Makmum Pilihan Micheal Emerson

Makmum Pilihan Micheal Emerson
Episode 59


__ADS_3

"Masuk, tidak di kunci!" Seru Micheal dari dalam yang membuat Zenwa langsung melotot.


"Astagfirullah..." ucapnya.


"Kok astaghfirullah? Aku mau cukur, cukurin ya."


"Huh?" Pekik Zenwa bingung, namun belum sempat ia bertanya lagi, pintu kamar mandi terbuka dan Micheal langsung menarik Zenwa ke dalam.


"Aku buru-buru, Zenwa. Kenapa kamu huh hah huh hah?" Gerutu Micheal yang semakin membuat Zenwa tampak bingung.


"Memangnya kamu tidak bisa cukur sendiri?" Tanya Zenwa akhirnya.


"Ya bisa, cuma aku mau di cukurin, biar kamu belajar juga," kata Micheal yang membuat Zenwa mengernyit.


"Buat apa aku belajar cukur? Aku kan tidak akan bekerja jadi tukang cukur," ujarnya yang membuat Micheal tertawa geli.


"Sekarang kamu itu sudah punya suami, jadi harus belajar mengurus keperluan suami, termasuk cukur. Neh..." Micheal menyerahkan alat cukurnya beserta krim cukur.


"Katanya buru-buru, seharusnya cukur sendiri biar cepat," balas Zenwa yang membuat Micheal langsung berkacak pinggang.


"Tahu engga, di sekolah, kamu pasti di ajarin tentang Bagaiamana taat pada suami, kan?" Tanya Micheal yang membuat Zenwa mendengus, ia pun segera melakukan apapun yang Micheal mau.


Micheal duduk di pinggir buth tub, dan ia mendongakan kepalanya, tatapannya menatap Zenwa yang kini mulai menyemprotkan krim pencukur di rahang dan dagu Micheal.


"Apa begini caranya?" tanya Zenwa.


"Hem," jawab Micheal dengan senyum tertahan, Zenwa sedikit membungkuk saat ia mulai mencukukur bulu-bulu halus yang tumbuh di sekitar rahang sang suami dan itu membuat wajahnya begitu dekat dengan wajah Micheal.

__ADS_1


Jantung Zenwa berdetak sangat kencang, ia bahkan takut Micheal sampai mendengarnya. Begitu juga dengan Micheal, untuk pertama kalinya ia begitu dekat Zenwa, Micheal bahkan bisa merasakan hembusan napas Zenwa yang menerapa wajahnya. Membuat jiwa lelaki Micheal tergelitik dan ia hanya bisa menahan napas


"Kenapa? Apa kamu takut aku melukaimu?" Tanya Zenwa dengan suara lirih.


"Kenapa kamu bertanya begitu?" Tanya Micheal.


"Kamu menahan napas," tukas Zenwa yang membuat pandangan Micheal langsung tak fokus, ia melirik kesana kemari, seolah ingin menghindari tatapan Zenwa yang kini menatap tepat di kedua matanya. "Kenapa?" Tanya Zenwa.


"Tidak apa-apa," jawab Micheal lirih.


"Baiklah, aku juga tidak akan melukai putra Gabriel Emerson, resikonya terlalu besar."


.........


"Kenapa begitu ya?" Micheal menggumam sembari mengetuk-ngetukan pensil di meja kerjanya, raut wajahnya seperti orang bingung, tatapan matanya seperti seorang yang sedang tersesat dan sedang mencari sebuah jawaban. "Kenapa aku deg degan setiap kali dekat dengan Zenwa? Apa karena aku masih takut dia marah?"


"Ah, masak? Zenwa bukan tipe wanita pemarah, aku tidak perlu takut. Aku juga sengaja mendekati dia supaya pernikahan kami berjalan lancar. Tapi, kenapa jadi jantungku yang tidak lancar?"


"Permisi, Pak. Assalamualaikum..." Micheal terlonjak kaget saat tiba-tiba mendengar suara Akbar yang kini sudah ada di depannya.


"Akbar, kenapa kamu tidak mengetuk pintu?" Pekik Micheal kesal yang membuat Akbar terlihat bingung.


"Saya sudah mengetuk pintu beberapa kali, Pak. Maaf," ucap Akbar.


"Ada apa?" Tanya Micheal kemudian.


"Oh, itu, Pak. Kemarin Tuan Arsyad menghubungi saya untuk membuat janji dengan Pak Micheal..."

__ADS_1


"Oh itu, iya, kami sudah bertemu," sela Micheal dengan cepat. "Oh ya, tapi kenapa kamu kenal dia?"


"Saya donatur di sekolah TK-nya, Pak. Karena sekolah TK beliau itu gratis, tapi beliu tetap menggaji guru yang mengajar disana. Dia juga pernah menolong saya beberapa tahun yang lalu saat saya membutuhkan uang kuliah," tukas Akbar panjang lebar yang membuat Micheal tercengang.


"Sekolahnya gratis tapi dia tetap menggaji gurunya?"


Tbc...


Hm, kemarin readernya SkySal ini sempat resah gelisah gara-gara cukur?


Ada apa dengan cukur?


Kan sudah biasa, pria mencukur kumis, janggut, dan...?


Itu saja 'kan yang du cukur?


Btw, sambil menunggu episode Zenwa dan Micheal, mampir di cerita SkySal yang satu ini, Yuk.


...BLURB...


Ghiea Kaviani hampir gila karena kelakuan bossnya yang bernama Alexavier Anson, Xavier bersikap begitu posesif padanya, pemaksa, namun ia juga sangat manis, sekuat apapun Ghiea berusaha lepas dari bossnya, ia tak pernah bisa.


Hingga akhirnya sebuah fakta terungkap, alasan di balik sikap posesif Xavier padanya.


Apakah alasan itu?


Penasaran?

__ADS_1


...Yuk, mampir dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Ghiea dan Xavier menunggumu disana. ...



__ADS_2