Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 42


__ADS_3

Setelah berbicara cukup lama dengan Om Billy, Micheal pun bergegas ke kamarnya karena ia ingin segera mandi dan istirahat.


Dan sesampainya di kamarnya, Micheal melihat Zenwa yang sedang membongkar kopernya seperti mencari sesuatu.


"Cari apa?" Tanya Micheal.


"Buku, sepertinya aku sudah bawa tapi kenapa tidak ada?" Gumam Zenwa yang masih fokus mencari buku di kopernya.


"Itu bukannya buku-buku?" Tanya Micheal karena memang ada beberapa buku disana.


"Bukan yang ini, buku do'a yang aku tulis sendiri," tukas Zenwa.


"Mungkin keselip, mau aku bantuin cari?" Tanya Micheal.


"Nah, ini dia..." seru Zenwa kemudian dengan senyum girang di bibirnya.


"Kamu suka membaca kisah para sahabat?" Tanya Micheal karena buku yang di bawa Zenwa adalah buku-buku yang berisi kisah para sahabat, tabi'in dan orang-orang sholeh lainnya.


"Iya, karena dengan membaca kisah mereka, itu bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan keimanan kita," kata Zenwa kemudian ia menyusun buku-bukunya itu di meja.


"Kamu taruh bajumu di lemari sana, disana masih kosong," ujar Micheal sembari menunjuk lemari yang ada di samping lemarinya.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Zenwa dan ia pun mulai menyusun pakaiannya disana.


Sementara Micheal, ia menarik handuk baru dari lemarinya kemudian bergegas ke kamar mandi.


Setelah mandi, Micheal tak melihat Zenwa di kamarnya. Micheal segera berpakaian dan saat Micheal hendak keluar kamar, pandangannya tertuju pada tumpukan buku Zenwa di atas meja dan di meja yang sama, ada foto boneka Arini yang terpajang disana. Micheal sedikit terkejut dan ia segera menyambar foto itu.


"Ya Allah, kenapa aku lupa pindahin ini," gumamnya dan sekarang pandangannya tertuju pada buku Rabiah Al Adawiyah milik Zenwa, yang menarik perhatian Micheal bukan bukunya, melainkan nama Micheal yang tertulis disana dalam bahasa Arab.


Micheal mengambil buku itu, sekali lagi ia membaca namanya dan ia tahu itu pasti di tulis oleh Zenwa, "Mikail," gumamnya.


Bersamaan dengan itu pintu kamarnya terbuka, Micheal langsung mengembalikan buku Zenwa pada tempatnya dan ia menyembunyikan foto boneka itu di punggungnya.


"Dari mana?" Tanya Micheal pada Zenwa yang datang dengan membawa segelas air putih.


"Seharusnya kamu tidak perlu turun, kamu bisa panggil Bi Eni atau yang lainnya dari telfon, tekan saja angka 1, itu akan tersambung ke dapur," tukas Micheal.


"Tidak apa-apa, aku bisa sendiri," balas Zenwa, "Oh ya, dimana aku bisa meletakkan buku-buku ku?"


"Di laci, em sebenarnya terserah kamu mau dimana, tapi biasanya aku taruh di laci," ujar Micheal dan Zenwa mengangguk sambil tersenyum. Ia pun mengambil bukunya dan memasukannya ke dalam laci.


"Zenwa...!" seru Micheal kemudian.

__ADS_1


"Hem," jawab Zenwa tanpa menoleh.


"Emm..." Micheal tidak tahu harus berkata apa, hati kecilnya merasa bersalah karena membiarkan Zenwa melihat barang Arini di kamar mereka, namun Micheal tidak tahu harus berkata apa, "Nanti malam kita dinner ya!"


"Apa?" pekik Zenwa terkejut, bahkan Micheal sendiri terkejut dengan apa yang meluncur begitu saja dari bibirnya, hal itu sama sekali tidak ada di otaknya.


"Dinner?" Tanya Zenwa ingin memastikan.


"Emm..." Micheal melirik kesana kemari, mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan Zenwa, "Iya, em tadi itu ... Mom telfon, katanya mau ngajak kita dinner, anggap saja sebagai penyambutan buat kamu." lanjutnya dan tanpa curiga sedikitpun Zenwa percaya saja dan setuju untuk pergi dinner.


Tbc...


***Iklan...


Mampir di cerita teman SkySal yang menarik ini, yuk!


Judul : Gadis Pemimpi


Penulis : Bhebz


Terlahir miskin dan jauh dari kata cantik membuatnya jadi rendah diri dan sering mendapatkan perundungan dan pembullian. Hingga ia menutup diri dari dunia luar walaupun ia mempunyai banyak mimpi. Hidupnya hanya dihabiskan di dalam rumah bersama Ayah dan Ibunya yang bagaikan istana buatnya. Hingga suatu peristiwa besar mengharuskannya keluar dari rumah yang bagaikan cangkang yang nyaman buatnya. Akankah mimpi-mimpinya akan menjadi nyata di luar sana? Akankah takdirnya bisa berubah menjadi lebih baik***?

__ADS_1



__ADS_2