
*****
Prisil pun sudah siap pergi ke butik .
sembari jalan ke bawah prisil mencoba
menelpon alex dan jhonny berkali – kali tapi
tidak ada jawaban dari keduanya ,
“ lebih baik aku tinggalkan pesan saja
pada alex
To : suami ku alex
From : : prisil
Alex aku akan ke butik sebentar
Aku menelpon tapi tidak ada jawaban dari
mu
Prisil pun menghentikan taksi dan segera
ke butiknya , tanpa prisil sadari sudah ada
mobil yang mengikuti prisil . sampai di butik
prisil segera masuk ke butik nya . mobil itu
pun juga berhenti di depan butik prisil
menunggu prisil keluar lagi
Prisil segera masuk ke ruangan nya yang
ternyata di dalam sana sudah ada rizka yang
menunggunya dengan tumpukan berkas yang
menggunung .
“ selamat pagi nyonya alex , “ sapa
rizka
“ selamat pagi rizka ,tumpukan apa ini yang
ada di meja ku . “ tanya prisil
pada rizka
“ ini adalah laporan yang harus anda
tanda tangani nyonya “ jawab rizka sopan
“ ayolah rizka “ kata prisil yang tida
suka di panggil nyonya
“ baiklah aku mengerti “ jawab rizka
dengan tertawa .
“ laporan dan proyek – proyek terbaru yang
baru kita dapatkan , setelah membatalkan kontrak
dengan proyek bapak pandu kita mendapatkan
5 prosyek lain “ jelas rizka
Mendengar nama pandu prisil menatap tajam
rizka .
“ kenapa ada pembatalan “ tanya prisil
__ADS_1
“ karena para pemegang saham di proyek
itu mencabut saham mereka , jadi otomatis kita
tidak bisa bekerja sama lagi dengan mereka jika t
idak kita akan rugi besar . “ jelas rizka .
Prisil diam sejenak berpikir , siapa
yang bisa menggagalkan prosyek itu jika bukan
dari ayahnya yang berkuasa
“ apa semua ini ada hubungannya dengan
percakapan alex dan ayah nya , apa alex ada di
belakang semua ini “ batin prisil .
“ prisil bagai mana kita mulai dengan
laporan yang ini ,” kata prisil yang
menyadarkannya dari lamunannya ,
“ baiklah laporan yang itu “ kata prisil
dan menuju mejanya untuk bekerja
Jam sudah menunjukkan jam 5 sore prisil
dan rizka baru selesai mengerjakan semua
laporan yang menumpuk .
“ akhirnya selesai juga “kata prisil dan
menyandarkan punggungnya di kursi sofa di
kantornya begitu pula rizka
paris dan akan kembali 4 bulan lagi saat
pernikahan mu dengan brian “ kata
prisil
“ kenapa cepat sekali kau kembali “ kata
rizka kecawa
“ bisnis alex bisa terbengkalai bila di
tinggal terlalu lama “ jelas prisil
“ alex kan bisa kembali keparis sendiri
dan kau di sini “kata rizka
“ dia tikdak mau berpisah jauh dari ku ,
aku pun juga begitu “ kata prisil dengan sedikit malu – malu
__ADS_1
“ aku lupa jika kalian ada lah pengantin
baru meski sudah 4 bulan lamanya menikah “ kata rizka
“ jangan berpikir begitu nanti kau juga
akanmerasakan apa yang aku rasakan ini “
jelas prisil dan memeluk sahabatnya itu .
“aku akan pulang sekarang , kau jangan
lah lembur segera pulang dan beristirahat ,
salam untuk brian nanti jika
bertemu “ kata prisil pamit dan beregas pergi
Prisil pun keluar dari butik berencana
mencari taksi untuk pulang , sedangkan
seorang pria yang sedari tadi menunggunya
pun merapikan bajunya dan akan keluar menyapa prisil ,
lelaki itu tak lain adalah pandu , dia sudah
menunggu prisil dari apartemennya dan mengikuti
prisil hingga butiknya dan menunggunya keluar ,
dan di saat pandu akan turun ada sebuah mobil yang
berhenti di depan prisil dan pandu pun
“ mobil siapa itu “ kata pan du
penasaran
Di lihatnya dengan seksama keluarlah
seorang lelaki dari dalam mobil itu dan
ternyata itu adalah alex suami prisil
“ kenapa lelaki itu harus salu muncul “ dengus
kesal pandu
“ aku harus mencari cara lain jika
ingin bertemu dengan prisil . “ batin pandu
dan menyalakan mobilnya dan
bergegas pergi .
Sedangkan prisil masuk ke mobil alex dan
pulang ke apartemen .
****
__ADS_1