melepaskan

melepaskan
Bab 67


__ADS_3

****


Hari ini alex di perbolehkan untuk


pulang tapi dokter tetap menganjurkan untuk


tetap berisrirahat karena deman


alex yang sewaktu waktu bisa tinggi lagi ,


apalagi dalm cuaca bersalju seperti


sekarang


 


 


Prisil tidak memperbolehkan alex untuk


berjalan dari rumah sakit sama seperti


waktu prisil pulang dari rumah sakit ,


 


 


alex hanya bisa menurut karena dia tau


bahwa dia juga pernah seperti itu pada


prisil


 


 


. jhonny yang melihat alex dan prisil


hanya tersenyum menaha tawanya ,


alex yang melihat  jhonny sedang


menahan tertawa menjadi kesal


“ apa itu lucu jhon “ tanya alex kesal


 


“ tidak tuan hanya saja ... “ kata jhony


menggantung karena di potong prisil


 


 


“ kau seharusnya tidak melampiaskan


kekesalan mu pada jhonny alex “ tegur


prisil pada aex yang hanya di balas


dengan memalingkan wajahnya dan


memajukan sedikit bibirnya pertanda kesal


 


 


“ terima kasih nyonya sudah membela saya


“ jawab jhonny dengan masih menahan tawanya


Prisil hanya membalas dengan senyum puas


. dan lain halnya alex yang semakin kesal .


prisil yang melihat alex kesal


hanya bisa tertawa


 

__ADS_1


----


Alex dan prisil sudah tiba di rumah .


prisil mendorong kursi roda alex memasuki


mansion dan saat akan melewati kamar


alex prisil terus mendorong kursi roda alex .


alex bingung prisil akan membawanya kemana


ternyata prisil membawa alex menuju kamarnya .


“ prisil  kamar ku di sebelah sana “ kata alex dan


menunjuk arah kamarnya .


 


 


“ kau akan tidur di kamar ku , aku kan


menjaga mu sampai kau sembuh “ jawab prisil


memalingkan wajahnya yang mulai


memerah . alex yang melihat nya juga


menjadi grogi dan malu


Prisil pun mendorong masuk kursi roda


alex dan membantu alex untuk berbaring


di kasur prisil . alex hanya menurut


walau alex sedikit canggung .


“ istirahat lah , aku akan memasakkanmu


bubur dan membawa obat mu kemari “


prisil . di balik itu alex merasa senang


dengan perhatian prisil padanya .


Prisil pun menyiapkan bubur dan setelah


siap prisil membawanya menuju kamarnya .


“ bubur dan obatnya sudah datang “ kata


prisil dan duduk di pinggir ranjang


Saat alex akan mengambil bubur itu


prisil menjauhkannya menghalangi


alex untuk mengambilnya . alex hanya


melihat bingung kenap prisil menghalanginya


mengambil bubur itu


“ apa yang kau lakukan “ kata prisil


pada alex


 


 


“ kau membawakan bubur itu untuk ku


bukan , jadi aku akan memakannya “


jawab alex polos


 


 


“ alex , aku kan sudah bilang aku akan

__ADS_1


merawat mu , jadi aku akan menyuapimu “


jelas prisil dan mulai menyuapi alex tapi


alex hanya diam mendengar perkataan


prisil tanpa membuka muludnya


 


 


“ ayo buka mulud mu , aku jamin bubur


buatan ku enak “ kata prisil dan alex


membuka muludnya


 


 


“ anak pintar “ jawab prisil dan


melanjudkan menyuapi alex


Alex hanya tersenyum bahagia dengan


perilaku prisil yang perhatian padanya


“ apa mungkin prisil sudah mulai membuka


hati untuk ku “ batin alex


, alex melihat pergelangan prisil dan alex


tidak melihat gelang pemberiannya . alex pun


beralih melihat leher prisil dan


dia melihat kalung liontin pemberian bastian .


seketika raut wajah alex berubah sedih


“ ternyata di hatinya tetaplah bastian “


batin alex


 


 


“ jangan terlalu berharap alex kau


hanyalah seseorang yang menggantikan


posisi di status bukan untuk di hati


prisil “ batin alex untuk menyadarkannya


dari hanyalan jika prisil mulai


mencintainya


Setelah makan selesai makan prisil memberi


obat pada alex untuk di minum olehnya .


prisil pun membereskan piring dan


membawanya ke dapur ,


 


wajah alex  masih terlihat sedih ,


alex hanya melamun menatap ke arah


depan , prisil pun telah kembali


ke kamar dan melihat alex sedang melamun ,


prisil pun duduk di samping alex


 *****

__ADS_1


__ADS_2