
*****
“ lepaskan istri ku sekarang “ kata alex
Pandu yang melihat keberadaan alex pun
memberi isyarat pada asistennya untuk menjauh
dan pergi darinya , prisil pun di giring menuju
mobil . sedangkan pandu mengadapi pandu
“ apa istrimu ? maaf tuan tapi prisil
sebentar lagi akan menjadi istriku “
kata pandu dengan senyum menyerigai
“Apa kau sudah tidak waras menikah
dengan istri orang “ kata alex memprofokasi pandu
“ prisil itu istri ku , selamanya akan
jadi istriku , terimalah kenyataan jika
prisil itu adalah istriku “ kata alex lagi
“ cukup hentikan mengatakan dia istrimu “kata
pandu yang sudah terseulud emosi
“ tapi kenyataannya begitu , perempuan
yang mau kau nikahi itu adalah istri ku . “
kata alex yang semakin memprofokasi
emosi pandu
“ istri ku , istri dari alex wijaya “
kata alex penuh dengan penekanan
Pandu pun sudah sangat emosi
“ sudah ku katakan tutup mulud mu “ kata
pandu dan mulai menyerang alex .
Alex pun juga maju melawan pandu ,
pukulan demi pukulan mendarat di tubuh dan
wajah mereka berdua , entah sudah
berapa banyak pukulan dua lelaki ini terus
pertarung satu sama lain
Sedangkan di tempat lain prisil masih
meronta ronta menolak untuk di bawa ke
dalam mobil pandu ,
prisil terus melawan
,dan pada akhirnya prisil menggigit tangan
asisten hingga asisten itu
melepaskan genggamannya pada prisil ,
__ADS_1
itu pun menjadi kesempatan bagi prisil
untuk kabur dan melarikan diri . prisil pun
segera berlari untuk menemui alex
Hingga saat prisil menemukan alex .
ternyata pandu telah tersungkur di
bawah alex tak berdaya
“ alex .. “ panggil prisil
“ prisil.. “kata alex menoleh ke arah
prisil dan berjalan meuju prisil , tetapi saat
alex separuh jalan menuju prisil , pandu bangkit
dan mengambil senjata apinya yang tak jauh
darinya lalu mengarahkan pada alex yang
berjalan ke arah prisil .
Melihat pandu yang menodongkan
senjatanya pada alex prisil segera berlari ke
arah alex untuk mencegah peluru
itu mengenai alex , melihat prisil yang berlari
ke arahnya alex merasa bingung
dan kembali menoleh ke belakang ,
Di saat alex menoleh ke belakangnya
ternyata sebuah tembakan pun melayang
dan mengenai salah satu dari mereka .
teryata tembakan itu mengenai dada s
ebelah kiri atas dari prisil
pandu menembakan sejatanya ke arah alex t
ernyata prisil lebih dulu mendorong alex
dan akhirya peluru itu mengenai prisil
Setelah peluru itu bersarang di tubuh
prisil , prisil pun memegang dadanya yang t
elah berlumuran darah lalu melihat
ke arah alex dan seketika itu prisil jatuh ,
alex yang melihatnya pun langsung menangkap
prisil agar tidak terbentur lantai .
Pandu yang melihat itu shok dan berdiri
gemtar , merasa panik pandu dan orang – orang
pandu segera meninggalkan mansionnya
Sedangkan alex memangku dan memeluk
prisil yang melemah karena darah yang terus
keluar dari luka tembakan pndu .
airmata alex pun mengalir melihat prisil yang
mulai melemah dan penuh darah di
bajunya
“ sayang bertahanlah , sadarlah “ kata
alex panik
Prisil hanya tersenyum sembari menahan
__ADS_1
sakit di dadanya
Tak lama jhonny datang menghampiri ,
melihat prisil yang berdarah jhonny terkejut
“ nyonya prisil . “ kata jhonny terkejut
“ kita harus segera membawa prisil
kerumah sakit , siapkan mobil “
perintah alex dan segera menggendong prisil
yang sudah mulai melemah
Jhonny dan alex segera menuju mobil dan
berangkat menuju rumah sakit
Di dalam mobil alex menidurkan prisil di
pangkuannya . alex tidak peduli dengan
bajunya yang penuh dengan darah prisil .
alex melihat prisil yang menahan sakitnya .
prisil yang melihat kekawatiran
bahkan air mata alex berusaha tersenyum
walau menahan sakit dan memegang pipi
alex
“ jangan menangis alex , aku ... aku
tidak apa apa “ kata prisil yang semakin
lemah dan terbata – bata sembari
mengusap air mata alex
“kau harus bertahan sayang , kita akan segera sampai “
kata alex dan memegang tangan
prisil yang ada di pipinya
Prisil hanya tersenyum mendengar ucapan
alex dan tak sadarkan diri , tangan yang tadi
nya di pipi alex pun terjatuh
terkulai lemas . melihat kondisi prisil yang
memburuk membuat alex semakin
panik dan menangis memeluk perisil
“ prisil ... prisil... sadarlah sayang .
prisil ... prisil “ jerit alex dan
semakin memeluk tubuh prisil yang sangat lemah
“ jhonny cepatlah , tidak ada banyak
waktu “ bentak alex .
“ baik tuan “ jawab jhonny yang berusaha
tenang dan menyetir secepat mungkin
“ bertahanlah sayang , kumohon “ pinta
alex yng masih memeluk prisil dengan air
mata yang masih mengalir .
__ADS_1
*****