melepaskan

melepaskan
Bab 19


__ADS_3

Prisil


 


“ Bagaimana dokter perkembangannya , ?”


tanya ku pada dokter yang tengah menangani bastian


“ semakin membaik , perbannya sudah bisa


di buka , dan tuan bastian bisa jalan dengan normal kembali , hanya saja untuk


saat ini jangan gunakan kaki anda dengan kegiatan yang berat seperti olah raga yang


menggunakan kekuatan kaki atau pun berjalan terlalu jauh , hindari benturan , dan


konsumsi asupan yang tinggi kalsium .” jelas dokter itu


“ jadi begitu , terima kasih dokter atas


bantuannya , “ jawab ku pada dokter dan menjabat tangannya


Hari ini aku tidak bekerja dan lebih


memilih untuk menemani bastian untuk cek up ke rumah sakit . setelah dari rumah


sakit kami memutuskan untuk bebelanja pakaian dan juga keperluan di rumah


karena aku rasa bastian memerlukan beberapa baju baru dan kebutuhan pria lainnya


yang tidak ada di rumah . setelah kami belanja seperti rencana aku dan bastian


pergi ketaman untuk bersantai melihat pemandangan di pinggiran kota . kami


berjalan menyusuri taman dan juga jalan setapak sambil bersandau gurau , kami


pun sedikit lelah dan memutuskan duduk di bangku taman


“ apa kau menyukai bunga prisil ?” tanya


bastian kepada ku


“ ya aku menyukai bunga , segala jenis


bunga “ jawab ku semangat


“ bunga apa yang paling kau suka sil ?”


tanyanya lagi pada ku


“ hmm yang paling aku suka bunga tulip


biru “ jawab ku


“ kenapa warna biru ?” tanya bastian


yang kali ini ada bingung


“ karena aku suka warna biru “ jawab ku

__ADS_1


polos dan di ikuti tawa ku yang sontak membuat bastian pun tertawa .


meskipun


candaan ku tidak lucu tapi ini membuat suasana antara aku dan astian menjadi


lebih akrab . saat kami sedang asik mengobrol hp ku berbunyi dan sejenak ku


lihat layar hp dan kulihat alex menelpon ku . aku pun bangkit dan mengisyaratkan akan mengangkat telepon pada bastian , dan bastian menbalas dengan anggukan , aku pun sedikt menjauh dari bastian


“ hallo lex ... “ jawab ku


“ hallo prisil , kau sedang apa ?” tanya


alex pada ku di balik telepon


“ hmm aku sedang jalan- jalan di taman “


jawab ku


“ benarkah . di taman mana kau sekarang


?” tanyanya lagi pada ku


“ aku lagi ada di taman pinggir kota ,


ada apa alex ?” jawab ku dan juga bertanya pada alex


“ wah kebetulan sekali aku sedang berada


di perjalanan kembali ke ibu kota dan tidak jauh dari taman itu ,” jelas alex


memenui mu di sana , sekitar 15 menit lagi aku akan sampai di sana ,kalau


begitu sampai jumpa di sana . “ kata alex


“ tapi  aku .... “ jawab prisil yang terhenti karena


alex telah memutuskan teleponnya


“ kenapa dia selalu memutuskan telepon


secara sepihak?” dengus kesal ku


Ku masukkan lagi hp ku ke dalam tas ku


dan kembali duduk di sambing bastian dengan wajah yang kesal , bastian yang


melihat merasa bingung


“ telepon dari siapa , hingga membuat


wajah mu cemberut seperti itu ?” tanyanya padaku


“ telepon dari rekan bisnis ku , “ jawab


ku singkat


“ apa yang kalian bicarakan hingga

__ADS_1


membuat mu kesal seperti itu .


“ katanya dia akan kemari dan menemuiku


, dan tanpa meminta persetujuan ku dia langsung saja menutup teleponnya .?”


cerita ku kesal


“ karena itu ternyata , kau temui saja


 rekan bisnis mu aku akan pindah tempat duduk di ujung sana dan menunggu mu


selesai bertemu dengan dia . “ jelas bastian


“ jangan kau tetap di sini saja , ini


hanya bertemu biasa , dan apalagi hari ini adalah hari libur ku dan aku tidak


ingin membahas masalah pekerjaan ku . “ jawab ku dan menahan bastian bangkit


dari tempat duduknya .


bastian mu manganguk dan menuruti permintaan ku


Tak lama aku mendengar seorang pria


memangil nama ku , suaranya tidak asing di telinga ku . aku pun menoleh ke


belakang dan melambaikan tangan ku pada lelaki itu , ternyata suara lelaki itu


adalah suara alex ,


 " prisil ... " teriak alex dan berjalan menghampiriku


“ kau tidak sendiri , apakah dia teman


mu ?” jawa alex


“ ya dia teman ku , mari aku perkenalkan


“ jawab ku


Bastian bangkit dari duduknya dan


berbalik menghadap alex


“ alex ini teman ku bastian , dan


bastian ini alex rekan kerja ku yang aku ceritakan barusan “ jalas ku


“ bastian ... “ jawab alex terkejut


“ alex ... “ jawab bastain yang tidak


kalah terkejutnya dengan alex .


Aku merasa bingung dengan mereka


ternyata mereka saling mengenal

__ADS_1


__ADS_2