
Alex
Ku cuci tangan ku dan kuliat bayangan ku
di cermin sembari menyesali perbuatan ku
“ maafkan aku bastian sebenar aku tidak
ingin bersikap dingin pada mu , hanya saja aku masih merasa bersalah pada diri ku
sendiri . aku merasa bersalah telah salah paham pada mu , “ batin ku dengan
masih memandang wajah ku sendiri di cermin
“ kau mengalami kecelakaan itu karena
diriku yang membuat prisil panik yang akhirnya tergesah - gesah menuju kantor , tapi
malah aku yang memarahimu, aku merasa menjadi seorang kakak yang buruk yang
tidak percaya perkataan adiknya “
lanjud batin ku
setelah beberapa saat aku memutuskan untuk segera kembali ke
ruang makan dan di saat aku keluar dari toilet aku melihat bastian tengah
menungguku di depan toilet . aku berusaha tenang dan tetap berjalan lurus
tak menghiraukan bastian . tiba – tiba bastian membuka suaranya .
“ lex apa kau masih marah pada ku ?”
tanya bastian
aku hanya diam saja
“ bagaimana caranya agar kau tidak marah
lagi pada ku , aku sudah menjelaskan
semuanya pada mu tapi kau masih saja marah pada ku “ kata bastian yang mulai
putus asa .
Aku memejamkan mata sejenak dan menghela
nafas berat .
“ aku sudah memaaf kan mu , “ kataku dan
berlalu pergi
Sepertinya bastian terkejud denagn
reaksiku , aku hanya tersenyum melihat reaksinya
“ benarkah ?” teriak bastian . “
__ADS_1
benarkah kau memaaf kan ku “ sambungnya lagi .
aku hanya mengangkat tangan kanan ku
yang menandakan jawaban iya . aku melihat bastian senang dengan jawaban ku dan
itu juga membuat ku senang .
tiba – tiba hp ku berdering dan ku lihat
prisil menelpon ku seketika aku baru ingat bahwa
aku lupa mengabari prisil jika siang ini aku tidak bisa makan
siang dengannya . ku angkat segera telepon itu
“ hallo lex .” sapa prisil
“ hallo sil , maav kan aku sepertinya
aku tidak bisa makan siang dengan mu hari ini “ jawab ku langsung
“ hahah ... tidak apa , aku juga ingin
mengabarimu jika aku tidak bisa makan siang dengan mu “ jawab prisil . yang
“ benarkah tapi mengapa “ tanya ku
penasaran
“ karena aku tidak bekerja hari ini “
jawab prisil
“ kenapa , apa kau sakit ?” tanya ku
mulai kawatir
__ADS_1
“ tidak hanya saja aku ingin mengunjungi
nenek ku saja “ jelas prisil
“ ternyata begitu , baiklah selamat
bersenang – senang bersama nenek mu “ jawab ku yang merasa lega mendengar bahwa
prisil tidak seperti yang aku pikirkan
“ tentu , kau juga bersenang senanglah ,
bye .. “ jawab prisil dan menutup teleponnya
“ Dia pasti sangat menyayangi nenek nya
,tunggu sebentar kenapa aku tidak menyusulnya
dan bertemu dengan nenek nya juga “ batin ku
Aku pun memutuskan untuk menyusul prisil
ke rumah neneknya setelah menyelesaikan beberapa urusan kantor di sini .
agar tidak mengganggu waktu ku nanti bersama dengan prisil
setelah bertanya kepada prisil alamat rumah
neneknya aku segera menyusulnya .
ada rasa tak sabar untuk segera
bertemu dengan prisil .
sepanjang perjalanan serasa menyenengkan bagiku
apalagi aku sudah memutuskan untuk segera
mengutarakan isi hatiku pada prisil
aku harap semua berjalan lancar dan
__ADS_1
prisil juga menyukaiku
****