melepaskan

melepaskan
Bab 106


__ADS_3

*****


Hari ini adalah hari keberangkatan


prisil kembali ke indonesia untuk


menghadiri pernikahan rizka sahabat nya .


“ sayang apa kau sudah siap “ kata alex


 


“ sebentar lagi alex  , jawab prisil


Merasa sudah siap prisil pun berjalan


menghampiri alex denagn sedikit berlari ,


alex yang melihat prisil yang seperti


itu pun memarahi prisil yang ceroboh


“ sayang kenapa kamu berlari , apa kau


tidak ingat jika sedang hamil , kenapa


kamu bisa seceroboh itu “ kata alex yang


mengoceh pada prisil


 


 


“ maaf kan aku , aku takut nanti kita


telat dan ketinggalan pesawat , “


jawab prisil menyesal


 


 


“ kita pakai pesawat pribadi sayang ,


kenapa kau harus panik “ jawab alex


 


 


“ tapi tetap saja kita tidak boleh telat


alex “  kata prisil


 


 


“ aku tidak mau tau , kau dan anak –


anak kita lebih penting prisil , lihat perut


mu sudah membesar “ kata alex dan


membelai perut prisil yang sudah besar


karena usia kandungan prisil yang sudah


memasuki usia 5 bulan


“ baiklah aku mengaku salah , sekarang


aku dah siap apa kita bisa berangkat sekarang “


kata prisil


 


“ tentu , ayo kita masuk ke dalam


mobil “ ajak alex dan menuju ke mobil dan


segera berangkat menuju bandara


Mereka pun bergegas menuju bandara dan


terbang menuju indonesia . setelah sampai


indonesia ternyata ibu dan ayah sudah


menanti kedatangan prisil dan alex di bandara


“ prisil , alex “ teriang ibu memanggil


keduanya dan melambaikan tangan


 


 


“ ibu , ayah “  jawab prisil dan menghampiri


mereka dan memeluk mereka bergantian


 


 


“ ibu sangat merindukan mu sayang  “


kata ibu sembari memeluk prisil


 


 


“ lihat perut mu sudah membesar ,


padahal masih baru masuk 5 bulan ,


dia pasti gemuk “ kata ibu sembari membelai


perut prisil


Alex dan prisil yang mendengarnya hanya


bisa tertawa mendengar perkataan ibu


“ ibu mereka tumbuh dengan baik dan


normal tidak ada yang berlebih “ kata prisil


 


 

__ADS_1


“ mereka ? ” kata ibu bingung


 


 


“ iya bu mereka , ada 3 janin yang


prisil kandung bu “ kata alex


 


 


“ 3 janin ? 3 bayi kembar “ kata ibu dan


ayah bersamaan terkejud


 


“ iya ibu 3 bayi “ jawab prisil senang


 


“kau dengar sayang kita akan mempunya 3


cucu sekaligus “ kata ibu pada ayah


 


“ benar jadi kita tidak usah berebut


nantinya “ jawab ayah sambil tertawa


Mereka pun melepas rindu mereka sesaat


dengan mengobrol sesaat


“ ako kita pulang prisil , kau pasti


sangat lelah , cucu cucu nenek pasti


juga kecapeaan dan lapar . nenek sudah


masakan yang bayak buat kalian “


kata ibu pada prisil dan membelai perutnya


Mereka pun bergegas untuk pulang , di


sepanjang perjalanan mereka bersenda


gurau dengan gembira sesampainya di


rumah prisil memilih untuk masuk ke


dalam kamar terlebih dahulu untuk mandi ,


 


 


dan di saat prisil tengah membuka mantel


nya ada alex yang membantunya melepaskan


nya . terlihatlah leher jenjang prisil terbuka .


alex pun memeluk prisil dari belakang dan


mencium tengkuk dan leher  prisil dengan


perilaku alex


 “ alex , jangan sekarang . aku ingin mandi “


kata prisil


 


 


“ kenapa tidak ini sudah lebih dari 3


bulan  , “ jawab alex di sela – sela


kegiatannya di leher prisil


 


 


“ karena aku  ingin mandi alex “ kata


prisil lagi


 


 


“ kalau begitu kita mandi bersama “


jawab alex dan menggendong prisil


mendadak dan membawanya ke


dalam kamar mandi .


 


 


“ apa tidak apa –apa dengan perut ku


yang mulai besar ini . “ kata prisil


 


 


“ kau terlihat lebih seksi dengan perut


mu itu “kata alex dengan mata nakalnya


 


 


“ dan aku kan malakukannya dengan


lembut agar tidak mengganggu mereka


bertiga “kata alex berbisik di telinga


prisil dan sontak membuat prisil membulatkan


matanya terkejut dengan perkataan alex

__ADS_1


Alex yang melihatnya hanya mengedipkan


sebelah matanya dan tersenyum lalu


memasuki kamar mandi . dan lagi – lagi acara


mandi prisil pun terganggu  oleh suaminya


alex  .


 


 


setelah mandi prisil dan alex  turun kebawah


untuk makan bersama ayah dan ibunya .


banyak makanan yang tersedia di meja


makan tapi tidak satu pun yang prisil makan ,


alex yang melihatnya pun mengerti .


“ sayang kenapa kau tidak makan , bukan


kah semua ini adalah makanan kesukaan


mu sayang “ kata alex


 


 


“ entah lah aku tidak berselera untuk


makan meski pun aku ingin memakannya ,”


jawab prisil


 


 


“ hmm bagaimana jika aku yang menyuapi


mu sayang “ kata alex membujuk prisil untuk makan


 


 


“ baiklah jika itu dari tangan mu “


jawab prisil antusias dan senang


 


 


“ ternyata prisil hanya mau makan jika


alex yang menyuapinya “  kata ibu alex


saat melihat alex telaten menyuapi prisil


 


 


“ kau benar sayang , dan sepertinya dia


juga sangat manja dengan alex “kata ayah


 


 


“ jadi kau tidak boleh jauh dari prisil


alex . “ sambung ibu


 


 


“ aku tidak pernah jauh dari istri ku


ibu , bahkan saat bekerja aku membawa prisil ke


kantor “ kata alex sembari menyuapi prisil


 


 


“ aku yakin anak yang di kandung prisil


akan mirib dengan alex “ kata ayah yakin


 


 


“ pasti ayah karena mereka adalah anak –


anak ku “ jawab alex bangga


Perisil yang mendengarnya merasa sedikit


tidak terima dengan pendapat ayah dan alex


“ tapi ini juga anak ku , jadi dia harus


mirip dengan ku juga “ celetus prisil tiba –tiba


dengan wajah cemberut


Semua yang mendengarnya tertawa melihat


expresi prisil yang sedikit kesal dengan pendapat


alex dan ayah  . alex mencubit pipi prisil dengan gemas


“ kau lucu jika kesal , baiklah jika itu


lelaki dia akan mirib dengan ku jika itu perembuan


dia akan mirib dengan mu


sayang . “ kata alex menghibur prisil


Mereka pun makan dengan ceria dan


bahagia sembari membahas hal – hal yang menyenangkan


 

__ADS_1


 


*****


__ADS_2