
Hari masih pagi, mentari pun masih bersembunyi dengan damai, namun suasana rumah sakit sudah sangat ramai.
Micheal bermalam di rumah sakit seperti biasa dan malam ini ia menjaga Zenwa bersama ayah mertuanya. Sedangkan Oma, Opa dan Ummi Zainab sudah pulang, karena bagaimanapun juga mereka harus beristirahat agar mereka tak jatuh sakit.
Micheal menatap wajah istrinya itu dengan sayu, sudah beberapa hari, namun Zenwa masih enggan membuka mata, padahal Dokter mengatakan kondisi Zenwa ada kemajuan.
Micheal mengecup kening istrinya itu cukup lama, tangannya menggenggam tangan Zenwa yang masih terasa dingin.
"Aku akan pergi sebentar saja, Sayang. Menyelesaikan sedikit urusan, setelah itu, aku akan kembali dan aku harap kamu sudah membuka mata saat aku kembali." Micheal berbisik di telinga Zenwa dengan lirih, sekali lagi Micheal mengecup kening Zenwa sembari memejamkan mata. Bayangan akan kebersamaannya dengan Zenwa kembali berputar dalam benaknya, saat Zenwa tertawa, saat Zenwa marah, saat Zenwa menangis dan saat Zenwa merengek kesakitan karena apa yang terjadi padanya beberapa hari yang lalu.
Setelah itu, Micheal melirik Abu Hamka yang masih tertidur di sofa, Micheal ingin membangunkannya namun ia merasa kasihan pada ayah mertuanya itu.
"Aku pergi dulu, Abi." Micheal menggumam lirih.
.........
"Ya Tuhan, dari mana kamu mendapatkan benda itu?" Pekik Zach saat melihat Micheal mengeluarkan senjata yang di selipkan di celananya, Micheal mengisi amunisinya dengan santai.
Ia memiliki dua senjata dan memberikan satu untuk Zach.
"Aku mencurinya, jangan menggunakan ini kecuali saat benar-benar terdesak," kata Micheal dengan santainya.
"Mencuri dari siapa? Tunggu, itu seperti...."
"Punya ayahmu, aku mencurinya saat datang kerumah mu kemarin," sela Micheal yang membuat Zach melongo.
Melihat kelakuan Micheal yang seperti ini seharusnya tidak membuatnya terkejut, karena dia adalah putra Gabriel, namun mengingat yang mendominasi karakter Micheal selama adalah karakter yang lembut, tentu Zach sulit percaya bahwa dia adalah Mickey.
Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju tempat persembunyian seseorang yang mereka duga kuat adalah pelaku kejahatan pada Zenwa.
Zach menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung kosong yang terbengkalai, dan letak gedung itu sangat jauh dari kota. Micheal dan Zach langsung turun dari mobil dengan senjata di tangan mereka.
__ADS_1
"Kamu yakin ini tempatnya?" Tanya Micheal untuk memastikan. Zach memeriksa ponselnya yang melacak keberadaan orang itu, dan Zach sangat yakin ini adalah tempat yang benar.
Pria itu, yang melakukan penyerangan pada Zenwa adalah salah satu anggota kelompok dari pembunuh bayaran yang cukup di kenal dan di takuti. Hal itu bisa di ketahui dari tato di leher pria itu, sebuah tato bergambar beberapa jenis senjata.
Memang tidak mudah mengintifikasinya, namun mudah bagi orang-orang yang sering berhadapan dengan kematian karena pembunuh bayaran itu.
Zach dan Micheal mengetahui hal itu setelah meminta bantuan Granpda Eduardo yang masih aktif di dunia bawah tanah. Dan berkat dialah, Zach dan Micheal mengetahui markas itu.
.........
Bukan hanya Micheal, Daddy Gabriel pun juga mendapatkan jawaban dari segala pertanyaannya. Dan tanpa membuang waktu, ia pun langsung terbang ke Jakarta. Namun dia harus di repotkan dengan dua ekornya yang merengek mau ikut padahal Daddy Gabriel sudah menjelaskan bahwa ia memiliki urusan yang sangat penting dan ini bisa berbahaya bagi mereka.
Namun, dua ekornya yang bernama Jibril dan Aira itu terus merengek, merayu, mengeluarkan semua jurus memelasnya membuat Daddy Gabriel mau tak mau harus membawa mereka bersamanya namun sesampainya di Jakarta, Daddy Gabriel langsung mengirim Aira dan Jibril ke rumah sakit untuk menemui Mommy Angeline sementara Gabriel sendiri pergi ke suatu tempat yang berada di pinggir kota.
Tbc...
Konflik ringan kok...
Btw, sambil nunggu mereka menangkap penjahat, yuk kepoin novel kakak othor kesayangan SkySal.
Judul : Adult Men Act Like Children
Penulis : Ramanda
Cuplikan....
Cuplikan di Bab: SEBUAH KEAJAIBAN.
Sesuai kesepakatan keesokan harinya, Dhanu dan Salwa pun menikah walaupun pada awalnya sangat sulit mengajarkan Dhanu untuk berijab qobul, dan selalu salah karena keterbatasannya. Namun kyai Zainal dengan sabarnya tetap membimbing Dhanu hingga pada akhirnya mereka di nyatakan sah!, oleh para saksi.
"Sekarang Wawa udah jadi istri Adan yaa.?" tanya Dhanu saat Salwa membawa Dhanu ke kamarnya, setelah tadi mereka menyaksikan kepergian Dharma yang tadi sempat menitipkan Dhanu pada Salwa dan Kyai Zainal.
__ADS_1
"Iya mas Ardhan, sekarang Wawa, udah jadi istrinya Mas Ardhan." jawab Salwa lembut.
"Horree..horree..Adan sekarang punya istri.." sorak Dhanu sambil berjingkrak-jingkrak kesenangan, bak anak kecil yang baru mendapatkan hadiah.
Salwa tersenyum lucu melihat tingkah suaminya yang seperti anak-anak itu. " jangan loncat-loncat Mas nanti kamu jatuh." ujar Salwa dengan lembut.
"Iya Wawa, Adan nggak loncat lagi kok, tapi nanti kita main mobil-mobilan ya?" balas Dhanu dengan wajah polosnya.
"Iya Mas, nanti kita main mobil-mobilan ya." balas Salwa dengan senyum manisnya. " Tapi sekarang mas Ardhan bobo dulu ya," lanjutnya dengan nada lembutnya.
"Baiklah Wawa, Adan sekarang mau bobo, tapi Wawa jangan pergi ya?"
"Iya Mas, Wawa nggak kemana-mana kok."
"Asyiiik, ya udah deh Adan sekarang bobo, ya Wawa." kata Dhanu yang kemudian ia pun mulai memejamkan matanya
"Iya Mas, " balas Salwa masih lembut, namun baru saja Dhanu memejamkan matanya, ia sudah kembali membuka matanya lagi
"Wawa, Adan nggak bisa bobo, kalau nggak di giniin kepalanya Adan, kalau di rumah Bi Ijah giniin kepala Adan Wawa," kata Dhanu dengan wajah polosnya, sambil ia mengusap rambutnya sendiri dari kata giniin.
"Oh baiklah, sekarang Wawa usap-usap kepala Mas Adhan ya."
"Hu'um" balas Dhanu, yang kemudian ia kembali memejamkan matanya setelah Salwa membelai-belai lembut rambut Dhanu, sambil dia bersholawat, membuat Dhanu senang mendengarnya.
Begitulah keseharian mereka setiap harinya, walaupun Dhanu tahu kalau Salwa adalah istrinya. Namun ia memperlakukan Salwa hanya seperti teman bermain baginya, begitu juga dengan Salwa, yang dengan sabarnya ia mengurus dan menemani Dhanu bak seorang ibu yang mendidik anaknya. Hingga pernikahan mereka berusia dua minggu, sebuah keajaiban pun datang pada Dhanu.
Di dalam tidurnya Dhanu ia bermimpi bertemu seorang kakek-kakek, berjubah putih, serta memakai sorban putih, lalu sang kakek meletakkan tangannya di dahi Dhanu yang terlihat bingung melihat sang kakek, namun itu hanya sesaat karena tiba-tiba Dhanu melihat masa lalunya, dan ia juga melihat kejahatan sang tante yang menyebabkan kematian orang tuanya serta saudaranya, membuat hatinya menjadi sedih, bercampur dengan kemarahan.
"Sekarang kamu sudah sembuh nak, lakukanlah yang terbaik, untuk keluarga mu, juga selamatkanlah harta kamu, dan bawalah kejalan kebaikan."
__ADS_1
Penasaran engga neh? Penasaran lah, masak engga. Cus, baca ya. Jangan lupa sampaikan salam SkySal sama Kak Ram. 😘