
"Bunuh mereka berdua dan gantung mayatnya di depan rumah mereka!" Tegas pria itu yang membuat Zach meringis sementara Micheal justru terkekeh yang menarik perhatian semua orang.
Pria itu tampak begitu geram pada Micheal dan ia sudah akan menarik pelatuk pistolnya namun tiba-tiba muncul asap tebal yang entah datang dari mana. Dan hanya dalam hitungan detik, semua orang langsung jatuh pingsan tanpa terkecuali. Termasuk Micheal dan Zach.
Muncul tim kepolisian yang cukup banyak dengan alat pelindung diri yang membungkus tubuh mereka dan senjata yang siap di tangan mereka.
Daddy Gabriel dan uncle Gio juga datang bersama mereka.
Dan saat mereka melihat anak-anak mereka tergeletak di antara para penjahat itu, mereka berdua hanya berdecak.
"Dasar anak nakal!" geram Gio kesal.
"Setidaknya mereka membantu kita menemukan tempat persembunyian para penjahat ini," kata daddy Gabriel dengan tenangnya.
"Mereka bukan membantu, hanya sok tahu," jawab Gio. "Kalau kita terlambat 5 detik saja, mungkin mereka berdua sudah jadi bubur sekarang." lanjutnya namun hal itu tidak membuat Gabriel terlihat takut, ia justru terkekeh.
"Bawa dua anak itu ke penjara bersama para penjahat yang lain!" Perintah Gabriel.
Para polisi itu itu pun langsung mengamankan semua penjahat yang jatuh pingsan disana, mereka juga mengumpulkan berbagai macam bukti yang ada di gedung itu, dari beberapa komputer yang berasa data penting tentang kelompok mereka, target maupun klien mereka. Dan mereka juga menyita beberapa senjata milik mereka.
...
__ADS_1
Aira dan Jibril masih berada di rumah sakit, menunggu perintah ayah mereka selanjutnya karena sebelumnya ayah mereka memerintahkan mereka tetap di rumah sakit sampai dia kembali.
Mommy Angeline dan yang lainnya juga menunggu harap-harap cemas, apalagi Micheal juga masih tidak kembali.
"Awas saja jika sampai terjadi sesuatu denganmu, Micheal!" gumam mom Angeline yang benar-benar merasa khawatir pada putranya itu.
Dan tak lama kemudian yang mereka tunggu akhirnya datang, Gabriel, Aryan dan Gio.
"Bagaiamana?" Tanya Ummi Zainab dengan antusias. "apa kalian berhasil menangkap pelakunya?"
"Iya," jawab Gio.
"Lalu dimana Micheal?" tanya Mommy Angeline.
"Apa Micheal baik-baik saja, dia tidak terluka, kan?" Tanya Oma dengan suara yang bergetar karena ia sangat cemas.
"Iya, kenapa dia tidak datang bersama kalian?" Abi Hamka pun ikutan bertanya.
"Dia ada di penjara," jawab Daddy Gabriel yang membuat semua orang melongo.
"Apa?"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Bagaiamana bisa?"
"Apa dia membunuh orang?"
.........
Sementara itu, Javeed yang baru pulang setelah mengurus kuda-kudanya di kejutkan dengan kondisi ibunya yang tergeletak di lantai.
Javeed sangat panik apalagi wajah ibunya begitu pucat dan tangannya sangat dingin, tanpa membuang waktu, ia pun langsung membawa ibunya itu ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, ibunya langsung di tangani oleh Dokter yang biasa menangani ibunya itu.
"Oh Tuhan, semoga Mommy baik-baik saja," gumam Javeed penuh harap. Ia mondar mandiri di depan ruangan ibunya yang saat ini sedang di periksa oleh Dokter.
Tak lama kemudian Dokter keluar dan memberi kabar kalau tekanan darah ibu Javeed sangat rendah namun selain itu, ia baik-baik saja. Javeed menghela napas lega.
"Oh Tuhan, syukurlah," kata Javeed namun tiba-tiba terdengar suara wanita yang muncul dari belakangnya.
"Darah rendah itu tidak baik, kok malah bersyukur?"
__ADS_1
Javeed menoleh, dan ia terpana saat melihat mata gadis itu sementara sebagian wajahnya tertutup kain cadar.
Tbc...