melepaskan

melepaskan
Bab 28


__ADS_3

Alex 


Ku cuci tangan ku dan kuliat bayangan ku


di cermin sembari menyesali perbuatan ku


 


“ maafkan aku bastian sebenar aku tidak


ingin bersikap dingin pada mu , hanya saja aku masih merasa bersalah pada diri ku


sendiri . aku merasa bersalah telah salah paham pada mu , “ batin ku dengan


masih memandang wajah ku sendiri di cermin


“ kau mengalami kecelakaan itu karena


diriku yang membuat prisil panik yang akhirnya tergesah -  gesah menuju kantor , tapi


malah aku yang memarahimu, aku merasa menjadi seorang kakak yang buruk yang


tidak percaya perkataan adiknya    “


lanjud batin ku


setelah beberapa saat aku memutuskan untuk segera kembali ke


ruang makan dan di saat aku keluar dari toilet aku melihat bastian tengah


menungguku di depan toilet .   aku berusaha tenang dan tetap berjalan lurus


tak menghiraukan bastian . tiba – tiba bastian membuka suaranya .


“ lex apa kau masih marah pada ku ?”


tanya bastian


aku hanya diam saja


“ bagaimana caranya agar kau tidak marah


lagi pada ku  , aku sudah menjelaskan


semuanya pada mu tapi kau masih saja marah pada ku “ kata bastian yang mulai


putus asa .


Aku memejamkan mata sejenak dan menghela


nafas berat .


“ aku sudah memaaf kan mu , “ kataku dan


berlalu pergi


Sepertinya bastian terkejud denagn


reaksiku , aku hanya tersenyum melihat reaksinya


“ benarkah ?” teriak bastian . “

__ADS_1


benarkah kau memaaf kan ku “ sambungnya lagi .


aku hanya mengangkat tangan kanan ku


yang menandakan jawaban iya . aku melihat bastian senang dengan jawaban ku dan


itu juga membuat ku senang  .


tiba – tiba hp ku berdering dan ku lihat


prisil menelpon ku seketika aku baru ingat bahwa


aku lupa mengabari prisil jika  siang ini aku tidak bisa makan


siang dengannya . ku angkat segera telepon itu


“ hallo lex .” sapa prisil


 


 


“ hallo sil , maav kan aku sepertinya


aku tidak bisa makan siang dengan mu hari ini “ jawab ku langsung


 


 


“ hahah ... tidak apa , aku juga ingin


mengabarimu jika aku tidak bisa makan siang dengan mu “ jawab prisil . yang


 


 


“ benarkah tapi mengapa “ tanya ku


penasaran


 


 


“ karena aku tidak bekerja hari ini “


jawab prisil


 


 


“ kenapa , apa kau sakit ?” tanya ku


mulai kawatir


 


 

__ADS_1


“ tidak hanya saja aku ingin mengunjungi


nenek ku saja “ jelas prisil


 


 


“ ternyata begitu , baiklah selamat


bersenang – senang bersama nenek mu “ jawab ku yang merasa lega mendengar bahwa


prisil tidak seperti yang aku pikirkan


 


 


“ tentu , kau juga bersenang senanglah ,


bye .. “ jawab prisil dan menutup teleponnya


 


 


“ Dia pasti sangat menyayangi nenek nya


,tunggu sebentar  kenapa aku tidak menyusulnya


dan bertemu dengan nenek nya juga “ batin ku


Aku pun memutuskan untuk menyusul prisil


ke rumah neneknya setelah menyelesaikan beberapa  urusan kantor di sini .


agar tidak mengganggu waktu ku nanti bersama dengan prisil


 


 


setelah bertanya kepada prisil alamat rumah


neneknya aku segera menyusulnya .


ada rasa tak sabar untuk segera


bertemu dengan prisil .


 


 


sepanjang perjalanan serasa menyenengkan bagiku


apalagi aku sudah memutuskan untuk segera


mengutarakan isi hatiku pada prisil


aku harap semua berjalan lancar dan

__ADS_1


prisil juga menyukaiku


****


__ADS_2