Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 83


__ADS_3

"Tidak jadi?" Tanya Zenwa karena Micheal kembali lagi ke kamarnya, bahkan pria itu mengunci pintu kamarnya. Micheal menggeleng sambil tersenyum samar, ia kembali naik ke atas ranjang. Duduk bersila berhadapan dengan Zenwa.


"Aku mau tanya sesuatu sama kamu," ucapnya yang membuat hati Zenwa berdebar, menerka kira-kira pertanyaan apa yang akan di ajukan suaminya itu.


"Mau tanya soal apa?" Tanya Zenwa.


"Apa kamu benar-benar ikhlas menerimaku sebagai suamimu? ikhlaskah kamu jika malam ini aku meminta hakku sebagai suami?" hati Zenwa terkesiap mendengar pertanyaan Micheal.


Ikhlas atau tidak, Micheal adalah suaminya, sah secara hukum negara dan agama. Dan sebagai seorang istri, kewajiban Zenwa seharusnya tidak perlu di tawar apalagi di pertanyakan.


"Jika kamu memang belum siap menerimaku, Zenwa. Aku tidak masalah, aku akan setia menunggu sampai kamu siap," ujar Micheal kemudian.


"Jika aku juga boleh bertanya, aku juga mau bertanya," ucap Zenwa dan Micheal mengangguk, mempersilahkan Zenwa bertanya. "Apakah kamu sendiri benar-benar menganggapku sebagai istrimu? Bukan lagi pelampiasan apalagi pengganti Kak Arini?" Micheal terhenyak mendengar pertanyaan Zenwa, ia menatap istrinya itu dengan nanar. Rupanya masih masalah yang sama.

__ADS_1


"Hey, tatap mataku...." Micheal menggenggam tangan Zenwa dan ia pun menatap mata istrinya itu.


"Dulu, saat aku mengatakan akan menikahimu pada mendiang Kakakmu, itu memang terlontar begitu saja, spontan. dan benar, saat itu kamu hanya pelampiasan, pelarian dan penggantinya. Tapi, saat aku mengucapkan akad atas namamu, saat itu tujuan dan pusat hidupku hanya satu, yaitu kamu, Zenwa. Wanita yang aku pilih menjadi makmumku, istriku. Janji suci pernikahan yang terucap dari bibirku begitu tulus dari hatiku, Allah dan malaikat-Nya menjadi saksiku, Zenwa."


Zenwa terenyuh mendengar apa yang di ucapkan sang suami, hatinya tersentuh, jiwanya bergetar. Apalagi Zenwa juga menyaksikan bagaimana Micheal berusaha mengambil hatinya selama ini, bagaimana Micheal berusaha menjadi suami yang baik untuknya, Micheal telah banyak berjuang. Dan jujur saja, Zenwa juga menyukai kejujuran Micheal yang tidak pernah menyembunyikan apapun darinya, termasuk tentang perasaannya pada Arini.


Apa yang Micheal ucapkan dan katakan adalah apa yang ada di hati dan fikirannya, dia tidak munafik dan tidak mencari pembelaan diri walaupun itu menyakitkan. Namun Zenwa jauh lebih menyukai pahitnya kejujuran dari pada manisnya kebohongan.


Tanpa di sangka, Zenwa juga menggenggam tangan Micheal kemudian ia mendekatkan tangan suaminya itu ke bibirnya, Zenwa mengecupnya dengan lembut yang langsung membuat darah Micheal berdesir, jiwanya bergetar hingga terasa ke ubun-ubunnya.


"Maafkan aku, karena aku tidak bisa menjadi makmum yang baik untukmu selama ini, maafkan aku karena tidak menghargai perjuaganmu." Zenwa berkata dengan suara rendah, permintaan maaf itu begitu tulus dari hatinya, membuat hati Micheal tersentuh.


"Jangan minta maaf, aku bisa mengerti perasaanmu," kata Micheal sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian tangannya yang hangat itu membelai pipi Zenwa dengan sayang, sebelum akhirnya ia memberikan kecupan hangat di kening Zenwa.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi di masa lalu, itu hanya masa lalu dan aku sudah menutup kisah yang bahkan belum di mulai itu, Zenwa. Sekarang, aku hanya punya satu kisah yang ingin aku tulis bersamamu," lirihnya dengan begitu dalam. "Yaitu kita, kisah kita." Zenwa mengangguk sambil tersenyum.


"Sekarang, apa kamu tidak mau menciumku?" Tanya Micheal kemudian yang membuat pipi Zenwa langsung memerah. Micheal membawa tangan Zenwa ke pipinya, telapak tangan Zenwa yang lembut itu tergelitik dengan bulu-bulu halus yang tumbuh di rahang sang suam. Kemudian Micheal menundukan kepalanya dan mendekatkan keningnya ke Zenwa.


Jantung Zenwa semakin berdebar, seolah akan melompat dari tempatnya, seluruh tubuhnya panas dingin, dan Zenwa memantapkan hatinya, inilah saatnya, tidak perlu lagi menunggu.


"Bismillah...." Dengan mengucap bismillah, Zenwa mendekatkan bibirnya ke kening sang suami sebelum akhirnya memberikan kecupan hangat disana. Micheal menahan napas, ia memejamkan mata menikmati halusnya sentuhan bibir Zenwa, hatinya di landa perasaan hangat yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


Zenwa menyudahi kecupannya dan Micheal pun membuka mata. Tatapan keduanya bertemu, seolah mengungkapkan perasaan yang bahkan tidak mampu bibir mereka ucapkan.


"Sholat dulu ya..." lirih Micheal dan Zenwa mengangguk.


Tbc...

__ADS_1


...Tbc di saat seperti bikin kessel nggak sih? 🤭...


...Hari ini unboxing kok, jangan lupa intip terus, ya.😘...


__ADS_2