
Perubahan sikap Zenwa semakin hari semakin terlihat berbeda, selera makannya naik turun, emosinya pun demikian. Ia mudah lelah dan begitu sensitif terhadap berbagai hal, dan itu menyebabkan pertengkaran kecil selalu terjadi antara dirinya dan Micheal yang begitu posesif pada Zenwa dan Zenwa pun tak kalah posesifnya pada Micheal.
Seperti malam ini, keduanya cekcok hanya karena tadi Micheal menemui rekan kerjanya yang seorang wanita dan Micheal tidak memberi tahu itu pada Zenwa. Saat Zenwa menelepon Micheal, Micheal tidak menjawabnya.
Bagaiamana Zenwa tahu kalau Micheal menemui seorang wanita sementara Micheal tak memberi tahu? Itu terjawab dengan panca indera Zenwa yang juga sensitif, saat ia bersalaman dan mencium tangan Micheal saat Micheal pulang, Zenwa mencium ada aroma lain di tangan suaminya itu.
"Perempuan mana sih yang kamu temui, huh? Pantas aja ya, aku telfon jutaan kali tidak di jawab," tukas Zenwa penuh Emosi sembari mengibas ranjang.
Sementara Micheal hanya bisa meringis, sudah berulang kali ia menjelaskan bahwa tadi ia hanya mengambil jaket wanita itu yang terjatuh ke lantai dan wanita yang di temui nya adalah rekan kerjanya, ia juga bertemu wanita itu bersama Akbar.
"Kamu itu kenapa sih, Sayang? Hem? Akhir-akhir ini kamu itu posesif, sensitif, emosian. Banyak-banyak sholat sunnah, ya!" Micheal berkata dengan lembut sebenarnya, dan ajaran itu ia dapatkan dari ayahnya saat Micheal tak bisa menahan emosinya. Namun Zenwa justru tampak semakin kesal.
"Jadi menurut kamu aku kurang sholat? Begitu?" desis Zenwa dengan kesal.
__ADS_1
"Ya Allah, salah lagi," gumam Micheal.
"Ya salah lah!" seru Zenwa dengan dada yang bergemuruh. "Aku posesif salah, sementara kamu sendiri? Kamu itu super posesif," tukasnya.
"Aku posesif karena aku cinta sama kamu, Zenwa." Micheal berkata dengan lembut, berharap emosi Zenwa tidak naik lagi.
"Ya aku juga begini karena cinta sama kamu!" Balas Zenwa yang justru tampak semakin kesal, matanya sudah berkaca-kaca, hidungnya kembang kempis dan sudah memerah, dadanya bahkan naik turun dan selalu inilah akhir dari pertengkaran mereka.
"Tuh kan, kamu mau nangis lagi...." lirih Micheal yang juga tampak sedih, ia paling tidak bisa kalau melihat istrinya itu meneteskan air mata.
"Sayang, aku bukan menemui wanita lain, dia itu cuma rekan kerjaku. Dan aku juga bukannya mengabaikan kamu, tadi hp aku di silent, maaf ya...."
"Banyak banget alasan kamu, hiks hiks...." Zenwa mengusap air mata yang mengalir di pipinya. "Kamu itu sebenarnya sayang nggak sih sama aku, huh? Cinta nggak sih?"
__ADS_1
"Ya sayang banget, Zenwaku, istriku, belahan jiwaku. Cinta banget sampai mati," jawab Micheal, perlahan ia mendekati Zenwa kemudian langsung memeluk Zenwa. Kali ini Zenwa tidak menolak, justru ia melingkarkan tangannya di pinggang suaminya itu.
"Jangan buat aku kesal lagi ya," lirihnya yang membuat Micheal terkekeh.
"Iya, kamu juga tidak perlu berfikiran yang aneh-aneh. Jiwaku, hatiku, fikiranku, ragaku, semuanya punya kamu, sudah aku serahkan sama kamu, hm." Micheal berkata dengan begitu tulus.
"Terus? Wanita itu siapa? Kenapa kamu silent ponsel kamu? Sengaja ya?"
"Astagfirullah! Wanita kalau sensi begini amat ya!"
**Tbc....
Reader Sayang....
__ADS_1
Coba deh mampir ke kisah cinta Sarah dan Devano. Seru banget loh. 😘**