
"Kamu belanja online, Bang Gabriel?" Tanya Mom Firda setelah ia melihat riwayat transaksi di ponsel suaminya.
"Iya, Sayang. Kejutan," jawab Daddy Gabriel sambil tersenyum samar, penuh misteri.
"Belanja apa sih? Baru juga kita sampai," kata Mom Firda namun suaminya kembali menyunggingkan senyum misteriusnya.
"Aku sudah pesan dari tiga hari yang lalu kok, hari ini sampai."
.........
Sementara di luar, Micheal yang mendengar suara bel pintu langsung bergegas membuka pintu karena para pelayannya sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
"Cari siapa?" Tanya Micheal pada seorang kurir pria yang datang.
"Mau mengantar paket, Pak. Untuk Nyonya Firda," jawab sang kurir sembari menyerahkan kotak paket itu.
"Sudah bayar, kan?" Tanya Micheal sembari menerimanya.
"Sudah, Pak. Tolong tanda tangan disini...."
__ADS_1
"Okey, kira-kira Mom pesan apa ya? Baru juga sampai," gumamnya.
Micheal menilik kotak itu dan ia mengernyit karena kemasannya begitu cantik dan lucu.
Sambil berjalan masuk, Micheal mencoba membuka paket itu namun tiba-tiba terdengar suara bariton sang ayah yang membuatnya terlonjak.
"MIKAIL...!" Micheal terlonjak dan ia menganga lebar apalagi saat sang ayah berlari menuruni tangga.
"Apa sih, Dad?" Sungut Micheal.
"Jangan buka kotak itu!" Teriak Daddy Gabriel yang membuat Micheal mengerutkan keningnya, ia menatap ayahnya dan kotak itu bergantian.
"Memang apa isinya? Ini kan punya Mommy," jawab Micheal santai, kemudian ia duduk di sofa dan hendak membuka kotak itu namun tiba-tiba ayahnya menyambar kotak itu yang membuat Micheal terkejut. "Astagfirullah, memang isinya apa sih? Jadi curiga...." Micheal menyipitkan matanya, menatap sang ayah yang kini mendelik padanya.
Micheal semakin penasaran, ia pun segera berlari menyusul ayahnya dan merebut kotak itu yang membuat ayahnya berteriak kesal.
"Mikail...!"
"Kembalikan kotak itu!!!"
__ADS_1
"Haha, aku jadi penasaran, apa isinya?" Goda Micheal, ia berlari ke dapur dan ayahnya pun mengejarnya.
"Micheal, awas saja kalau kamu buka kotak itu! Daddy akan potong gaji kamu 75%!" Gertaknya namun sepertinya itu tak berhasil. Micheal mengambil gunting dan merobek bungkus kotak kecil itu masih sambil berlari menghindari sang ayah.
"Masih ada Daddy Aryan dan Mom Angel yang bisa di mintai uang," ucapnya dengan enteng yang membuat ayahnya mendelik kesal.
Zenwa dan Mom Firda yang mendengar keributan di bawah akhirnya turun, mereka berdua mencari asal suara itu dan mereka mendapati Daddy Gabriel yang main kejar-kejaran dengan Micheal.
"Astagfirullah, ini sudah sore, kenapa kalian main kejar-kejaran dan bukannya mandi?" Teriak Mom Firda namun kedua pria itu seolah tak mendengarnya.
"Micheal, kembalikan kotak itu...!" Teriak Daddy Gabriel lagi dan kini ia sudah berhasil menangkap Micheal. "Kembalikan putraku, Sayang," Geramnya sambil berusaha merebut kotak itu namun Micheal memegangnya dengan kuat.
Bahkan kini keduanya sampai berguling di lantai yang membuat Zenwa dan Mom Firda bingung. "Sebenarnya kalian merebutkan apa?" Tanya Zenwa.
"Jangan seperti anak kecil ya, ini sudah sore. Sebentar lagi magrib!" Teriak Mom Firda namun kedua pria itu tetap bergulat memperebutkan barang yang tak mereka ketahui isinya.
"Zenwa, tangkap ini...!" Micheal melempar kotak itu pada Zenwa dan Zenwa pun menangkapnya. "Buka itu!" Perintah itu Micheal.
"Jangan, Zenwa!" Sanggah Daddy Gabriel yang membuat Zenwa bingung, ikut perintah suami apa mertua?
__ADS_1
"Ck, memang apa sih isinya?" Gerutu Mom Firda, ia menyambar kotak paket itu, membukanya dan mengeluarkan isinya, yang seketika membuat kedua bola matanya melotot sempurna dan mulutnya terbuka lebar. Sementara Zenwa yang melihat barang aneh di tangan mertuanya itu hanya bisa melongo bingung.
"Siapa yang memesan jaring-jaring begini?" Tanya Zenwa dengan polosnya.