baju kotor dimana, kamu saja yang masuk dan numpang kamar mandiku." lanjutnya.
"Tapi sebelum aku masuk kan bisa kamu bereskan dulu," ujar Michael.
"Ya aku mana sempat, kamu sudah gedor-gedor pintu seperti orang gila." Micheal kembali di buat melongo mendengar apa yang di katakan Zenwa, namun saat ia hendak protes... "Lagian kamu suamiku, untuk apa aku malu gara-gara baju kotor."
Senyum misterius langsung tercetak di bibir Micheal mendengar ucapan terkahir Zenwa.
"Bener juga ya, aku kan suami kamu. Seharusnya kamar mandimu juga kamar mandiku, jadi tidak perlu ada yang perlu di perdulikan apakah pakaian kotor mu termasuk dalamanmu di pamerkan sama aku."
"Micheal!!!!"
Tbc...
__ADS_1