melepaskan

melepaskan
Bab 1


__ADS_3

Kring  ..... bunyi alarm itu berbunyi dengan


kerasnya . dan sebuah tangan menggapai dan mematikan bunyi alarm itu , tangan


seorang wanita yang baru tertidur 3 jam yang lalu , di gapainya dan di lihatnya


jam tersebut dan wanita itu pun bangkit dari tidurnya . dia melakuakan sedikit


peregangan pada tubuhnya sebelum dia bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas


untuk mandi , ya hari ini dia ada meeting bersama di sebuah perusahaan .


Namanya Prisiliya prasetyo laksono seorang wanita muda lebih tepatnya desainer muda ternama


dan juga make up tenama tak mudah bagi prisil mencapai ini semua banyak


rintangan yang harus prisil alami dari biaya sekolah dan juga hidupnya bersama


neneknya . sejak kedua orang tua prisil meninggal hanya neneknya lah yang


mengurusnya hingga pada saat nenek nya mulai sakit – sakitan prisil lah yang


menggantikan neneknya mencari nafkah , dari prisil menjual desainnya pada temen


temannya yang berprofesi sebagai model dan juga merias di saat sepulang sekolah


di salah satu salon . ya prisil yang dulunya bersekolah di sekolah kejuruan ini

__ADS_1


menggunakan kemampuaanya untuk mencari nafkan untuk dia dan neneknya meski


tidak banyak tapi bisa membiayai kehidupannya dan juga sekolahnnya meski


terkadang dalam kekurangan setidaknya ada makanan untuk neneknnya , hingga


suatu saat prisil memutuskan untuk pindah ke ibukota karena masalah yang


membuat prisil sangat terpuruk dan memutuskan untuk pindah ke ibu


kota untuk melanjutkan hidupnya , di kota ini lah sekarang prisil berusaha


keras tiada hentinya dan akhirnya membawanya pada kesuksesannya yang sekarang .


Seperti biasa setelah mandi prisil menuju meja riasnya dan memoles make up pada wajahnnya


sekedar meminum susu dan memakan sehelai roti kesukaannya , prisil tinggal di


sebuah apartemen mewah di ibukota dan nenek nya berada di kota asalnya , karena


sang nenek yang menolak untuk di ajak ke ibu kota dengan alasan di ibukota yang


bising sehingga neneknya lebih memilih hidup di kota asalnya yng tidaklah


begitu ramai . alhasil prisil hidup sendiri di ibukota dan sesekali prisil kembali ke kota


asalnya untuk mengunjungi neneknya . setelah selesai sarapan prisil menuju tempat

__ADS_1


sepatunya di susun rapi , ya prisil sangat menyukai sepatu , dari sepatu cats ,


santai , hingga sepatu hak tinggi yang prisil sangat suka . di ambilnya satu


sepatu yang menurutnya senada dengan bajunya dan segera bergegas menuju parkiran


mobilnya dan melaju menuju butiknya yang tidak jauh dari apartemennya


Setelah sampai butik prisil segera menuju ruangannya dan mempersiapkan berkas yang akan dia siapkan


untuk presentasi dengan salah satu perusaha pakaian ternama . tak lama


masuklah seorang wanita muda yang seumuran dengannya


“  apa ada yang bisa saya bantu untuk persiapan presentasi nanti ?” kata  wanita itu .


prisil menoleh “ ya tentu banyak sekali persiapan yang harus kita bawa rizka “


dengan senyum dan menunjuk pada tumpukan berkas yang ada di meja prisil . rizka


adalah sahabat prisil dan sekaligus sekertaris prisil di butik . prisil


mempercayai rizka sahabatnya jika dia sedang tidak ada di butik dan hal hal


lainnya, persahabatan mereka telah terjalin lama sejak masa sekolah kejuruan


hingga sekarang .

__ADS_1


__ADS_2