
*****
Semua tengah berada di ruang inap prisil
dan menemani prisil dan tak lama alex
dan ibu masuk dengan mendorong
keranjang bayi yang berisikan anak – anak
alex , mereka pun menghampiri bayi bayi itu
“ lihat lah bayi – bayi lucu ini “ kata
ibu sembari membelai lembut mereka
“ 2 anak laki – laki dan 1 anak
perempuan “ kata ayah gembira
“ siapa nama mereka alex “ tanya nenek
“ bayi pertama kami bernama adya ,
lengkapnya adya putra wijaya “ kata alex
dan menunjuk keranjang pertama yang di
bawa ibunya
“ kami memberi nama itu berharap dia
bisa menjadi anak pertama yang memimpin
adik - adiknya kelak dan keluarga wijaya
“ jelas alex
“ nama yang bagus sekali , cocok dengan
ketampanannya “ kata ibu yang tengah
menggendonggnya
“ yang kedua bernama raymond , raymond
sakya wijaya “ kata alex
“ dengan nama itu kami berharap dia akan
menjadi pelindung kebahagiaan keluarga
wijaya “jelas prisil
“ itu cocok dengan senyumnya yang terasa
tenang bahkan saat tidur seperti ini “ jawab nenek
“ dan yang terakhir kami memberi nama
putri kami sesuai keinginan dari pamannya
yaitu nama yang di berika bastian “
kata prisil
“ benarkah itu “ kata bastian kaget
“ benar , kalila lovata wijaya “ kata
alex dan sembari merangkul adiknya bastian
“ teman dan sahabat kesayangan keluarga
wijaya “ jawab bastian perlahan sembari melihat
wajah cantik si bayi kecil prisil
“ hai kalila , ini paman tertampan mu
bastian “ kata bastian sembari membelai
lembut wajah kalila
__ADS_1
“ hei jangan ajari anak ku berbohong “
kata alex pada bastian menggoda
“ kau selalu mengganggu ku “ jawab
bastian ketus pada alex
Mendengar itu alex hanya bisa tertawa
begitupun dengan semua keluarga yang
melihat interaksi bastian dan alex
Semua orang bersuka cita menyambut ke
hadiran si kebar , ayah dan ibu juga memberi
banyak hadiah untuk ke tiga anak
prisil dan alex
“ ibu tidak sabar untuk membawa mereka pulang “
kata ibu yang sedang menggendong salah satu
dari anak prisil
“ benar sekali sayang , aku pikir aku
akan selalu pulang lebih awal dari kantor
untuk bermain dengan mereka “ jawab
ayah pada ibu
“ ayah aku tidak ingin pergi ke kantor
aku ingin main saja dengan kalila “ kata
bastian sambil menemani kalila di samping box
nya
“ kau saja yang pergi ke kantor ayah aka
diam di rumah saja “ jawab ayah pada bastian
menangis karena lapar . alex pun mengambil
dan menggendong kalila dan memberikannya
pada prisil untuk meminum asi . prisil pun dengan
telaten memberikan asi pada anaknya di bantu
oleh alex .
“ kalian berdua jangan lah berdebat di
sini , lihatlah si kecil terbangun karena
suara kalian “ kata ibu memerahi ayah
dan bastian yang dari tadi berdebat
“ baik ibu “ jawab bastian menyesal
“ baik sayang “ kata ayah menyesal
“ bagaimana jika kita makan dulu , nenek
tadi sudah memasak dan membaanya ke sini “
kata nenek menengahi semuanya
“ ide bagus nek “ jawab bastian cepat
dan mengambil makanan yang tersedia
Setelah membantu yang lain untuk makan
nenek menghampiri prisil dan alex yang
sedang berada di ranjang prisil
“ setelah memberi asi kau juga harus
makan prisil biar nenek yang menggendong
dan menjaga si kecil “ kata nenek
__ADS_1
“ baik nek , alex akan menyuapi prisil
sembari memberi asi , nenek bergabunglah
dengan yang lain untuk makan “ kata
alex dan menidurkan si kecil ke box bayi
mereka dan hanya tinggal kalila di
pangkuan prisil
“ baiklah jika itu mau mu , kau sungguh
telaten alex “ kata nenek dan bergabung
dengan yang lain ,
Alex hanya bisa tersenyum malu mendengar
pujian nenek dan kembali fokus pada si bayi
merasa si bayi telah nyaman di tempat tidurnya
alex menghampiri prisil dan menanyakan makanan
apa yang dia mau
“ kau ingin makan apa sayang “ kata alex
pada prisil pelan
“ apa saja yang ada di sana alex dan
ambillah lebih banyak , “ jawab prisil
“ apa kau sangat lapar sayang “ tanya
alex
“ ambillah saja dulu “ kata prisil
dengan senyumnya
“ baiklah , tunggulah sebentar aku akan
segera kembali “ jawab alex dan mengambil
makanan yang ada di meja
Tak lama alex pun kembali membawa banyak
makanan di tangannya dan mulai menyuapi
priisil dengan perlahan , prisil pun menerima
makanan yang di suapi oleh alex . saat alex
akan menyuapi prisil kembali , prisil tidak
membuka muludnya dan mengarahkan
suapan itu pada alex sendiri , alex terlihat
bingung dengan sikap prisil
“ kau juga harus makan alex , makanlah
berdua dengan ku . “ kata prisil pada alex
yang bingung , mendengar ucapan
istrinya itu alex pun membuka muludnya
dan memakannya juga
“kau juga lapar bukan , karena kau
sangat sibuk mengurusi bayi kita “
jawab prisil di sela makanya
“ tak apa , aku senang mengurus anak
kita yang lucu itu , rasa lapar ku hilang
saat melihat mereka tidur nyenyak “jawab
alex yang juga sambil makan
“ kita akan merawat mereka bersama –
sama sayang “ jawab prisil lembut pada alex .
__ADS_1
*****