
******
Malam pun berlalu jam menunjukkan malam
semakin larut . vero pun berpamitan kepada
ayah dan ibu , setelah berpamitan
bastian mengantarkan vero ke pintu depan mansion
“ kau baik sekali bastian mengantar ku
seperti ini “ kata vero sembari tersenyum
penuh arti pada bastian
“ hentikan omong kosong mu , jika bukan
ibu yang menyuruh ku , aku tidak akan
sebaik ini pada mu “ jawab bastian ketus
“ baiklah anggab saja ini kebaikan hati
mu saja “ jawab vero tidak mau kalah
“ kalau begitu aku pergi dulu “ pamit
vero dan melambaikan tangan
Vero pun melangkahkan kakiny apergi
meninggalkan bastian , tetapi bastian tiba – tiba
memanggil vero dan membuat
vero membalikkan badannya ke arah bastian
“ vero “ panggil bastian
“ ada apa , apa kau sudah merindukan ku
“ jawab vero
Bastian terdiam memandang tajam vero
begitu pula dengan vero yang menunggu
jawaban dari bastian
“ jangan kau sakiti si kembar “ jawab
bastian dengan tatapan tajam
Vero terdiam dan menatap bastian dan
tersenyum sinis
“ apa yang kau pikirkan tentang ku “
jawab vero tak kalah sinis dan membalikkan badannya
“ kita lihat saja apa yang bisa aku
lakukan “ jawab vero dan berlalu pergi menuju
mobilnya dan meninggalkan mansion
wijaya
Bastian hanya terdiam melihat kepergian vero
tetapi di pikiran bastian terlintas bayangan
kejahatan vero yang bisa saja
terjadi
“ sebelum itu terjadi aku akan
melindungi mereka “ batin bastian dalam
hati dan bergegas masuk ke dalam
mansion
Langkah bastian terhenti melihat alex
yang menuruni tangga dan memberi isyarat
untuk mengikutinya menuju ruang kerja
alex . bastian yang mengerti segera
mengikuti alex ke ruang kerjanya .
“ apa si kembar dan prisil telah tidur “
__ADS_1
tanya bastian memecahkan keheningan
di ruang kerja alex
“ ya si kembar telah tidur setelah
meminum asi dan prisil tidur karena kelelahan ,
“ jawab alex pada bastian
Setelah alex menjawab kedua nya terdiam
dengan pikiran mereka masing – masing
hingga akhirnya bastian memecahkan
suasana
“ aku memeiliki firasat buruk dengan
vero terhadap anak dan strimu alex “
kata bastian dengan tatapan serius pada
alex
“ aku pun juga sama dengan mu , “ jawab
alex yang memandang bastian tidak kalah serius
“ aku yakin vero tidak akan tinggal diam
untuk memisahkan kalin berdua dan memiliki mu “
jawab bastian
“ aku juga takut dia akan menyakiti anak
– anak ku dan juga istri ku , “ kata alex
“ kau benar , kita juga tidak bisa
bisnis antara dua perusahaan bisa
hancur “ jelas bastian
“ untuk sementara kita harus waspada dan
memperhatikan setiap gerak gerik vero ,
minggu depan aku akan kembali masuk ke
kantor dan akan sering meninggalkan prisil
dan anak – anak di rumah dan aku
tidak bisa mengawasi mereka 24 jam
seperti sekarang “ jelas alex
“ tenang kalau itu ada nenek dan juga
ibu yang akan mendampingi prisil dan
anak – anak , jika ada sesuatu nenek
dan juga ibu akan segera menghubungi kita
“ jelas bastian menenangkan
“ aku akan menyuruh jhonny untung
mendampingi prisil di rumah “ tambah alex
__ADS_1
“ tepat sekali , jhonny sangat
terpercaya , dan apa lagi kita tidak tau apa
yang ada di benak vero saat ini
dan apa yang dia rencanakan “ jelas bastian
“ kita harus waspada “ kata alex
“ kalau begitu kita kembali ke kamar
masing – masing , kita lanjudkan lagi besok ,
aku harus begadang menjaga si
kembar “ kata alex dan menepuk bahu
bastian berlalu pergi begitu pula dengan
bastian yang mengganggukan kepalanya
mengerti perkataan alex dan berlalu pergi
dari ruang kerja alex .
Alex memasuki kamar secara perlahan agar
tidak mengganggu tidur sikembar dan juga istrinya
, di lihatnya box bayi si
kembar dan menatap wajah
imut mereka dengan lembut .
“ papa akan selalu melindungi kalian dan
juga mama kalian , papa tidak akan
membiarkan siapa pun menyakiti kalian , “
batin alex sembari memebelai lembut kepala
salah satu anak nya .
Alex pun mengecup kening masing – masing
anaknya sembari menyelipkan secerca doa untuk
mereka bertiga agar terhindar dari
mara bahaya dan tumbuh dengan sehat .
setelah selesai alex menghampiri prisil
yang tengah tertidur dan berbaring di samping
prisil . di angkatnya kepala prisil dan meletakkannya
di lengannya yang kekar dan melingkarkan tangan prisil
di tubuhnya agar bisa memeluknya .
di lihatnya sekilas wajah lelah prisil tapi
masih terlihat cantik bagi alex lalu di kecupnya
kening prisil dengan lembut
“ aku mencintai mu prisil , sangat
mencintai mu “ kata alex pelan dan
memejamkan matanya
Tanpa alex sadari ternyata prisil
mengetahui dan mendengar perkataan
alex dan hanya tersenyum di dalam dekapan
alex dan menjawab dalam hatinya
“ aku juga mencintaimu alex “ batin prisil yang
masih memejamkan matanya
Prisil pun memepererat pelukannya pada
alex dan melanjudkan tidurnya di pelukan alex .
__ADS_1
******