
"Tidak, Tuan. Hidup di desa sama sekali tidak sulit," sambung Zenwa.
"Benarkah? Bagaimana kau tahu?"
"Karena aku dari desa," jawab Zenwa sejujurnya.
"Kau pasti bercanda, rasanya tidak mungkin Micheal Emerson menikahi gadis desa."
Micheal yang mendengar ucapan rekan kerjanya itu tentu merasa tersinggung, ia sudah membuka mulut hendak berbicara namun Zenwa mendahuluinya. "Jika Gabriel Emerson saja bisa menikahi gadis desa dan bahkan lebih memilih tinggal di desa bersama istrinya, lalu kenapa Micheal Emerson harus di pertanyakan?"
Pertanyaan Zenwa itu membuat Micheal tersenyum puas, sementara pria yang ada di depannya tentu tak bisa lagi berkata-kata.
"Jika kau punya waktu, datanglah ke desa kami, kau akan menyukainya," ujar Zenwa kemudian dengan tenang yang membuat pria salah tingkah dan ia pun justru pamit pergi dari sana, katanya mau ke toilet, yang membuat Micheal semakin tersenyum puas.
Tak lama kemudian Om Billy datang, ia langsung menghampiri Micheal dan Zenwa. " Nyonya Zenwa, kamu cantik sekali malam ini," pujinya yang membuat Micheal langsung mendengus, Zenwa yang mendengar pujian itu hanya bisa tersenyum kaku di balik cadarnya.
__ADS_1
"Dia sudah memakai cadar, bagaimana Om Billy tahu dia cantik?" Tanya Micheal yang membuat Om Billy terkekeh.
"Cantik itu bukan hanya dari wajah, Tuan muda Micheal. Tapi dari kepribadiannya, karakter. Om bangga sama kamu, Nyonya Zenwa. Kau mengingatkan ku pada Nyonya Firda," tukasnya sambil tersenyum lebar. Om Billy tidak sengaja mendengar apa yang di katakan tadi dan itu benar-benar mengingatkannya istri boss besarnya.
"Kau benar, Om. Aku pun bangga pada istriku," kata Micheal sembari melingkarkan tangannya di pinggang Zenwa, membuat Zenwa terkesiap dan gugup.
"Baiklah, nikmati pestanya!"
...
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malan, dan Micheal saat ini sedang fokus menyetir sementara Zenwa justru tertidur di mobil.
Sesampainya di rumah, Micheal hendak membangunkan Zenwa yang tertidur sangat pulas, namun Micheal mengurungkan niatnya karena merasa kasihan, akhirnya ia pun menggendong Zenwa ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, Micheal menidurkan Zenwa di ranjangnya dengan sangat hati-hati, ia melepas cadar Zenwa dan juga sepatu Zenwa.
__ADS_1
"Perasaan kamu tidak melakukan apapun seharian, kenapa kamu tidur seperti orang habis nguli sih?" Gumam Micheal sambil terkekeh, Zenwa bergerak tidak nyaman dalam tidurnya, apalagi dengan gamis lebarnya itu.
Micheal menatap wajah Zenwa yang masih sangat cantik saat tertidur, kecantikan Zenwa membuat Micheal tak bisa menemukan kata-kata yang cocok untuk menggambarkannya. Tangan Micheal terangkat, dengan ragu, jarinya menyentuh kening Zenwa, kemudian menelusuri pelipis hingga pipi Zenwa.
Jantung Micheal berdebar kencang, apalagi saat tatapannya tertuju pada bibir ranum Zenwa, yang seolah memanggil Micheal untuk menyentuhnya. Micheal sudah menunduk, mendekatkan bibirnya ke bibir Zenwa namun tiba-tiba Zenwa bergerak yang membuat Micheal terkejut dan ia pun langsung menarik diri, menjauh dari Zenwa.
"Astagfirullah..." gumamnya.
Tbc...
Hem, sudah mulai Mickey neh ya....
Siapa yang tak sabar menunggu Mickey bucin?
Btw, sambil menunggu Mickey bucin, mampir di cerita SkySal yang satu ini, yang pasti akan membuat kalian juga gemas banget
__ADS_1
Mampir di After Darkness yuk! 😘😘