Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 136 - Cinta Yang Sempurna


__ADS_3

Karena Micheal bersikeras tak mau membawa Zenwa ke Dokter laki-laki, Daddy Gabriel pun tak bisa memakasa, padahal bukan hal yang mudah baginya untuk membuat janji dengan Dokter besar seperti Dokter Mike.


Selain itu, Micheal juga takut jika melakukan operasi sementara Zenwa sedang hamil.


"Aku rasa tidak apa-apa jika kamu memiliki bekas luka disini, Sayang. Di mataku, kamu masih terlihat sangat sempurna, cantik, seksi," kata Micheal yang saat ini sedang mengusap perut Zenwa.


Keduanya berada di atas ranjang, dengan posisi Zenwa yang duduk bersender di kepala ranjang, sementara Micheal tengkurap di sampingnya, ia mengangkat baju Zenwa sehingga memperlihatkan perut Zenwa.


"Memangnya kapan aku bilang ini bermasalah?" Tanya Zenwa sambil geleng-geleng kepala. "Kan kamu sendiri yang heboh dengan bekas luka ini, aku fikir kamu tidak suka kalau aku memiliki kecacatan." Zenwa hanya bercanda, dan ia berpura-pura memasang mimik wajah sedihnya.


Micheal yang melihat hal itu justru merasa tak enak hati, ia langsung duduk tegak dan menatap istrinya itu dengan sendu.


"Sayang, bukan begitu maksudku," kata Micheal dengan suara rendah, ia menarik tangan Zenwa dan mengecupnya dengan mesra. "Kamu itu cantik, sangat cantik. Dan tidak ada kecacatan apapun yang terlihat di mataku, aku tidak masalah dengan bekas luka itu. Bahkan, jika ada bekas borok tubuh kamu, kamu akan selalu terlihat sempurna di mataku." Zenwa menahan tawa mendengar ucapan suaminya itu, namun Zenwa masih memasang wajah seriusnya, seolah ia sedih.

__ADS_1


"Terus? Kenapa kamu harus capek-capek cari Dokter sampai ke luar negeri? Padahal di Indonesia banyak kok Dokter hebat," kata Zenwa.


"Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu, Sayang. Karena kamu itu yang paling berharga milikku," tukas Micheal dengan begitu tulus, bahkan kata-kata itu tak hanya terucap dari bibirnya, tapi juga terlihat di matanya.


Keduanya beradu tatapan yang penuh cinta. "Jangan pernah kamu merasa aku tidak bisa menerimamu apa adanya, Sayang. Karena kamu itu jiwaku, aku bukan apa-apa tanpa kamu, hm...." Zenwa terenyuh mendengar hal itu.


Suaminya ini benar-benar ajaib, terkadang ia menjadi pria yang sangat menyebalkan, terkadang ia menjadi pria dewasa yang mengagumkan, terkadang juga ia menjadi pelawak dan terkadang juga ia menjadi seperti pujangga.


"Aku hanya bercanda," kata Zenwa dengan lembut sembari membelai rahang Micheal yang di tumbuhi bulu-bulu halus itu. "Aku tahu, aku akan selalu terlihat sempurna di matamu karena kamu mencintaiku, dan begitu pun aku, Sayang. Di mataku kamu selalu sempurna." Zenwa terus membelai pipi Micheal kemudian ia mengecup sudut bibir sang suami.


Ini termasuk salah satu keajaiban Micheal, saat malam hari dia akan menjadi ganas dan dominan, apalagi saat Zenwa memakai baju dinas. Namun saat siang hari, Micheal seperti anak kucing yang manis.


"Sayang, aku...."

__ADS_1


Tok tok tok


Ucapan Micheal terhenti saat terdengar suara ketukan pintu, Micheal menghela napas berat dan ia cemberut. Pasalnya, Micheal sudah berpesan pada semua orang agar hari ini ia tidak di ganggu, ini adalah hari libur dan Micheal ingin seharian bersama Zenwa di atas ranjangnya.


"Micheal...." Micheal menggeram kesal mendengar suara ayahnya itu.


"Si Daddy ini seperti tidak pernah muda saja, kenapa dia selalu menganggu kita, sih?" Gerutunya yang membuat Zenwa tertawa kecil.


"Mungkin ada hal penting, lagi pula aku rasa sebaiknya kira turun, Sayang. Mumpung semua orang ada di rumah, besok meraka semua sudah pulang ke desa, ya kan?"


Tbc...


*Hai, Readers sayang. SkySal buat cerita baru neh, sebagai pengganti Micheal dan Robin yg otw selesai.

__ADS_1


Yuk yuk, merapat. Seru banget loh, konfliknya berbeda dari semua novel Sky yang lain*.



__ADS_2