Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 135 - Masa Kehamilan


__ADS_3

Daddy Gabriel dan Firda memasuki kamar hotel yang penuh kenangan, karena di sanalah pertama kali mereka merajut ikatan mereka walaupun awalnya ikatan itu seperti tali yang mencekik, menyiksa.


Malam ini, Mom Firda dan Daddy Gabriel memang tak pulang karena mereka ingin mengenang masa muda mereka.


"Dulu aku selalu benci dan sakit hati setiap kali melihat hotel," kata Mom Firda sembari melepaskan satu persatu pakaiannya, begitu juga dengan Daddy Gabriel.


"Terus, kalau sekarang?" Tanya suaminya itu sambil terkekeh.


"Jadi ingat kamu, Bang Gabriel," jawabnya dengan wajah merona.


Mom Gabriel memeluk istrinya itu dari belakang, mencium tengkuknya dengan gemas. "Di kamar ini, aku terbangun tanpa sehelai benangpun dengan seorang pria yang bukan suamiku, duniaku seperti hancur saat itu." Gabriel mendengarkan dengan seksama cerita sang istri. "Aku fikir Tuhan sudah tidak adil padaku, Dia mengujiku dengan sangat berat, tapi ternyata...." ia berbalik, menghadap suaminya.


"Tuhan adil, dan Tuhan adalah sebaik-baik penulis skenario." Daddy Gabriel tersenyum kemudian ia mengecup sudut bibir sang istri.


"Maafkan aku jika sebelumnya aku hadir sebagai kesalahan dan masalah dalam hidupmu, Sayang. Sementara kamu hadir sebagai anugerah dalam hidupku, mungkin di mata manusia itu terlihat sangat tidak adil. Tapi setelah apa yang kita miliki sekarang, semuanya sangat adil dan benar. "


.........


Di kamar hotel yang lain, Micheal sedang mengawasi istrinya yang saat ini sedang mencuci muka.


"Kamu tunggu disana, Sayang. Aku mau pipis dulu," kata Zenwa namun Micheal langsung menggeleng tegas.

__ADS_1


"Kok geleng kepala?"


"Aku mau liat kamu, takut nanti kamu jatuh. Kata Dokter, hamil muda itu harus hati-hati, jangan sampai jatuh dan kebanyakan orang tuh jatuh di kamar mandi," tutur Micheal panjang lebar.


Zenwa menghela napas berat, Micheal yang memang posesif kini semakin posesif padanya.


Setelah buang air kecil, Zenwa mencuci tangan kemudian ia keluar dari kamar mandi bersama Micheal, Zenwa naik ke atas ranjang begitu juga dengan Micheal. Ia menyelimuti Zenwa, kemudian mengecup kening istrinya itu dengan lembut.


"Jangan lupa berdo'a ya," kata Micheal dan Zenwa mengangguk.


Micheal juga berdo'a, tak lupa ia mendo'akan janin yang ada dalam rahim istrinya itu, berdo'a semoga kelak ia menjadi anak yang berbakti pada orang tua, yang cerdas, ta'at pada agama dan juga penyayang pada sesama.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih karena memberiku kebahagiaan yang tak terkira seperti ini," lirih Micheal, Zenwa memeluk pinggang suaminya itu, ia menyembunyikan wajahnya di dada Micheal.


"Terima kasih kembali, karena kamu sudah mau mencintaiku, mau bersabar menunggu cintaku. Terima kasih karena kamu sudah bersikap dewasa selama ini, sehingga pernikahan kita yang tidak di awali dengan cinta, bisa di jalankan dengan cinta yang luar biasa." Zenwa mendongak, menatap suaminya yang begitu tampan, paling tampan di dunia dimata Zenwa.


" Aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu," lirihnya yang membuat Micheal tersenyum.


" Aku mencintaimu, Sayang. Aku mencintai kalian berdua. "


.........

__ADS_1


Keesokan harinya, Daddy Gabriel mendatangi Micheal di kamarnya karena ia punya kabar gembira yang pasti akan membuat Micheal senang. Dan kabar itu adalah, Daddy Gabriel sudah berhasil membuat janji dengan Dokter ahli dari Amerika yang bisa menghilangkan bekas luka di perut Zenwa namun mereka harus berkonsultasi lebih dulu karena Zenwa sedang hamil.


"Siapa nama dokternya, Dad?" Tanya Micheal sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk, sementara Zenwa saat ini sedang makan salad buah yang katanya di idamkan sejak tadi malam.


"Dokter Mike Anderson," jawab Daddy yang membuat Micheal langsung menatap ayahnya itu.


"Siapa?" Tanya Micheal seolah ingin mengkonfirmasi jawaban sang ayah.


"Mike Anderson," jawab Daddy Gabriel tegas.


"Cowok?" Tanya Micheal dengan kedua alis yang naik.


"Laki-laki," jawab Daddy Gabriel tenang namun jawaban itu membuat Zenwa tertawa geli, beda halnya dengan Micheal yang mendelik.


"TOLAK!" seru Micheal dengan penuh penekanan. "Aku tidak mau ada laki-laki yang melihat perut istriku, enak saja."


"Tapi dia hebat loh, banyak rekan kerja Daddy yang datang padanya, Mickey."


"Daddy, dia itu laki-laki, aku tidak mau dia melihat perut Zenwa. Cari Dokter yang lain saja, yang perempuan!"


Tbc...

__ADS_1


__ADS_2