melepaskan

melepaskan
Bab 68


__ADS_3

******


 


Setelah makan selesai makan prisil memberi


obat pada alex untuk di minum olehnya .


prisil pun  membereskan piring dan


membawanya ke dapur ,


 


 


wajah alex masih terlihat sedih ,


alex hanya melamun menatap ke arah depan ,


prisil pun telah kembali ke kamar dan melihat alex


sedang melamun , prisil pun duduk di samping alex


“ alex , apa yang sedang kau pikirkan ,


kenapa raut wajah mu sedih “ tanya prisil dan


membuat alex sadar dari lamunannya


 


 


“ oh ... tidak apa – apa aku hanya


memikir kerjaan ku saja “ kata alex berbohong


 


 


“ libur lah sejenak dari kerjaan mu alex


, kau harus istirahat “ kata prisil sambil


memperbaiki selimut ku agar lebih


menutupi tubuh alex


 


 


“ aku akan berada di sini menemanimu “


kata prisil dan beralih duduk di sofa dan


mengecek laporan yang di kirim oleh


riska di leptonya


Alex hanya melihat prisil dengan


bermacam petanyaan di pikirannya


“ apa kau tidak pernah sekali saja


melihat cinta ku pada mu prisil “  batin


alex


 


“ apa aku yang terlalu berharap jika kau


akan mencintaiku dengan seiring waktu “

__ADS_1


batin alex lagi


 


“ apa kau tau betapa aku sangat


mencintaimu , “ batin alex lagi


Sesekali prisil melihat ke arah alex


yang memandangnya dan tersenyum


alex pun membalas dengan senyum manis di balik


sedihnya .


prisil fokus pada kerjaannya hingga


tak terasa suda larut malam


 


Prisil pun menutup leptop nya dan


bergegas untuk tidur karena jam


menunjukkan tengah malam , pandangannya


beralih menatap alex yang belum tidur dan


malah memandang prisil


“ alex kenapa kau belum tidur dan kenapa


kau malah menatap ku terus “ tanya prisil


 


 


jawab alex


 


 


“ jangan mulai menggoda ku alex “ kata  prisil


 


“ prisil apa sebaiknya aku pindah saja


ke kamar ku “ kata alex pelan


Prisil pun duduk di samping alex .


“ kan aku bilang akan merawat mu alex ,


jadi kau tetap berada di sini hingga pulih “ j


elas prisil dan memegang dahi


alex untuk menegecek suhu alex ,


Prisil pun terkejud saat memegang dahi


alex yang lumayan panas , prisil pun segera


mengambil termometer dan meletakkan


di tubuh alex .


Alex menggenggam tangan prisil


“ aku baik – baik saja prisil “ kata


alex yang mulai lemas

__ADS_1


 


 


“ baik bagaimana kau kembali demam alex


liat ini suhu badan mu tinggi “ jawab prisil dan


menunjukkan hasil dari termometernya .


“ istirahatlah aku akan menyiapkan


kompres untuk menurunkan panas mu . “


perintah prisil dan bergegas mengambilnya


di lantai bawah


Alex merebahkan badannya dan memejamkan


matanya dan bergumam


“ jangan berharap banyak alex , sadarlah


hanya bastian di hati prisil “ kata alex pada dirinya sendiri


Tak lama prisil sudah kembali dengan


membawa air kompres untuk alex . dengan


telaten prisil mengompres alex yang


sedang demam , alex hanya bisa melihat


prisil dengan matanya yang sendu


“ tidurlah alex , aku akan di sini hingga


panas mu turun , “ kata prisil lembut


 


“ tapi kau juga butuh istirahat prisil .


“ jawab alex pelan


 


“ aku akan istirahat setelah panas mu


turun “jawab prisil


 


“ tapi sil ....” kata alex terpotong oleh


kata – kata prisil


 


“ sudah lah menurutlah , tidur agar kau


cepat sehat , ini perintah “ kata prisil


Alex pun hanya bisa menuruti perkataan


prisil ,, alex pun memejamkan matanya dan tidur ,


sedangkan prisil tetap siaga mengonpres dan mengecek


demam alex , dan setelah beberapa saat demam alex sudah


mulai normal prisil pun mengistirahatkan sejenak dan


menidurkan dirinya di sofa sambil terduduk .


******

__ADS_1


__ADS_2