
"Kamu tidak mau tidur?" Tanya Micheal yang melihat Zenwa justru asyik dengan buku yang di pegangnya.
"Sebentar lagi," jawab Zenwa tanpa menoleh pada suaminya itu. Zenwa membaca buku itu tanpa suara, hanya terlihat gerakan bibirnya yang begitu menggemaskan.
"Em, Zenwa...." panggil Micheal sembari dengan gugup, ia menjilat bibirnya yang tiba-tiba terasa kering.
"Hem," jawab Zenwa.
"Tidak apa-apa, aku tidur duluan ya," lirih Micheal yang membuat kening Zenwa berkerut, ia pun menutup bukunya dan menoleh pada suaminya yang tampak seperti orang merajuk itu.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Zenwa namun Micheal enggan menjawab, ia berbalik dan tidur memunggungi Zenwa. Zenwa hanya menatap punggung suaminya itu sebelum akhirnya ia pun juga tidur memunggungi Micheal.
.........
"Aku benar-benar merindukanmu, Sayang...." Daddy Gabriel mengerang lirih di leher sang istri, ia mengecupnya, menciumnya, bahkan menggigitnya dengan gemas membuat sang istri hanya bisa bisa melenguh pasrah di bawah kenikmatan yang di berikan sang suami.
__ADS_1
"Apa kamu ingat? Di kamar ini, pertama kalinya aku menciummu, menyentuhmu, aku tidak bisa melupakan pagi itu, Sayang," racaunya sembari terus mencumbu sang pujaan.
Ciumannya turun ke dada sang istri, ia mencumbunya dengan penuh cinta, memuja sang istri. "Favoritku," bisiknya yang membuat Mom Firda terkekeh.
"Tapi sudah tidak sama seperti dulu, dua anakmu sudah menyedot isinya," kata Mom Firda sembari melirik suami yang kini menggantikan anak-anaknya, menikmati sumber kehidupan mereka, walaupun Daddy Gabriel tak kebagian jatah air susunya.
"Rasanya masih sama, Sayang. Nikmat, membuatku gila," ia terus meracau, tangannya bekerja sama dengan bibirnya, memberikan sentuhan dan rangsangan yang membuat sang istri memekik tertahan saat jari jemari sang suami bermain nakal di pusat dirinya.
"Ouch, Gabriel..." desisnya. Pergerakan jari sang suami semakin cepat di bawah sana, membuat Mom Firda menggeliat, menggelinjang, punggungnya melengkung saat jari jemari itu lebih cepat lagi bergerliya di bawah sana, seolah mencari titik tertentu yang pasti membuat seorang wanita melayang ke udara.
Kepala Mom Firda terlempar ke belakang dengan mata yang merem melek, sang suami terkekeh puas, ia selalu suka ekspresi wajah pujaan hatinya yang selalu menunjukkan betapa ia puas dengan pelayanannya. Hingga erangan panjang terlontar dari bibir sang istri bersamaan dengan seluruh tubuhnya yang menegang sempurna, pinggulnya terangkat tinggi.
"Aku mencintaimu, Sayang. Aku mencintaimu, Lenteraku." Mom Firda tersenyum lemas, ia menatap suaminya itu dengan pandangan yang sayu.
Daddy Gabriel Gabriel mengecup kening sang istri, kedua kelopak matanya, ujung hidungnya, kedua pipinya dan berhenti di bibir sang istri, ia menciumnya dengan lembut dan Mom Firda menyambutnya dengan senang hati.
__ADS_1
"Apa boleh aku masuk sekarang?" Ia berbisik tepat di bibir Mom Firda.
"Yeah, aku juga merindukanmu, Sayang."
Keduanya mengerang tertahan saat penyatuan cinta kembali di lakukan, di tempat yang sama saat pertama kali mereka bercinta. Rasanya masih sama, meskipun sang istri telah melahirkan dua anak yang menjadi penyempurna hidup mereka.
Rasanya masih sama, meskipun usia mereka tak lagi muda.
Rasanya masih sama, dan takkan pernah berubah, karena cinta dan ketulusan mereka masih dan akan selalu sama.
Perubahan fisik seiring berjalannya waktu tidak akan pernah menjadi alasan seseorang berpaling selama cinta mereka dan ketulusan mereka masih sama.
***Tbc...
...SkySal mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1443....
__ADS_1
...Mohon maaf lahir batin, maafin juga Bang Gabriel yang tak ingat tempat dan waktu....
...Kita lebaran, Bang Gabriel dan Ning Firda***.... ...