Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 105 - Terjebak


__ADS_3

Micheal dan Zach masuk ke gedung itu dengan hati-hati, dan mereka melihat ada seorang pria yang duduk di sebuah kursi, pria itu tak memakai baju, dan terdapat tato yang sama dengan tato pria yang mereka temukan di video itu tepat berada di leher pria itu. Micheal dani Zach melihat sekelilingnya, tempat itu sepi, seolah tidak ada siapapun disana.


Micheal dan Zach saling melirik sembari melangkah mendekati pria itu, namun tiba-tiba terdengar kekehan pria itu dan seketika ia menoleh dan langsung tersenyum miring pada Zach dan Micheal.


"Selamat datang, Tuan Muda Glatzel dan Tuan muda Emerson," ujarnya.


Zach dan Micheal menggeram saat menyadari bahwa ini adalah jebakan. Dan tak lama kemudian beberapa orang datang mengepung mereka dengan senjata di tangan mereka di todongkan pada Micheal dan Zach.


"Siapa kau?" Bertanya dengan suara beratnya. Bohong jika ia tak panik dalam keadaan seperti ini, namun Micheal tentu tak mau menampakkan hal itu. Micheal menatap mata pria itu, ia mengangkat dagunya dan membusungkan dadanya.


"Hanya teman lama ayahmu," kata pria itu.


"Jadi, kau menjebak kami?" Pria itu tertawa mendengar pertanyaan Zach yang menurutnya sangat lucu.

__ADS_1


"Rupanya kalian masih junior, apa kalian tidak di ajari bagaimana cara kerja dunia bawah tanah oleh ayah kalah?" Desis pria itu tajam.


"Tidak," jawab Micheal, pria itu menaikkan sebelah alisnya, seolah tak menyangka karena Micheal masih sempat menjawabnya dan menunjukkan wajah angkuhnya. "Ayah kami memang tidak mengajari cara kerja dunia kalian karena itu bukan dunia kami." lanjutnya.


"Lalu, untuk apa kamu datang kesini?" pria itu justru bertanya demikian. Micheal tersenyum miring, ia melangkah, mendekati pria itu dan seketika semua orang yang mengepung mereka juga mendekat pada Micheal dan Zach.


"Aku datang dengan polisi, aku datang untuk menangkapmu, membuatmu bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan pada istriku." Micheal mendesis.


"Polisi? Haha...." pria itu tertawa terbahak-bahak. "Polisi bahkan tidak bisa mencium keberadaan kami, lalu bagaimana mereka menangkapku?" Ia berkata dengan sangat sombong.


Pria itu, memang adalah musuh lama Gabriel, dan dahulu dia adalah rekan kerja ayah Gio yang memang seorang pembunuh bayaran dan ia juga rekan kerja Gio saat menyusup ke kelompok Gabriel. Namun karena Gio kini berbalik arah, ia merasa di khianati. Apalagi beberapa anak buah pilihannya tewas saat mereka menyerang Gabriel dan Firda dulu. Ia sudah berkorban banyak untuk Gio, tapi Gio justru mengkhianatinya. Selama ini ia tak menuntut balas, karena ia tahu kekuatan Gabriel dan Gio.


Tapi saat Eron dan Javeed datang padanya, ia jadi ingin sedikit bermain-main kembali.

__ADS_1


Tadinya, pria itu ingin langsung meng-eksukusi Micheal dan Zach saat mereka datang, namun sikap angkuh dan berani yang di tunjukan Micheal membuatnya penasaran pada anak muda di depannya ini.


"Jadi, kau gemas padaku?" Pria itu bertanya sembari menaikkan sebelah alisnya. Gemas? Gaya bahasa apa itu? Fikirnya.


"Iya, aku benar-benar gemas, ingin menggelitik perutmu dengan gergaji," kata Micheal sambil terkekeh.


Bukan hanya para musuhnya yang melongo dengan gurauan, Zach pun melongo seperti orang bodoh.


"Kenapa dia melawak di saat seperti ini? Ini detik-detik kematian kita, bodoh!" Zach hanya bisa menggeram dalam hati.


"Kau...." geram pria itu dan ia langsung mengangkat pistol di tangannya, mengarahkannya tepat ke mata Micheal.


Tbc...

__ADS_1


Tegang?


Sedikit aja...


__ADS_2