
****
Alex dan jhonny membantu prisil untuk
pulang dari rumah sakit , jhonny membawa
bawaan prisil dan alex mendorong kursi
roda yang di dudukin oleh prisil , alex benear – benar
tidak ingin kecapean karena baru pulih ,
“ alex aku tidak apa- apa , aku ingin
berjalan . “ kata prisil
“ tidak nanti saja di rumah , kita dari
lantai 10 tidak mungkin ku biarkan kau
berjanlan dan berdiri terlalu lama . “
jawab alex kawatir
Prisil hanya bisa menuruti kemauan alex
dan memlimpahkan kekesalannya pada jhonny
“ jhon apa tuan mu ini selalu seperti
ini pada gadis – gadisnya “ tanya prisil dengan kesal
Jhonny hanya sedikit tertawa tapi tawa nya
hilang saat alex melirik tajam pada jhonny
“ tidak nona , tuan tidak pernah seperti
itu pada gadis – gadisnya dulu ,
bahkan tuan sangat terkesan cuek dan tidak perduli “
jelas bastian
“ benarkah itu “ kata prisil terkejud
dengan perkataan jhonny
dan lalu menatap alex .
Alex salah tingkah melihat tatapan
prisil , dia malu untuk mengakui apa yang
di katakan jhonny itu benar
“ apa yang kalian bicarakan . “ kata
alex salah tingkah , alex kembali mendorong
kursi roda prisil menuju mobilnya
berada .
Alex membantu prisil masuk kedalam mobil
, setelah selesah jhonny segera mengarahkan mobil
itu ke mansion wijaya . selama di perjalanan prisil hanya
diam melihat keluar jendela begitupun dengan alex ,
dan jhonny terkadang sesekali melihat tuan dan prisil .
tidak ada yang mengeluarkan suara hingga mobil
itu memasuki pelataran mansion megah wijaya
__ADS_1
Di depan pintu telah berdiri ibu alex
untuk menyambut prisil dan juga alex .
jhoony membuka pintu alex dan, alex
membuka sendiri pintu prisil dan membantunya
untuk keluar dari mobil , alex
menuntun prisil yang masih terlihat lemah .
“ selamat datang kembali di rumah prisil
, “ sambut ibu dan memeluk prisil .
“ ibu jngan peluk prisil terlalu lama , prisil
masih butuh istirahat “ kata alex yang
mengganggu kedekatan prisil dan ibunya .
“ kau berisik sekali alex ,iya baru saja
akan mengajak prisil masuk “ oceh ibu kesal pada alex
“ ayo masuk sayang “ ajak ibu pada prisil
Prisil yang melihat tingkah ibu dan anak
itu hanya bisa menahan tawanya .
prisil pun masuk dan sekarang sudah ada di
ruang keluarga , di luar keluarga sudah ada ayah dan nenek .
“ iya , semalam ibu alex meminta nenek
untuk mulai tinggal di sini “ jelas nenek
“ benar prisil mana mungkin kami tega
meninggalkan nenek sendiri di apartemen “
kata ibu dan duduk di samping ku
“ bagaimana setelah kembali kerumah ini
prisil “ tanya ayah
Prisil diam sejenak dan menunduk , dan
tak lama kembali tersenyum tipis
“ tentu senang ayah , hanya saja ada
beberapa yang berbedan dan rasanya ada yang kurang , “
jawab prisil kembali
sedih
Ibu membelai lembut kepala prisil dan
prisil menatap ibu sedih
“ kami juga merasakan apa yang kau
__ADS_1
rasaka sayang , mari kita buka lembar baru sayang ,
kau dan nenek adalah keluarga kami sekarang , kau
tidak akan sendiri dan kesepian . “ jawab ibu lembut dan memeluk prisil .
Air mata prisil telah jatuh di pipinya
mendengar perkataan ibu alex
“ ibu jangan membuat prisil sedih “ kata alex sebal
“ kenapa kau terus mengganggu ibu dengan
prisil alex “ tanya ibu kesa
l
“ lihat ibu membuat prisil menangis “
kata alex sembari menunjukan pipi prisil yang masih basah
“ sudah jangan sedih lagi , aku akan
mengantarkan mu ke kamar mu prisil “ ajak alex .
sembari menghapus air mata yang ada
di wajah prisil .
“kau akan membawa calon menatu ibu
kemana lex “ tanya ibu kesal karena di pisahkan dari prisil
“ pergi dari sini “ jawab alex singkat
Ibunya yang mendengarnya sontak kaget
dan berteriak
“ alex kembali , kembalikan calon
menantu ibu .” kata ibu yang sedikit berteriak
Ayah alex dan nenek hanya tertawa
melihat interaksi antara ibu dan anak
yang seperti anak kecil itu .
alex tidak menghiraukan teriakan ibunya alex tetap
mengantarkan prisil kekamar prisil
untuk beristirahat .
__ADS_1