melepaskan

melepaskan
Bab 18


__ADS_3

 Alex


Aku mengarahkan mobilku masuk ke pelataran mantion


pribadiku , ya aku tidak pulang ke mantion keluarga wijaya , aku memilih berada


di mantion pribadiku . ku berikan kunci kepada pejaga dan aku melangkah masuk


ke dalam dan menuju ke kamar ku . ku ambil segelas wine merah kesukaan ku yang


selalu ada di manapun ruang pribadiku . sambil memegang segelas wine dan menuju


ke balkon kamar ku menatap pemandangan malam dan langit - langit sembari


mengingat senyuman dan tawa prisil saat makan malam bersama ku dan juga yang


sangat tidak bisa aku lupakakan adalah senyuman manis dan ramah saat aku


mengantarkannya pulang , senyuman itu selalu teringat di pikiran ku , seakan


aku ingin selalu berada di sampingnya melihat senyumnya setiap saat ..


“ arrgg ... senyuman itu membuat ku gila


, aku ingin melihat senyum itu terus menerus “ kata ku sembari duduk di kursi


dan meminum segelas wine merah itu hingga habis .


 


“ aku akan berusaha mendapatkannya


dengan cara apapun “ batin ku


 


“ apa aku harus mengajaknya keluar lain


kali atau kencan bersama ku , sepertinya bukan ide yang buruk untuk kami


lakukan “ oceh ku


 


“ tapi aku masih penasaran dengan masa


lalu nya ,? Kata ku bingung ,


 


“ aku akan menyururuh jhonny untuk


mencari tau semuanya . “  sembari menuangkan


wine merah itu lagi pada gelas  ,


aku  pun mengambil hp nya di meja dan


menelpon jhonny untuk memberi perintah


 


“ jhonny , aku ingin kamu mencari info


masa lalu prisil , tidak maksud ku semua masa lalu prisil , apapun itu . “


perintah ku


 

__ADS_1


“ baik tuan , saya akan segera mencari


tau dan mengabari anda secepatnya “ jawab jhonny di balik telepon .


 


Ku tutup  sambungan teleponnya dan  meminum


wine merah yang ada di depan ku kembali  .


kembali teringat wajah prisil di dalam


angan ku yang membuat ku senyum dan merasa senang , ucapan selamat malam dari


prisil masih terniang jelas di telingaku dan juga lambaian tangan di ikuti


senyum manisnya masih terkam di ingatan ku sunggu membuat ku senang .


aku ingin sekali menemuinya lagi .” ah


sudah lah memikirkannya semakin membuat ku gila dan ingin memilikinya .” kata


ku sambil mengacak ngacak rambut ku


“ setelah bocah tengil itu datang aku


akan memperkenalkan prisil pada bocah itu terlebih dahulu . “ sambungyan dan


meneguk habis wine yang ada di tangan ku dan aku bergegas masuk ke dalam kamar


 


 


Bastian


Aku merasakan ada seseorang di samping


badan ku dengan selimut , aku pun teringat kalau aku menunggunya pulang hingga


tertidur di depan tv . ku buka lagi sedikit mata ku dan kulihat prisil sedang


mentap wajah ku dengan senyum di bibirnya . tak lama kudengat suara pintu


tertutup , ku buka mata ku perlahan dan aku pun tersenyum mengingat senyuman


prisil pada ku .


“ aku rasa prisil mulai menyukai wajah


tampan ku “ kata ku dengan suara yang sangat kecil . ku tarik selimut itu


hingga menutupi tubuh ku dan tidur dengan senyum di wajah ku .


“ aku ingin prisil hadir di mimpi ku ,


dan aku rasa aku akan mimpi indah ,” batin ku


Pagi pun datang , ku cium aroma sedap di


hidung ku , ku buka mata ku dan ku lihat sekeliling ku . tatapan ku beralih


kedapur dan ku lihat prisil sedang memasak . aku pun beranjak dari sofa yang


semalam aku tiduri ,


“ selamat pagi prisil , kau sedang


memasak apa ?” tanya ku pada prisil

__ADS_1


 


Prisl pun menatap ku dan menjawab sapaan ku


 


“ selamat pagi juga tian . maaf mungkin


suara gaduh di dapur mengganggu tidur mu , hmm aku sedang membuat kan mu


sarapan . duduk lah dan mari kita makan , “ jawab prisil yang masih berkutat


dengan alat masaknya .


“ hmm sepertinya enak . “ jawab ku


Kami pun sarapan seperti biasannya , aku


sangat menyukai momen – momen ini , di mana aku dan prisil mengobrol santai dan


sesekali tawa dan senyumnya menghiasi wajahnya , aku sangat suka melihat ini .


“ kau tidak pergi ke bekerja , ku lihat


kau tidak memakai baju kerjamu ?” tanyaku pada prisil


 


“ tidak , hari ini aku tidak bekerja ,


aku akan menemanimu cek  ke rumah sakit lagi , bukan kah ini jadwal mu ke dokter .


“ jawab prisil


 


“ benarkah , sepertinya aku lupa ?”


jawab ku


 


“ tak masalah , dan setelah dari rumah


sakit aku akan mengajak mu membeli beberapa baju dan jalan ke taman mencari


udara segar , kamu sudah beberapa minggu ini hanya di rumah saja , apa kau tidak


bosan hanya di rumah saja ?” tanya prisil


“ hmm lumayan sih , ok kalau begitu


setelah sarapan aku akan bersiap – siap “ jawab ku pada prisil.  prisil yang mendengar jawaban ku tersenyum dan


bangkit dari tempat duduk nya dan mengacak - ngacak lembut   rambut ku .


 


“ bagus kau pintar sekali “ jawab nya


 


Aku hanya diam dan membualat kan mata ku


melihat perilaku prisil terhadap ku , tingkahnya ini membuat ku senang dan


gembira , aku hanya bisa tersenyum malu di hadapannya dan sesekali memandangi


wajah prisil

__ADS_1


.


__ADS_2