
Karena hari minggu dan mumpung para tetua itu belum pulang ke desa, Micheal mengajak mereka jalan-jalan apalagi rencana tour mereka otomatis gagal karena besok para tetua itu harus kembali ke desa.
Tak lupa Daddy Aryan dan Mommy Angeline pun di ajak oleh Micheal, karena ia ingin liburannya sempurna meskipun tanpa kedua adiknya.
Dan tujuan meraka saat ini adalah wahana bermain, Micheal ingin merasakan naik rollercoaster katanya karena ia belum pernah naik rollercoaster, dan mau tak mau mereka pun mengikuti Micheal.
Tempat itu begitu ramai dan tampak sangat seru, Micheal, Daddy Aryan dan Daddy Gabriel pun begitu antusias begitu juga dengan Mommy Firda, beda halnya dengan Ummi Zainab, Zenwa dan Mommy Angeline yang bergidik ngeri, hanya membayangkan mereka akan berputar di atas sana dengan kecepatan tinggi sudah membuat perut mereka bergejolak dan kepala mereka terasa pening.
"Kamu benaran mau ikut, Fir?" Tanya Mommy Angeline dan Firda mengangguk semangat. "Gila ya kalian, pasti nanti kalian pingsan," kata Mommy Angeline yang membuat Mommy Firda terkekeh.
"Tidak akan, Kak. Ini seru, benar-benar memacu adrenalin," kata Mom Firda. Zenwa yang mendengar itu benar-benar bergidik ngeri, dan ia tak menyangka ibu mertuanya yang sudah tak lagi muda justru semangat seperti anak muda.
"Seru loh, Sayang. Kamu beneran tidak mau ikut?" Tanya Micheal sekali lagi pada Zenwa.
"Membayangkan berada di atas saja sudah membuat kepalaku pusing dan perutku mual," jawab Zenwa.
"Ya sudah, kalau begitu kamu rekam kami ya, ini seru!" Micheal berkata antusia sembari memberikan kamera pada Zenwa.
__ADS_1
Daddy Aryan, Daddy Gabriel, Micheal dan Firda pun bersiap naik rollercoaster. Sementara Zenwa mulai merekam kegiatan keluarga mereka, Zenwa juga merekam kegiatan Ummi dan ibu mertuanya yang kini sibuk berselfi ria. Kemudian Zenwa merekam para mertuanya di atas sana, meraka benar-benar terlihat menilik jiwa muda yang masih begitu semangat.
"ZENWA...!" Zenwa tersenyum saat mendengar teriakan Micheal yang kini sudah duduk di kursinya, Micheal melemparkan flying kiss pada Zenwa membuat Zenwa terkekeh.
Micheal duduk berdampingan dengan Dady Aryan sementara Daddy Gabriel duduk berdampingan dengan sang istri.
"Ning Firda benar-benar luar biasa, tidak takut ketinggian," kata Ummi Zainab yang kini mendongak, menatap besannya di atas sana.
"Namanya juga Nyonya Emerson, Mbak. Dia mana takut sesuatu," kata Mommy Angeline sambil terkekeh. "Sudah terbiasa menghadapi sesuatu yang memacu adrenaline." lanjutnya.
"Benar, Ummi. Don mafia saja habis di tangan dia, apalagi cuma rollercoaster," sambung Zenwa.
Tanpa mereka sadari, nama Emerson yang mereka ucapkan itu menarik perhatian seseorang yang berdiri tak jauh dari mereka. Seorang pria bertubuh kekar, tinggi, dan berambut hitam lebat. Pria itu memakai jaket kulit dan celana jeans hitam, sebatang rokok terselip di antara bibirnya yang kini menyeringai.
Pria itu mengirimkan pesan pada seseorang.
"Benar, itu meraka, dan meraka sudah disini sekarang."
__ADS_1
Tak lama setelah pesan itu terkirim, ia mendapatkan balasan yang membuatnya tersenyum bak iblis.
Sementara itu, Zenwa melongo dan menahan napas saat ia melihat rollercoaster itu mulai bergerak, awalnya pelan namun kemudian meluncur dengan sangat cepat.
Di atas, Micheal dan yang lainnya benar-benar bersenang-senang, meraka menyukai sensasi yang memacu adrenaline itu.
Mereka berteriak, bahkan ada yang menangis. Meminta berhenti, namun permainan itu tidak akan berhenti sampai waktunya.
"Apa meraka tidak pusing?" Gumam Zenwa yang masih merekam tanpa henti.
Setelah putaran rollercoaster itu selesai, orang-orang pun turun dengan teratur, ada yang tertawa senang, ada yang mual bahkan muntah, ada juga yang menangis.
Zenwa pun berjalan di antara keramaian itu untuk menyambut sang suami yang tampaknya sangat puas dengan permainan itu. Keduanya saling melambaikan tangan dan saling melempar senyum.
Namun tanpa Zenwa sadari, seseorang berjalan berlawanan arah dengannya, ia mengeluarkan sebuah pisau lipat dan saat berpapasan dengan Zenwa, orang langsung menusukan pisau tersebut ke perut Zenwa yang membuat Zenwa langsung berhenti melangkah saat merasakan perih di perutnya. Zenwa langsung menunduk melihat apa yang membantu perutnya sakit dan bersamaan dengan itu, dengan sengaja orang itu menyayatkan pisau itu, seolah sengaja ingin merobek perut Zenwa yang seketika membuat tubuh Zenwa kaku, ia terkejut dan juga kesakitan apalagi itu terjadi hanya dalam hitungan detik.
Tbc...
__ADS_1
Nangis, udah. Gemes, udah. Haredung, udah. Saatnya tegang....