melepaskan

melepaskan
Episode 153


__ADS_3

******


Pagi pun tiba , alex membuka matanya dan


melihat prisil tidak ada di sampingnya ,


begitu pula dengan anak – anaknya yang


sudah tidak ada di ranjang mereka .


 


alex pun mencari keberadaan mereka di


setiap sudut kamar mereka tapi tidak


menemukannya , di ambilnya juga tidurnya


dan keluar mencari keberadaan mereka


ber empat .


Ternyata  mereka tengah berada di


taman belakang sedang


berjemur menikmati cahaya matahari ,


“ ternyata kalian di sini “  kata alex lega


Prisil pun membalikkan badan dan melihat


ke arah alex yang sudah berada di belakang


nya . alex pun memeluk tubuh prisil


dan mengecup kening prisil dengan lembut .


“ selamat pagi sayang , kenapa kau


meninggalkan ku sendiri di kamar “


kata alex pada prisil


Prisil pun terkejud melihat tingkah alex


yang menciumnya secara mendadak di


depan anggota keluarga yang berada di sana .


“ alex , apa yang kau lakukan , ada ayah


ibu nenek dan juga bastian “ kata prisil tersipu


malu dan sedikit mendorong


tubuh alex


 


“ mereka sudah biasa sayang “ jawab alex


santai


 


“ tenang saja sayang kami sudah terbiasa


melihat alex seperti itu setelah menikahi mu “


jawab ibu yang juga santai dan


tetap fokus dengan si kembar


 


 


“ tapi ibu ... “ jawab prisil tetapi


terpotong oleh perkataan bastian ,


 


 


“ dia memang cabul “ jawab bastian


sembari melirik nakal pada alex


 


“ hentikan omong kosong mu , ada anak


kecil di hadapan mu “ jawab alex pada


bastian yang di jawab tawa oleh semua


orang


 


 


“ lihat lah itu aku sedang di bully oleh


keluarga ku , setidaknya lindungilah suami


mu yang tampan ini “ kata alex


sembari bermanja pada prisil yang masih


ada di depannya


Melihat tingkah manja alex prisil hanya


bisa tertawa kecil


“ kau juga menertawaiku “kata alex pada


prisil


 


 


“ sudah – sudah , mandi lah terlebih


dahulu , hanya kau seorang yang

__ADS_1


belum mandi , setelah mandi turunlah dan mari


kita sarapan bersama “ jawab prisil


dan mengelus lembut punggung alex


Alex hanya mengganggukan kepalanya dan


segera kembali ke kamar dengan muka


cemberut , prisil masih menahan tawanya


melihat raut wajah alex yang seperti anak kecil .


setelah melihat alex pergi


prisil pun kembali fokus dengan si kembar


yang berjemur  .


 


Semua anggota keluarga pun sudha berada


di meja makan untuk sarapan begitu pula


si kembar yang berada di kereta dorong


mereka yang berada di sebelah prisil ,


tak lama alex pun turun dan bergabung


dengan seluruh anggota keluar ga yang lain .


setelah menyapa anak – anaknya


alex pun duduk di kursi nya yang berada


di sebelah anak – anaknya .


“ semua sudah di sini , mari kita


sarapan bersama – sama “ kata


ayah membuka pembicaraan


 


 


“ makanlah yang banyak prisil ibu sudah


menyiapkan makanan penambah asi untuk mu “


kata ibu sembari memberi sepiring


penuh makanan pada prisil


 


 


“ terimakasih ibu , “ jawab prisil


sembari menerima piring dari ibu


Sebelum itu prisil mengambilkan makanan


untuk alex sesudah itu prisil pun memakan


makanannya smbari memperhatikan anak


– anaknya


Di tengah – tengah sarapan alex


mengatakan sesuatu pada ayahnya .


“ ayah bolehkan aku lebih lama dengan


anak – anak ku . paling tidak beberapa minggu “


kata alex pada ayahnya


 


 


“ atau aku langsung bawa anak- anak ku


ke paris saja agar aku bisa fokus dalam bekerja “


tambahnya lagi


Mendengar itu ibu langsung menjawab


dengan tegas


“ tidak , kau tidak boleh membawa cucu –


cucu ibu ini ke paris , kau mau memisahkan


ibu dengan cucu – cucu ibu “ kata


ibu jelas dan tegas pada alex


 


 


“ tidak ibu ,  hanya saja aku tidak bisa


meninggalkan prisil dan anak- anak ke


paris sendirian “ kata alex yang juga sedih


 


 


“ kau tidak harus kembali ke paris , kau


bisa pegang perusahaan ayah di sini sementara ,


untuk urusan paris biar bastian


yang mengurusnya di sana “ kata ayah


 

__ADS_1


 


“ tidak , aku juga tidak bisa jauh


dengan keponakan – keponakan ku ini “


jawab bastian


 


 


“ lalu siapa yang akan pergi ? ayah ke paris   ? “


kata alex yang juga bingung


Semua mata tertuju pada ayah yang


meng artikan jika mereka menyetujui usul ayah ,


ayah yang mengerti membelalakan


matanya tidak percaya dengan maksud mereka


“ tidak , tidak , ayah juga tidak bisa


jauh dari si kembar , aku kakek mereka ,


kalian tau itu kan “ jawab ayah


membela diri .


 


“ lantas siapa ayah yang bisa


menggantikan aku ?” tanya alex lagi pada ayah


 


“ sudahlah , kau punya banyak karyawan


di sana biar mereka yang menghendel kau


memantaunya dari sini saja “ jelas ayah


yang mulai frustasi di cerca banyak


pertanyaan oleh alex


 


 


“ baiklah “ jawab alex puas dan


mengedipkan mata pada bastian yang


di balas dengan senyuman kemenangan oleh


bastian


Sarapan pagi pun berjalan dengan


sempurna dan penuh ceria , setelah


sarapan prisil membawa si kembar ke ruang


tengah untuk menikmati waktu bersama


dan tiba – tiba datang lah vero dengan


berbagai hadiah yang di bawa oleh


pengawalnya .


“ selamat siang semuanya , tante vero


datang membawa hadiah untuk si kembar “


kata vero dan berjalan masuk ke ruang


keluarga .


“ letakkan  hadiah nya di sana saja  “ kata vero


pada pengawalnya ,


 


“ selamat siang juga vero “ jawab ibu


 


“ apa yang kau bawa itu “ tanya ibu


penasaran dengan apa yang di bawa vero


 


“ tentu aku membawa hadiah untuk si


kembar tante  .” jawab vero dan


menunjukkan hadiah – hadiah yang dia


bawa untuk anak – anak prisil


 


“ wah ... banyak sekali hadiah yang kau


bawa vero “ kata ibu dan menghampiri


hadiah hadiah itu


 


“ tentu tante , untuk si kembar yang


lucu maka vero harus memberi mereka banyak hadiah “


jawab vero dan menatap alex


Alex yang melihat nya hanya mengalihkan


pandangannya .


*****

__ADS_1


__ADS_2