
Alex
Aku mengedarkan pandangan ku di setiap orang di ruang meeting
.” kenapa wanita itu tidak da di sini “ batin ku .
aku masih berusah menandang kembali se isi ruangan itu . ku alihkan pandangan ku melihat sekertaris prisil
yang sedang bingung dan resah.
“ selamat pagi semua “ sapa ku .
“ selamat pagi juga pak alex “ jawab peserta meeting .
“ apakah semua telah hadir d ruang meeting ini ?” tanya ku lagi .
semua terdiam melihat masing masing anggota . pandangan ku tertuju pada rizka asisten dari prisil . rizka hanya terdian menunduk .
__ADS_1
“ nona rizka “ panggil ku pada rizka yang berhasil membuat nya kaget dan mendongakkan kepalanya melihat ku .
“ i...iya pak alex “ jawab rizka terbata - bata .
“ saya tidak melihat nona prisil berada di ruangan ini ? tanya ku dengan tatapan tajamnya pada rizka .
“ hmmm ... nona prisil ... “ jawab rizka menggantung dan bingung memberi jawaban pada ku . alex tetap memandangi rizka dengan tatapan yang dingin dan mengintimidasi .
“ nona rizka saya bertanya di mana nona prisil ? “ tanya ku kembali yang mulai sedikit kesal .
rizka masih kebingungan di saat riska akan menjawab terdengar suara ketukan pintu dan membuat semua orang
.” ma .. maaf semuannya , sa ... saya terlambat “ jawab prisil sembari mengatur nafasnya yang tidak teratur tetapi berusaha tenang meski keringan mengalir derah di wajahnnya .aku memandangi wajah dan badan prisil yang terlihat kusut , padangan ku tertuju pada wajah nya yang berkeringat dan membuat beberapa helaian rambut
yang ada di wajahnya basah dan bagiku sangat sexy .
“ astaga kenapa wanita itu terlihat seksi dengan keringatnya yang mengalir di wajah dan badannya “ batin ku sembari menatap terpesona wajah prisil .
__ADS_1
matanya teralihkan pada dada dan baju yang di gunakan prisil , dada nya yang naik turun karena nafas yang terburu buru dan juga kancing jas nya yang terbuka memperlihatkan bentuk dada prisil yang lumayan besar di
balik kemeja putihnya membuat alek susah menelan ludahnya .
“ kenapa dia terlihat sangat sexy dengan keadaannya yang seperti itu , aku menyukainya “ batin ku .
semua orang memandangku segera ku alihkan pandangan ku dan segera mempersilahkan prisil masuk dan
memulai meeting . selama meeting pandanganku tak teralihkan dari prisil . banyak hal yang ada di pikiran ku membuat ku semakin penasaran akan sosok prisil dan juga masa lalunya , informasi yang aku dapat belum membuat ku puas .
" aku akan mencari tau sendiri tentang masa lalunya itu " pikir ku
“ kenapa dia tidak merasa kesal dan malah menampilkan hal yang sangat membuat ku semakin tertarik padanya “ batin alex .
“ jika di lihat lagi dia sangat menarik , kau harus menjadi milik ku prisil ,” batin alex dengan senyum evilnya .
" aku yakin akan membuat mu menjadi milik ku sepenuhnya , bagai manapun caranya ." batin ku
__ADS_1
***