melepaskan

melepaskan
Bab 152


__ADS_3

******


Malam pun berlalu jam menunjukkan malam


semakin larut . vero pun berpamitan kepada


ayah dan ibu , setelah berpamitan


bastian mengantarkan vero ke pintu depan mansion


“ kau baik sekali bastian mengantar ku


seperti ini “ kata vero sembari tersenyum


penuh arti pada bastian


 


“ hentikan omong kosong mu , jika bukan


ibu yang menyuruh ku , aku tidak akan


sebaik ini pada mu “ jawab bastian ketus


 


“ baiklah anggab saja ini kebaikan hati


mu saja “ jawab vero tidak mau kalah


 


“ kalau begitu aku pergi dulu “ pamit


vero dan melambaikan tangan


Vero pun melangkahkan kakiny apergi


meninggalkan bastian , tetapi bastian tiba – tiba


memanggil vero dan membuat


vero membalikkan badannya ke arah bastian


“ vero “ panggil bastian


“ ada apa , apa kau sudah merindukan ku


“ jawab vero


Bastian terdiam memandang tajam vero


begitu pula dengan vero yang menunggu


jawaban dari bastian


“ jangan kau sakiti si kembar “ jawab


bastian dengan tatapan tajam


Vero terdiam dan menatap bastian dan


tersenyum sinis


“ apa yang kau pikirkan tentang ku “


jawab vero tak kalah sinis dan membalikkan badannya


 


“ kita lihat saja apa yang bisa aku


lakukan “ jawab vero dan berlalu pergi menuju


mobilnya dan meninggalkan mansion


wijaya


Bastian hanya terdiam melihat kepergian vero


tetapi di pikiran bastian terlintas bayangan


kejahatan vero yang bisa saja


terjadi


“ sebelum itu terjadi aku akan


melindungi mereka “ batin bastian dalam


hati dan bergegas masuk ke dalam


mansion


Langkah bastian terhenti melihat alex


yang menuruni tangga dan memberi isyarat


untuk mengikutinya menuju ruang kerja


alex . bastian yang mengerti segera


mengikuti alex ke ruang kerjanya .


“ apa si kembar dan prisil telah tidur “

__ADS_1


tanya bastian memecahkan keheningan


di ruang kerja alex


 


“ ya si kembar telah tidur setelah


meminum asi dan prisil tidur karena kelelahan ,


“ jawab alex pada bastian


Setelah alex menjawab kedua nya terdiam


dengan pikiran mereka masing – masing


hingga akhirnya bastian memecahkan


suasana


“ aku memeiliki firasat buruk dengan


vero terhadap anak dan strimu alex “


kata bastian dengan tatapan serius pada


alex


 


“ aku pun juga sama dengan mu , “ jawab


alex yang memandang bastian tidak kalah serius


 


“ aku yakin vero tidak akan tinggal diam


untuk memisahkan kalin berdua dan memiliki mu “


jawab bastian


 


 


“ aku juga takut dia akan menyakiti anak


– anak ku dan juga istri ku , “ kata alex


 


 


“ kau benar , kita juga tidak bisa


bisnis antara dua perusahaan bisa


hancur “ jelas bastian


 


 


“ untuk sementara kita harus waspada dan


memperhatikan setiap gerak gerik vero ,


minggu depan aku akan kembali masuk ke


kantor dan akan sering meninggalkan prisil


dan anak – anak di rumah dan aku


tidak bisa mengawasi mereka 24 jam


seperti sekarang  “ jelas alex


 


 


 


“ tenang kalau itu ada nenek dan juga


ibu  yang akan mendampingi prisil dan


anak – anak , jika ada sesuatu nenek


dan juga ibu akan segera menghubungi kita


“ jelas bastian menenangkan


 


 


“ aku akan menyuruh jhonny untung


mendampingi prisil di rumah “ tambah alex


 


 

__ADS_1


“ tepat sekali , jhonny sangat


terpercaya , dan apa lagi kita tidak tau apa


yang ada di benak vero saat ini


dan apa yang dia rencanakan “ jelas bastian


 


 


“ kita harus waspada “ kata alex


 


 


“ kalau begitu kita kembali ke kamar


masing – masing , kita lanjudkan lagi besok ,


aku harus begadang menjaga si


kembar “ kata alex dan menepuk bahu


bastian berlalu pergi begitu pula dengan


bastian yang mengganggukan kepalanya


mengerti perkataan alex dan berlalu pergi


dari ruang kerja alex .


Alex memasuki kamar secara perlahan agar


tidak mengganggu tidur sikembar dan juga istrinya


, di lihatnya box bayi si


kembar dan menatap wajah


imut mereka dengan lembut .


“ papa akan selalu melindungi kalian dan


juga mama kalian , papa tidak akan


membiarkan siapa pun menyakiti kalian , “


batin alex sembari memebelai lembut kepala


salah satu anak nya .


Alex pun mengecup kening masing – masing


anaknya sembari menyelipkan secerca doa untuk


  mereka bertiga agar terhindar dari


mara bahaya dan tumbuh dengan sehat .


 


setelah selesai alex menghampiri prisil


yang tengah tertidur dan berbaring di samping


prisil . di angkatnya kepala prisil dan meletakkannya


di lengannya yang kekar dan melingkarkan tangan prisil


di tubuhnya agar bisa memeluknya .


 


 


di lihatnya sekilas wajah lelah prisil tapi


masih terlihat cantik bagi alex lalu di kecupnya


kening prisil dengan lembut


“ aku mencintai mu prisil , sangat


mencintai mu “ kata alex pelan dan


memejamkan matanya


Tanpa alex sadari ternyata prisil


mengetahui dan mendengar perkataan


alex dan hanya tersenyum di dalam dekapan


alex dan menjawab dalam hatinya


“ aku juga mencintaimu alex “  batin prisil yang


masih memejamkan matanya


Prisil pun memepererat pelukannya pada


alex dan melanjudkan tidurnya di pelukan alex .

__ADS_1


******


__ADS_2