melepaskan

melepaskan
Bab 147


__ADS_3

*****


 


 


Prisil sudah siap dengan baju rapinya


dengan memakai baju yang senada


dengan alex  .


 


prisil turun ke bawah dan menuju


mobil , sesekali prisil menahan sakit


di perutnya tapi prisil  masih menguatkan


dirinya ,


 


alex pun sudah rapi menunggu prisil di


depan mobilnya , melihat prisil yang


berjalan ke arahnya alex pun


menghampiri prisil


“ kau sudah siap sayang “ kata alex


pelan di telinga prisil sembari


mengecup lembut pipi prisil


 


 


“ kau nampak cantik dengan dress ini


sayang “ kata alex merayu


 


 


“ terimakasih pujiannya alex , ayo kita


berangkat “ kata prisil lembut


Alex pun membukakan pintu mobil untuk


prisil dan membantunya untuk masuk dan


duduk di sebalah alex , setelah selesai


alex pun segera menuju kursi kemudi


dan melajukan mobilnya ke tempat


yang alex maksud ,


 


 


sesekali prisil menanyakan akan pergi ke


mana tapi alex masih saja tidak menjawabnya ,


saat hampir sampai di tempat alex memakaikan


penutup mata pada prisil , prisil hanya menuruti


kemauan alex


Hingga akhirnya sampai di tempat yang


alex maksud . dan prisil kebingungan


dengan tempat yang di maksud oleh alex


“ kita sudah sampai sayang , kau diamlah


di sini aku akan membukakan pintu mu “


kata alex dan bergegas membukakan pintu


prisil


 


 


“ langkahkan kaki mu perlahan sayang ,


jangan ragu aku ada di sini “ kata alex


dan menuntun prisil keluar .


Prisil berjalan perlahan keluar dari


mobil dan melangkahkan kakinya


sesuai arahan alex , mereka pun


berada di depan sebuah gedung


dan alex pun membuka penutup


mata prisil .


 


prisil pun membuka matanya perlahan


lahan , prisil mencoba mengamati tempat


yang di maksud oleh alex , setelah


pengelihatannya jelas prisil terkejud dengan


tempat yang alex maksud


Ini adalah kantor pusat wijaya yang


telah di hias oleh orang – orang alex


sedemikian bagusnya dengan hiasan bunga


tulip biru dan asesoris berwarna biru


kesukaan prisil dan di lantai terdapat


karpet merah yang bertaburan kelopak


bunga mawar merah dn di sepanjang pintu


masuk terdapat foto prisil dan alex


entah saat sendiri dan di saat pernikahan


mereka berdua , prisil terlihat kagum


dengan apa yang di rencanakan suaminya


“ kantor wijaya “ kata prisil bingung


pada alex


 

__ADS_1


“ ya kantor wijaya , tempat pertama kali


kita bertemu sayang “ jelas alex dan


memberikan sebuket bunga tulip biru pada


prisil


 


 


“ terima kasih ,  bunganya sangat indah dan


tempat ini juga sangat indah “ kata


prisil kagum sembari menerima bunga dari


alex


 


“ jika kala itu aku tidak menabrak mu ,


mungkin aku tidak akan mengenalmu


sayang “ kata alex pada prisil


 


“ benar saat itu kau menabraku yang


sedang membawa banyak berkas dan kau


meninggal kan ku tanpa mengucapkan maaf “


kata prisil menjelaskan


 


“ maaf kan aku saat itu sayang , aku


terburu -  buru karena ayah sudah


menunggu ku “ jelas alex


 


“ ayo kita masuk sayang “ ajak alex pada


prisil .


Saat masuk ke dalam gedung prisil


melihat hiasan dan foto – oto tentang


dirinya yang tertata rapi di lorong


kantor , dengan senyum yang merekah


prisil mengamati fotonya satu persatu


“ ini indah sekali alex , apa kau yang


merencanakan ini semua “ tanya prisil antusias


 


“ tentu sayang , semalam aku


merencanakannya “ jawab alex


sembari memeluk prisil dari


belakang yang tengah


melihat fotonya


 


– foto ku ini “ tanya prisil lagi yang sedang


melihat foto fotonya


 


“ aku mengambilnya secara diam – diam


setelah mengenal mu , karena aku sudah


suka dengan mu sejak pertama kita


bertemu “ jawab alex menjelaskan dan


mengajak prisil jalan kembali kesebuah


ruangan


Tak lama alex dan prisil sampai di depan


ruangan yang di maksudoleh alex . itu


adalah ruang meeting alex dan prisil


pertama bertemu .


 


di depan pintu yang telah terhias rapi


itu alex mengambil sebuah kotak dan


membuka pintu itu . di dalam ruangan


itu juga sudah terdapat meja yang


berhiaskan bunga dan asesoris  yang


indah .


 


dan di dekatnya ada kelopak buang


yang  di bentuk hati . alex pun


mengajak prisil berdiri di sana dan alex


pun berlutut di hadapan prisil .


prisil hanya melihat


perilaku alex dengan bingung


“ prisil terima kasih kau telah rela


menemaniku dalam suka mau pun duka ,


terimakasih kau juga menerimaku sepenuh


hati mu , terimakasih kau telah rela menjadi


ibu dari anak – anak ku , dan terima kasih


kau telah hadir dalam hidup ku “ kata alex


dengan tatapan lembut


 


 


“ hari ini tepat satu tahun pernikahan


kita , meski awalnya pernikahan ini hanya

__ADS_1


kompromi biasa , tapi dengan cinta ku ini


aku kau akhirnya bisa menerimaku


dengan lapang dada , terimakasih semuanya


prisil , aku mencintaimu “ lanjud alex dan


memberika sebuah cincin berlian di


jari indah prisil setelah menyematkan


itu alex memeluk prisil dengan lembut


 


 


“ happy anniversary pernikahan yang


pertama sayang “ kata alex lembut di


telinga prisil


Prisil hanya terharu melihat ke


romantisan suaminya itu , prisil


tidak menduga jika alex akan


menyiapkan ini semua untuk


peringatan hari pernikahannya


yang pertama , prisil hanya bisa


membalas pelukan alex dengan


tetesan air mata bahagia , prisil


pun melepaskan lembut pelukan alex


“ happy anniversary pernikahan yang


pertama juga alex ku sayang . “ kata


risil pada alex


 


 


“ terimakasih juga kau telah hadir dalam


hidup ku , terimakasih juga kau telah menjaga ,


melindungi ku dan mencintaiku . aku tidak bisa


membayangkan jika aku tanpan mu sekarang “


jawab prisil lembut sembari membelai lembut


wajah alex


 


 


“ semoga kita tidak akan terpisahkan dan


pernikahan kita akan abadi selamanya .”


lanjud prisil


 


 


“ dan hidup bahagia bersama keluarga


kita  hingga maut memisahkan nanti “ kata


prisil dan mencium lembut bibir alex .


Alex pun melepaskan ciuman prisil dan


menatap lembut prisil


“ untuk selamanya , I love you prisil “


kata alex dan tersenyum manis


 


 


“ i love you too alex “ jawab prisil dan


membalas senyum alex .


Alex pun menyentuh pipi prisil lembut


dan mencondongkan wajahnya ke arah


prisil dan mencium prisil kembali dengan


lembut , lumatan dan lumatan alex berikan


pada prisil begitu pula dengan prisil


yang membalas ciuman alex  ,


 


hingga prisil melepaskan ciumannya


karena merasakan sakit yang luar biasa


di perutnya .


 


“ aw ... aw .. “ kata prisil merintih


kesakitan .


Alex yang melihatnya pun panik dan


menuntun prisil untuk duduk


“ kau kenapa sayang “ tanya alex panik ,


tapi tidak ada jawaban dari prisil karena


prisil sedang kesakitan dan merasa


ada yang mengalir di kakinya . alex


pun melihat ke arah kaki prisil dan alex


melihat cairan bening mengalir dari


kaki istrinya .


“ alex sepertinya ketupannya pecah dan


aku akan segera melahirkan “ kata prisil


yang menahan kesakitannya


“ apa sayang , melahirkan “ kata alex


panik


******

__ADS_1


__ADS_2