melepaskan

melepaskan
Bab 112


__ADS_3

******


 


Bastian sedang di mobil nya menunggu


bastian keluar dari kantornya dan di saat


menunggu alex menelpon bastian ,


“ hallo alex “ sapa bastian


 


“ kenapa kau tidak ke kantor sampai sore


“ tanya alex di balik telepon


 


 


“ Aku tidak pergi ke kator , aku sedang


ingin istirahat karena habis begadang “


jawab bastian berbohong


 


 


“ apa kau ada rencana bertemu dengan ku “


tanya alex lagi


 


 


“ tidak aku sangat lelah dan ingin tidur


saja di rumah “ jawab bastian


 


 


“ baiklah kalau begitu , istirahat lah “kata


alex dan menutup teleponnya


“ maav kan aku alex aku harus berbohong


pada mu “ kata bastian setelah memutus


sambungan telepon


Tak lama mobil alex pun terlihat oleh


bastian dan bastian mengikuti mobil alex .


walnya berjalan seperti semestinya


tapi menjadi aneh ketika alex melewati


jalan yang lain dari mansionnya ,


“ kenapa alex tidak berbelok menuju


mansionnya , kenapa dia ke arah lain ,


sebenarnya mau ke mana alex “ kata


bastian penasaran


Bastian terus mengikuti kemana perginya


mobil alex hingga mobil alex mengarah ke


sebuah villa yang bagi bastian tidak


asing , karena itu adalah villa keluarga


wijaya . mobil alex berhenti salah


satu villa mewah itu . elax pun turun


membawa beberapa barang


Barang yang di lihat bastian adalah ,


bunga coklat dan beberapa mainan serta


boneka


“ kenapa alex membawa barang barang itu


, siap yang dia temui di sini malam – malam


begini “ kata bastian penasaran


Bastian terkejud melihat seseorang yang


di temui alex adalah seorang wanita , tetapi

__ADS_1


bastian merasa tidak asing dengan


wanita yang alex temui itu , setelah melihat


alex masuk ke dalam bastian pun


turun dari mobilnya dan menghampiri rumah


yang di masuki alex untuk melihat


siapa yang alex temuai .


 


 


Di tekannya bell rumah itu dan tak lama


pintu itu di buka oleh seorang wanita yang


ternyata wanita itu adalah prisil


dan dengan kondisi perut yang membesar


dan dari belang muncul alex dengan


panggilan sayang


“ sayang siapa yang datang “ kata alex


---------


Bastian , alex dan prisil tengah duduk


di ruang tengah villa . bastian duduk


dengan raut wajah datarnya memandang


prisil dan alex yang ada di depannya .


alex berada di samping prisil sembari


menggenggam tangan prisil agar dia tenang


“katakan apa yang ingin kalian katakan ‘


  kata abastian dengan wajah datar nya


 


 


“ maaf kan aku , tapi semua ini tidak


seperti yang kau pikirkan “  kata alex


 


 


“ maksudmu kau tidak bermaksud untuk


merebut prisil dari ku “ kata bastian yang


sudah mulai emosi


 


 


“ bukan – bukan itu maksud ku “ kata


alex .


 


 


“ lantas apa yang kau maksud . kenyataannya


kau merebut prisil dari  di saat aku tak


ada “ kata bastian yang emosi


 


 


“maafkan aku jika menurut mu aku


merebut prisil dari mu tapi aku melakukan


ini demi perusahaana awalnya bastian “ jelas


alex


 


 


“ tapi asal kau tau aku sudah menyukai


prisil sejak pertama aku bertemu dengannya


di kantor “ kata alex lagi

__ADS_1


 


 


“ dan kau memanfaat kan kecelakaan ku


untuk merebutnya “ kata bastian memotong


 


 


“ bukan itu , kau tidak mengerti situasi


yang memaksa ku untuk menggantikanmu


dan apa kau tau kondisi prisil waktu itu ,


dia terpuruk di rumah sakit karena mengetahui


kecelakaan mu “kata alex


 


 


 


“ apapun alasannya itu tidak berarti kau


menggantikan ku untuk menikah dengan


prisil , kau tau aku juga sangat


mencintainya , tapi kau dengan  senang


hati merebut dia dariku , “ kata bastian lagi


 


 


 


“ dan kau prisil ternyata kau sungguh


wanita yang buruk , kau tidak mendapat


kan ku kau menikahi kakak ku dengan


mudah tanpa memikirkan perasaan ku ,


apa kau sejahat ini juga dengan yang


lainnya . apa kau menikahi ku karena


harta semata dan ...  “ perkataan bastian


terpotong karena tamparan prisil


Plak ...


Suara tamparan prisil di pipi bastian .


bastian hanya memegangi pipi yang


di tampar prisil dan memandang tajam prisil


“ tutup mulud mu , kalu tidak tau


kondisi ku waktu itu , dan kau tidak


berhak berkata seperti itu tentang suami


dan juga ayah dari anak – anak ku “


kata prisil yang mulai bercucuran air mata


di matanya


Alex hanya diam menatap prisil menampar


bastian dan panik melihat prisil yang mulai


menangis , alex hanya memeluk


prisildan menahan prisil agar tidak emosi


dan menampar bastian lagi


“ sebaiknya kau kembali pulang bastian ,


jika kau masih bingung temui aku besok


di kantor saja ,  “ kata alex dan menuntun


prisil ke kamarnya


Bastian yang kesal pun keluar dari rumah


itu dan berlalu meninggalkan villa itu dan


bergegas pulang dengan penuh emosi .


 

__ADS_1


****


__ADS_2