
****
Hari ini alex di perbolehkan untuk
pulang tapi dokter tetap menganjurkan untuk
tetap berisrirahat karena deman
alex yang sewaktu waktu bisa tinggi lagi ,
apalagi dalm cuaca bersalju seperti
sekarang
Prisil tidak memperbolehkan alex untuk
berjalan dari rumah sakit sama seperti
waktu prisil pulang dari rumah sakit ,
alex hanya bisa menurut karena dia tau
bahwa dia juga pernah seperti itu pada
prisil
. jhonny yang melihat alex dan prisil
hanya tersenyum menaha tawanya ,
alex yang melihat jhonny sedang
menahan tertawa menjadi kesal
“ apa itu lucu jhon “ tanya alex kesal
“ tidak tuan hanya saja ... “ kata jhony
menggantung karena di potong prisil
“ kau seharusnya tidak melampiaskan
kekesalan mu pada jhonny alex “ tegur
prisil pada aex yang hanya di balas
dengan memalingkan wajahnya dan
memajukan sedikit bibirnya pertanda kesal
“ terima kasih nyonya sudah membela saya
“ jawab jhonny dengan masih menahan tawanya
Prisil hanya membalas dengan senyum puas
. dan lain halnya alex yang semakin kesal .
prisil yang melihat alex kesal
hanya bisa tertawa
__ADS_1
----
Alex dan prisil sudah tiba di rumah .
prisil mendorong kursi roda alex memasuki
mansion dan saat akan melewati kamar
alex prisil terus mendorong kursi roda alex .
alex bingung prisil akan membawanya kemana
ternyata prisil membawa alex menuju kamarnya .
“ prisil kamar ku di sebelah sana “ kata alex dan
menunjuk arah kamarnya .
“ kau akan tidur di kamar ku , aku kan
menjaga mu sampai kau sembuh “ jawab prisil
memalingkan wajahnya yang mulai
memerah . alex yang melihat nya juga
menjadi grogi dan malu
Prisil pun mendorong masuk kursi roda
alex dan membantu alex untuk berbaring
di kasur prisil . alex hanya menurut
walau alex sedikit canggung .
“ istirahat lah , aku akan memasakkanmu
bubur dan membawa obat mu kemari “
prisil . di balik itu alex merasa senang
dengan perhatian prisil padanya .
Prisil pun menyiapkan bubur dan setelah
siap prisil membawanya menuju kamarnya .
“ bubur dan obatnya sudah datang “ kata
prisil dan duduk di pinggir ranjang
Saat alex akan mengambil bubur itu
prisil menjauhkannya menghalangi
alex untuk mengambilnya . alex hanya
melihat bingung kenap prisil menghalanginya
mengambil bubur itu
“ apa yang kau lakukan “ kata prisil
pada alex
“ kau membawakan bubur itu untuk ku
bukan , jadi aku akan memakannya “
jawab alex polos
“ alex , aku kan sudah bilang aku akan
__ADS_1
merawat mu , jadi aku akan menyuapimu “
jelas prisil dan mulai menyuapi alex tapi
alex hanya diam mendengar perkataan
prisil tanpa membuka muludnya
“ ayo buka mulud mu , aku jamin bubur
buatan ku enak “ kata prisil dan alex
membuka muludnya
“ anak pintar “ jawab prisil dan
melanjudkan menyuapi alex
Alex hanya tersenyum bahagia dengan
perilaku prisil yang perhatian padanya
“ apa mungkin prisil sudah mulai membuka
hati untuk ku “ batin alex
, alex melihat pergelangan prisil dan alex
tidak melihat gelang pemberiannya . alex pun
beralih melihat leher prisil dan
dia melihat kalung liontin pemberian bastian .
seketika raut wajah alex berubah sedih
“ ternyata di hatinya tetaplah bastian “
batin alex
“ jangan terlalu berharap alex kau
hanyalah seseorang yang menggantikan
posisi di status bukan untuk di hati
prisil “ batin alex untuk menyadarkannya
dari hanyalan jika prisil mulai
mencintainya
Setelah makan selesai makan prisil memberi
obat pada alex untuk di minum olehnya .
prisil pun membereskan piring dan
membawanya ke dapur ,
wajah alex masih terlihat sedih ,
alex hanya melamun menatap ke arah
depan , prisil pun telah kembali
ke kamar dan melihat alex sedang melamun ,
prisil pun duduk di samping alex
*****
__ADS_1