melepaskan

melepaskan
Bab 61


__ADS_3

****


 


Prisil dan alex telah berada di bandara,


sikap prisil sedikit aneh selama berjalan


ke gate pesawat pribadi mereka.  prisil


selalu memegang tangan alex dengan sangat


kuat hingga alex sedikt meringis


kesakitan pada lengannya , dan juga prisil


sedikit menyembunyikan wajahnya di


lengan alex .


 


Alex berpikir keras apa yang membuat


istrinya seperti ketakutan , alex pun menghentikan


langkahnya dan menatap prisil ,


 


prisil terus saja menunduk ketakutan .


alex pun memegang dagu prisil


agar prisil menatap wajahnya .


ternyata benar dugaan alex , prisil sedang


ketakutan .


“ prisil . buka mata mu dan tatap aku “


kata alex lembut


Prisil masih ketakutan dan tidak membuka


matanya , alex mencoba membujuknya sekali lagi


“ prisil tenang , ada aku di sini , buka


lah mata mu “ kata alex dengan tenang


Prisil pun membuka matanya dan memandang


alex dengan tatapan sedih bahkan akan menangis .


“ kau kenapa , katakan pada ku , apa


yang membuat mu sedih , apa aku


melakukan kesalahan “ tanya alex kawatir


 


“ aku hanya takut tempat ini , karena


tempat ini adalah tempat aku terakhir kali bertemu


dengan bastian dan di sini juga aku tau kenyataan pahit ,


aku takut tempat ini  dan aku takut menaiki pesawat


itu “ jelas prisil dan menangis .


 


Alex yang mendengarnya menjadi sedih dan


merasa bersalah , kenapa dia tidak menyadarinya dari tadi .


 “ maafkan aku yang tidak menyadari kesedihanmu dari tadi ,


maafkan aku , “  kata bastian sedih dan memeluk prisil .


Alex berpikir sejenak mencari cara agar


prisil tidak ketakutan lagi . tanpa aba – aba


alex menggendong prisil . dan


membuat prisil kaget dengan kelakuan alex .


“ jika kau takut dengan tempat ini


pejamkan mata mu dan jangan melihatnya ,


dan aku akan membawa mu ke pesawat


dengan aman “ kata alex dengan tenang


Prisil hanya menurut dan mengalungkan

__ADS_1


tangannya dengan erat di leher alex .


alex tetap menggendong prisil hingga


duduk di pesawat


Di dalam pesawat alex mendudukkan prisil di


kursinya . prisil membuka matanya dan melihat sekeliling yang ada di dalam


pesawat itu . prisil masih merasakan ketakutan , prisil tidak melepas


genggaman tangannya pada alex , menyadari hal itu alex menatap wajah prisil


“ apa kau masih takut “ tanya alex


 


“ ya aku masih takut alex “jawab prisil


dengan sedih bahkan seperti akan menangis


 


“ apa kau mau duduk di kursi panjang itu


bersama ku “ tanya alex menawarkan


Prisil hanya menganggukan kepalanya dan


alex membantu prisil untuk pindah ke kursi panjang


yang ada di samping jendela . alex memasangkan sabuk


pengaman pada prisil , karena prisil terus memegang


lengan alex . alex memanggil jhonny untuk mengambilkan


selimut untuk prisil . dan alex memakaikan selimut pada prisil ,


 


 


 


alex mengarahkan kepala prisil agar bersandar


di dadanya agar nyaman saat tidur ,


prisil hanya menurut karena saat itu yang


“ tidurlah , aku akan slalu berada di


sampingmu . setelah berada di paris aku


akan membangunkan mu . “ perintah alex


Prisil memejamkan matanya dan tertidur


di pelukan alex , melihat prisil yang ketakutan seperti itu membuat alex sedih


,alex membelai rambut prisil saat tidur agar prisil merasa tenang . merasa


prisil telah tertidur pulas alex pun memutuskan untuk istirahat sejenak .


****


 


Prsisil merasa haus dan prisil pun


membuka matanya , prisil mengedipkan


matanya beberapa kali berusaha memfokuskan


pandangannya dan melihat sekelilingnya ,


 


 


prisil mendongakkan kepalanya ternyata


prisil baru menyadari jika dia teridur di dada alex yang


bidang lebih tepatnya di pelukan alex . prisil bangkit


perlahan agar alex tidak terbangun dari


tidurnya . prisil sudah duduk ternyata jhonny


melihat prisil bangun dan menghampiri prisil .


“ ada yang bisa saya bantu nyonya “


tanya jhonny


Prisil langsung menaruh jarinya di depan


muludnya pertanda untuk menyuruh jhony

__ADS_1


mengecilkan suaranya . jhonny hanya


menggukan kepalanya mengerti . prisil melihat


ke arah alex dan dia melihat


alex menggerakan kepalanya sejenak dan tertidur kembali


 


“ bisakah kau mengambilkan aku air , aku


sangat haus “ pinta prisil pada jhony dengan


suara yang kecil tapi jhonny masih


bisa mendengarnya , jhonny hanya menganggukan


kepala dan mengambilkan prisil


minuman


“ Terimakasih jhonny , “ kata prisil dan


alex beranjak menjauh


Prisil memandang alex yang tengah


tertidur lelap , prisil memperhatikan setiap


sudut wajah alex dengan teliti


“ jika di lihat kau sedikit mirip dengan


bastian , atau bastian yang mirip dengan mu “ kata prisil pelan


 


 


“ kenapa kau sangat baik pada ku padahal


kau tau aku mencintai bastian “ kata prisil sedih


 


 


“ kebaikanmu ini membuat ku semakin


merasa bersalah “ lanjud nya


 


 


 


“ apa aku harus mencoba apa yang di


saran kan nenek untuk membuka hati untuk mu “


katanya dengan sedih ,


 


 


Tiba – tiba prisil merasa pusing pada


kepala nya , prisil lalu meminum air dari jhonny tadi


dan memeutuskan untuk memejamkan mata agar


mengurangi rasa pusingnya dan ternyata prisil telah


tertidur kembali sambil duduk di samping alex


Merasa prisil telah tertidur , alex


membuka matanya dan memandang prisil .


ternyata alex telah terbangun dari tidurnya


sejak tadi prisil bangkit dari pelukannya hanya


saja alex tetap menutup matanya , alex mendengar


semua yang di katakan oleh prisil , alex pun


memandang prisil dengan lekat


 


“ aku harap kau tau jika aku sangat


mencintaimu prisil “ batin alex sembari mengarahkan


kepala prisil kembali ke pelukannya dan menaikkan selimut prisil


****

__ADS_1


__ADS_2