melepaskan

melepaskan
Bab 149


__ADS_3

*****


Semua tengah berada di ruang inap prisil


dan menemani prisil dan tak lama alex


dan ibu masuk dengan mendorong


keranjang bayi yang berisikan anak – anak


alex , mereka pun menghampiri bayi bayi itu


“ lihat lah bayi – bayi lucu ini “ kata


ibu sembari membelai lembut mereka


 


“ 2 anak laki – laki dan 1 anak


perempuan “ kata ayah gembira


 


“ siapa nama mereka alex “ tanya nenek


 


“ bayi pertama kami bernama adya ,


lengkapnya adya putra wijaya “ kata alex


dan menunjuk keranjang pertama yang di


bawa ibunya


 


“ kami memberi nama itu berharap dia


bisa menjadi anak pertama yang memimpin


adik - adiknya kelak dan keluarga wijaya


“ jelas alex


 


“ nama yang bagus sekali , cocok dengan


ketampanannya “ kata ibu yang tengah


menggendonggnya


 


“ yang kedua bernama raymond , raymond


sakya wijaya “ kata alex


 


“ dengan nama itu kami berharap dia akan


menjadi pelindung kebahagiaan keluarga


wijaya “jelas prisil


 


“ itu cocok dengan senyumnya yang terasa


tenang bahkan saat tidur seperti ini “ jawab nenek


 


“ dan yang terakhir kami memberi nama


putri kami sesuai keinginan dari pamannya


yaitu nama yang di berika bastian “


kata prisil


 


“ benarkah itu “ kata bastian kaget


 


“ benar , kalila lovata wijaya “ kata


alex dan sembari merangkul adiknya bastian


 


“ teman dan sahabat kesayangan keluarga


wijaya “ jawab bastian perlahan sembari melihat


wajah cantik si bayi kecil prisil


 


“ hai kalila , ini paman tertampan mu


bastian “ kata bastian sembari membelai


lembut wajah kalila

__ADS_1


 


“ hei jangan ajari anak ku berbohong “


kata alex pada bastian menggoda


 


“ kau selalu mengganggu ku “ jawab


bastian ketus pada alex


Mendengar itu alex hanya bisa tertawa


begitupun dengan semua keluarga yang


melihat interaksi bastian dan alex


Semua orang bersuka cita menyambut ke


hadiran si kebar , ayah dan ibu juga memberi


banyak hadiah untuk ke tiga anak


prisil dan alex


“ ibu tidak sabar untuk membawa  mereka pulang “


kata ibu yang sedang menggendong salah satu


dari anak prisil


 


“ benar sekali sayang , aku pikir aku


akan selalu pulang lebih awal dari kantor


untuk bermain dengan mereka “ jawab


ayah pada ibu


 


“ ayah aku tidak ingin pergi ke kantor


aku ingin main saja dengan kalila “ kata


 bastian sambil menemani kalila di samping box


nya


 


“ kau saja yang pergi ke kantor ayah aka


diam di rumah saja “ jawab ayah pada bastian


menangis karena lapar . alex pun mengambil


dan menggendong kalila dan memberikannya


pada prisil untuk meminum asi . prisil pun dengan


telaten memberikan asi pada anaknya di bantu


oleh alex .


“ kalian berdua jangan lah berdebat di


sini , lihatlah si kecil terbangun karena


suara kalian “ kata ibu memerahi ayah


dan bastian yang dari tadi berdebat


“ baik ibu “ jawab bastian menyesal


 


“ baik sayang “ kata ayah menyesal


 


“ bagaimana jika kita makan dulu , nenek


tadi sudah memasak dan membaanya ke sini “


kata nenek menengahi semuanya


 


“ ide bagus nek “ jawab bastian cepat


dan mengambil makanan yang tersedia


Setelah membantu yang lain untuk makan


nenek menghampiri prisil dan alex  yang


sedang berada di ranjang prisil


“ setelah memberi asi kau juga harus


makan prisil biar nenek yang menggendong


dan menjaga si kecil “ kata nenek


 

__ADS_1


“ baik nek , alex akan menyuapi prisil


sembari memberi asi , nenek bergabunglah


dengan yang lain untuk makan “ kata


alex dan menidurkan si kecil ke box bayi


mereka dan hanya tinggal kalila di


pangkuan prisil


“ baiklah jika itu mau mu , kau sungguh


telaten alex “ kata nenek dan bergabung


dengan yang lain ,


Alex hanya bisa tersenyum malu mendengar


pujian nenek dan kembali fokus pada si bayi


merasa si bayi telah nyaman di tempat tidurnya


alex menghampiri prisil dan menanyakan makanan


apa yang dia mau


“ kau ingin makan apa sayang “ kata alex


pada prisil pelan


 


“ apa saja yang ada di sana alex dan


ambillah lebih banyak , “ jawab prisil


 


“ apa kau sangat lapar sayang “ tanya


alex


 


“ ambillah saja dulu “ kata prisil


dengan senyumnya


 


“ baiklah , tunggulah sebentar aku akan


segera kembali “ jawab alex dan mengambil


makanan yang ada di meja


Tak lama alex pun kembali membawa banyak


makanan di tangannya dan mulai menyuapi


priisil dengan perlahan , prisil pun menerima


makanan yang di suapi oleh alex . saat alex


akan menyuapi prisil kembali , prisil tidak


membuka muludnya dan mengarahkan


suapan itu pada alex sendiri , alex terlihat


bingung dengan sikap prisil


“ kau juga harus makan alex , makanlah


berdua dengan ku . “ kata prisil pada alex


yang bingung , mendengar ucapan


istrinya itu alex pun membuka muludnya


dan memakannya juga


 


 


“kau juga lapar bukan , karena kau


sangat sibuk mengurusi bayi kita “


jawab prisil di sela makanya


 


“ tak apa , aku senang mengurus anak


kita yang lucu itu , rasa lapar ku hilang


saat melihat mereka tidur nyenyak “jawab


alex yang juga sambil makan


 


“ kita akan merawat mereka bersama –


sama sayang “ jawab prisil lembut pada alex .

__ADS_1


 


*****


__ADS_2