
****
Prisil dan alex telah berada di bandara,
sikap prisil sedikit aneh selama berjalan
ke gate pesawat pribadi mereka. prisil
selalu memegang tangan alex dengan sangat
kuat hingga alex sedikt meringis
kesakitan pada lengannya , dan juga prisil
sedikit menyembunyikan wajahnya di
lengan alex .
Alex berpikir keras apa yang membuat
istrinya seperti ketakutan , alex pun menghentikan
langkahnya dan menatap prisil ,
prisil terus saja menunduk ketakutan .
alex pun memegang dagu prisil
agar prisil menatap wajahnya .
ternyata benar dugaan alex , prisil sedang
ketakutan .
“ prisil . buka mata mu dan tatap aku “
kata alex lembut
Prisil masih ketakutan dan tidak membuka
matanya , alex mencoba membujuknya sekali lagi
“ prisil tenang , ada aku di sini , buka
lah mata mu “ kata alex dengan tenang
Prisil pun membuka matanya dan memandang
alex dengan tatapan sedih bahkan akan menangis .
“ kau kenapa , katakan pada ku , apa
yang membuat mu sedih , apa aku
melakukan kesalahan “ tanya alex kawatir
“ aku hanya takut tempat ini , karena
tempat ini adalah tempat aku terakhir kali bertemu
dengan bastian dan di sini juga aku tau kenyataan pahit ,
aku takut tempat ini dan aku takut menaiki pesawat
itu “ jelas prisil dan menangis .
Alex yang mendengarnya menjadi sedih dan
merasa bersalah , kenapa dia tidak menyadarinya dari tadi .
“ maafkan aku yang tidak menyadari kesedihanmu dari tadi ,
maafkan aku , “ kata bastian sedih dan memeluk prisil .
Alex berpikir sejenak mencari cara agar
prisil tidak ketakutan lagi . tanpa aba – aba
alex menggendong prisil . dan
membuat prisil kaget dengan kelakuan alex .
“ jika kau takut dengan tempat ini
pejamkan mata mu dan jangan melihatnya ,
dan aku akan membawa mu ke pesawat
dengan aman “ kata alex dengan tenang
Prisil hanya menurut dan mengalungkan
__ADS_1
tangannya dengan erat di leher alex .
alex tetap menggendong prisil hingga
duduk di pesawat
Di dalam pesawat alex mendudukkan prisil di
kursinya . prisil membuka matanya dan melihat sekeliling yang ada di dalam
pesawat itu . prisil masih merasakan ketakutan , prisil tidak melepas
genggaman tangannya pada alex , menyadari hal itu alex menatap wajah prisil
“ apa kau masih takut “ tanya alex
“ ya aku masih takut alex “jawab prisil
dengan sedih bahkan seperti akan menangis
“ apa kau mau duduk di kursi panjang itu
bersama ku “ tanya alex menawarkan
Prisil hanya menganggukan kepalanya dan
alex membantu prisil untuk pindah ke kursi panjang
yang ada di samping jendela . alex memasangkan sabuk
pengaman pada prisil , karena prisil terus memegang
lengan alex . alex memanggil jhonny untuk mengambilkan
selimut untuk prisil . dan alex memakaikan selimut pada prisil ,
alex mengarahkan kepala prisil agar bersandar
di dadanya agar nyaman saat tidur ,
prisil hanya menurut karena saat itu yang
“ tidurlah , aku akan slalu berada di
sampingmu . setelah berada di paris aku
akan membangunkan mu . “ perintah alex
Prisil memejamkan matanya dan tertidur
di pelukan alex , melihat prisil yang ketakutan seperti itu membuat alex sedih
,alex membelai rambut prisil saat tidur agar prisil merasa tenang . merasa
prisil telah tertidur pulas alex pun memutuskan untuk istirahat sejenak .
****
Prsisil merasa haus dan prisil pun
membuka matanya , prisil mengedipkan
matanya beberapa kali berusaha memfokuskan
pandangannya dan melihat sekelilingnya ,
prisil mendongakkan kepalanya ternyata
prisil baru menyadari jika dia teridur di dada alex yang
bidang lebih tepatnya di pelukan alex . prisil bangkit
perlahan agar alex tidak terbangun dari
tidurnya . prisil sudah duduk ternyata jhonny
melihat prisil bangun dan menghampiri prisil .
“ ada yang bisa saya bantu nyonya “
tanya jhonny
Prisil langsung menaruh jarinya di depan
muludnya pertanda untuk menyuruh jhony
__ADS_1
mengecilkan suaranya . jhonny hanya
menggukan kepalanya mengerti . prisil melihat
ke arah alex dan dia melihat
alex menggerakan kepalanya sejenak dan tertidur kembali
“ bisakah kau mengambilkan aku air , aku
sangat haus “ pinta prisil pada jhony dengan
suara yang kecil tapi jhonny masih
bisa mendengarnya , jhonny hanya menganggukan
kepala dan mengambilkan prisil
minuman
“ Terimakasih jhonny , “ kata prisil dan
alex beranjak menjauh
Prisil memandang alex yang tengah
tertidur lelap , prisil memperhatikan setiap
sudut wajah alex dengan teliti
“ jika di lihat kau sedikit mirip dengan
bastian , atau bastian yang mirip dengan mu “ kata prisil pelan
“ kenapa kau sangat baik pada ku padahal
kau tau aku mencintai bastian “ kata prisil sedih
“ kebaikanmu ini membuat ku semakin
merasa bersalah “ lanjud nya
“ apa aku harus mencoba apa yang di
saran kan nenek untuk membuka hati untuk mu “
katanya dengan sedih ,
Tiba – tiba prisil merasa pusing pada
kepala nya , prisil lalu meminum air dari jhonny tadi
dan memeutuskan untuk memejamkan mata agar
mengurangi rasa pusingnya dan ternyata prisil telah
tertidur kembali sambil duduk di samping alex
Merasa prisil telah tertidur , alex
membuka matanya dan memandang prisil .
ternyata alex telah terbangun dari tidurnya
sejak tadi prisil bangkit dari pelukannya hanya
saja alex tetap menutup matanya , alex mendengar
semua yang di katakan oleh prisil , alex pun
memandang prisil dengan lekat
“ aku harap kau tau jika aku sangat
mencintaimu prisil “ batin alex sembari mengarahkan
kepala prisil kembali ke pelukannya dan menaikkan selimut prisil
****
__ADS_1