melepaskan

melepaskan
Bab 96


__ADS_3

*****


“ lepaskan istri ku sekarang “ kata alex


Pandu yang melihat keberadaan alex pun


memberi isyarat pada asistennya untuk menjauh


dan pergi darinya , prisil pun di giring menuju


mobil  .  sedangkan pandu mengadapi pandu


“ apa istrimu ? maaf tuan tapi prisil


sebentar lagi akan menjadi istriku “


kata pandu dengan senyum  menyerigai


 


 


 


 “Apa kau sudah tidak waras menikah


dengan istri orang “ kata alex memprofokasi pandu


 


 


“ prisil itu istri ku , selamanya akan


jadi istriku , terimalah kenyataan jika


prisil itu adalah istriku “ kata alex lagi


 


 


“ cukup hentikan mengatakan dia istrimu “kata


pandu yang sudah terseulud emosi


 


 


 


“ tapi kenyataannya begitu , perempuan


yang mau kau nikahi itu adalah istri ku . “


kata alex yang semakin memprofokasi


emosi pandu


 


 


“ istri ku , istri dari alex wijaya “


kata alex penuh dengan penekanan


Pandu pun sudah sangat emosi


 


“ sudah ku katakan tutup mulud mu “ kata


pandu dan mulai menyerang alex .


Alex pun juga maju melawan pandu ,


pukulan demi pukulan mendarat di tubuh dan


wajah mereka berdua , entah sudah


berapa banyak pukulan dua lelaki ini terus


pertarung satu sama lain


 


Sedangkan di tempat lain prisil masih


meronta ronta menolak untuk di bawa ke


dalam mobil pandu ,


 


 


prisil terus melawan


,dan pada akhirnya prisil menggigit tangan


asisten hingga asisten itu


melepaskan genggamannya pada prisil ,


 


 

__ADS_1


itu pun menjadi kesempatan bagi prisil


untuk kabur dan melarikan diri . prisil pun


segera berlari untuk menemui alex


Hingga saat prisil menemukan alex .


ternyata pandu telah tersungkur di


bawah alex tak berdaya


“ alex .. “ panggil prisil


 


 


“ prisil..  “kata alex menoleh ke arah


prisil dan berjalan meuju prisil , tetapi saat


alex separuh jalan menuju prisil , pandu bangkit


dan mengambil senjata apinya yang tak jauh


darinya lalu mengarahkan pada alex yang


berjalan ke arah  prisil .


 


Melihat pandu yang menodongkan


senjatanya pada alex prisil segera berlari ke


arah alex untuk mencegah peluru


itu mengenai alex , melihat prisil yang berlari


ke arahnya alex merasa bingung


dan kembali menoleh ke belakang ,


 


Di saat alex menoleh ke belakangnya


ternyata sebuah tembakan pun melayang


dan mengenai salah satu dari mereka .


teryata tembakan itu mengenai dada s


ebelah kiri atas  dari prisil


 


pandu menembakan sejatanya ke arah alex t


ernyata prisil lebih dulu mendorong  alex


dan akhirya  peluru itu mengenai prisil


 


Setelah peluru itu bersarang di tubuh


prisil , prisil pun memegang dadanya yang t


elah berlumuran darah lalu melihat


ke arah alex dan seketika itu prisil jatuh  ,


alex yang melihatnya pun langsung menangkap


prisil agar tidak terbentur lantai  .


 


Pandu yang melihat itu shok dan berdiri


gemtar , merasa panik pandu dan orang – orang


pandu segera meninggalkan mansionnya


 


Sedangkan alex memangku dan memeluk


prisil yang melemah karena darah yang terus


keluar dari luka tembakan pndu .


airmata alex pun mengalir melihat prisil yang


mulai melemah dan penuh darah di


bajunya


“ sayang bertahanlah , sadarlah “ kata


alex panik


 


 


Prisil hanya tersenyum sembari menahan

__ADS_1


sakit di dadanya


Tak lama jhonny datang menghampiri ,


melihat prisil yang berdarah jhonny terkejut


“ nyonya prisil . “ kata jhonny terkejut


 


 


 


“ kita harus segera membawa prisil


kerumah sakit , siapkan mobil “


perintah alex dan segera menggendong prisil


yang sudah mulai melemah


 


 


Jhonny dan alex segera menuju mobil dan


berangkat menuju rumah sakit


 


 


Di dalam mobil alex menidurkan prisil di


pangkuannya . alex tidak peduli dengan


bajunya yang penuh dengan darah prisil .


alex melihat prisil yang menahan sakitnya .


prisil yang melihat kekawatiran


bahkan air mata alex berusaha tersenyum


walau menahan sakit dan memegang pipi


alex


“ jangan menangis alex , aku ... aku


tidak apa apa “ kata prisil yang semakin


lemah dan terbata – bata sembari


mengusap air mata alex


 


 


 “kau harus bertahan sayang , kita akan segera sampai “


kata alex dan memegang tangan


prisil yang ada di pipinya


Prisil hanya tersenyum mendengar ucapan


alex dan tak sadarkan diri , tangan yang tadi


nya di pipi alex pun terjatuh


terkulai lemas . melihat kondisi prisil yang


memburuk membuat alex semakin


panik dan menangis memeluk perisil


“ prisil ... prisil... sadarlah sayang .


prisil ... prisil “  jerit alex dan


semakin memeluk tubuh prisil yang sangat lemah


 


“ jhonny cepatlah , tidak ada banyak


waktu  “ bentak alex .


 


 


“ baik tuan “ jawab jhonny yang berusaha


tenang dan menyetir secepat mungkin


 


 


“ bertahanlah sayang , kumohon “ pinta


alex yng masih memeluk prisil dengan air


mata yang masih mengalir .

__ADS_1


*****


__ADS_2