melepaskan

melepaskan
Bab 66


__ADS_3

*****


Dalam perjalanan kerumah sakit prisil


terus mendekap alex dalam pelukannya .


prisil kawatir pada alex yang belum


sadar dan demannya yang masih tinggi .


sesekali prisil memandang alex , prisil


merasa bersalah karena membuat alex seperti ini .


“ alex bersabarlah kita akan sampai


rumah sakit  , bertahanlah “ kata prisil


sedih


“ jhonny tolong lebih cepat “ kata


prisil pada jhonny sembari menahan


tangisnya yang akan pecah .


Sesampainya di rumah sakit dokter dan


perawat segera memberi pertolongan pertama


pada alex . prisil dan jhonny menunggu di ruang


pemeriksaan ,


prisil mondar mandir di depan pintu pemeriksaan


dengan wajah cemas  . jhonny yang melihatnya


hanya bisa terdiam melihat prisil cemas  .


Dan tak lama dokter keluar dari ruang


pemeriksaan , dan prisil segera menghampirinya


“ dokter bagaimana keadaan suami saya “


tanya prisil kawatir


“ tuan alex mengalami hiportemia karena


kedinginan terkena salju dan juga kelelahan . “


kata dokter


“ setelah istirahat yang cukup dan


pengobatan tuan alex akan membaik ,


setelah ini tuan alex bisa di pindahkan ke


ruangan inap “ jelas dokter itu lagi


“ terimakasih atas bantuannya apa saya


bisa menemuinya “ jawab prisil


“ untuk sekarang masih belum bisa ,


setelah tuan alex di pindahkan ke ruang


inap anda bisa menemuinya “ jelasnya


lagi


“jika tidak ada yang di tanyakan saya


pamit dulu “ pamit dokter itu


Prisil dan jhonny hanya menaggangukan


kepalanya .


“ tuan alex sudah tidak apa- apa ,


sebaiknya nyonya prisil kembali ke mansion ,


saya akan menunggu tuan alex


disini “ kata jhonny


“ tidak jhon aku juga akan menunggu alex


sampai dia sadar “ kata prisil yang masih kawatir .


Jhonny hanya bisa menuruti kemauan dari

__ADS_1


prisil untuk menemani alex di rumah sakit


Sekarang alex sudah di pindahkan di


ruang inap nya . prisil terus saja menunggu


di samping alex  . prisil memandang wajah alex


dengan rasa bersalah , prisil merasa sedih s


udah membuat alex seperti ini .


“ maaf kan aku alex aku telah membuat mu


sakit seperti ini “ kata prisil sedih dan mulai


menangis sembari memegang tangan alex dan


menundukkan kepalanya di tangan alex yang di infus


“ seharusnya aku memberitahumu jika aku


akan keluar membeli  hadiah untuk mu “


tangis prisil menyesal .


“ jika bukan karena kecerobohan ku , kau


tidak akan seperti ini “ lanjud prisil dan


tangisnya semakin menjadi.


Tanpa prisil sadari alex telah terbangun


dan mendengarkan tangisan prisil .


alex hanya tersenyum dan membelai kepala


prisil lembut dengan tangan nya yang lain


“ jangan menangis prisil , kau tidak


perlu meminta maaf ,  “ kata alex membuat


prisil terkejud dan mendongakkan kepalanya menatap alex


“ kau sudah sadar alex “ kata prisil


terkejud dan menghapus air matanya .


“ aku akan memanggil dokter “ kata


prisil dan beranjak dari duduknya tapi di tahan oleh alex


“ aku tidak apa – apa kau tidak usah


memanggil dokter “ kata alex menahan tangan prisil


“ tapi ... “ kata prisil yang terpotong


alex


“ prisil .. percayalah aku baik- baik


saja “ kata alex memotong perkataan prisil


“ baiklah , bagaimana keadaan mu , dan


apa yang kau rasakan “ kata prisil dan


menuruti kemauan alex untuk tidak


memanggil dokter


“ sudah jauh lebih baik “ kata alex


“ kau  baik – baik sajakan “ tanya


balik alex pada prisil yang terlihat kawatir .


“ yang harus di kawatirkan itu kamu


bukan aku alex “ jawab prisil


“ benar juga , aku yang terbaring di


kasur ini “ jawab alex sembari bercanda .


Prisil hanya tersenyum melihat perkataan


alex yang memulai candaannya .


“ aku tadi mendengar jika kau membelikan ku


sebuah hadiah . kau membelikan ku apa?? “ kata alex

__ADS_1


Prisil mengambil bingkisan yang dia bawa


tadi , prisil membantu alex untuk duduk dan


memberikan bingkisan itu untuk alex


“ ini untuk mu “  kata prisil sembari memberi bingkisan itu


“ apa ini “ tanya alex penasaran dan


membuka bingkisan itu .


“ itu penjepit dasi dan dasi warna merah


yang bisa kau pakai saat bekerja “ jelas prisil


Alex melihat benda itu dengan mata yang


bebinar , alex sangat senang mendapat


hadiah dari prisil karena ini adalah


pertama kalinya prisil memberinya hadiah


“ aku memilih dasi dengan warna kesukaan


mu , apa kau suka lex “ tanya prisil


“ sangat , sangat suka , aku akan slalu


memakainya , terima kasih istri ku “ jawab alex gembira .


“ aku melihatnya saat kita akan ke


restoran dan aku berpikir kenapa aku tidak meberimu


sebuah hadiah karena kau selalu memberiku hadiah .


jadi saat kau menelpon aku pergi membelinya “ jelas


prisil dengan muka sedih


“ aku pikir tidak akan lama karena


tempatnya yang tidak terlalu jauh , tapi saat akan


kembali aku tersesat , saat aku akan menelpon mu hp ku


tertinggal di mobil . “ jelas prisil lagi dan kali


ini dengan air mata yang mulai menetes


“ dan membuat mu kawatir hingga seperti


ini , maafkan aku alex , aku menyesal “


kata prisil dan menatap alex sedih .


Alex menghapus air mata prisil yang


mengalir di pipinya


“ tak apa . lain kali jangan seperti itu


lagi , kau membuat ku sangat kawatir . “ jawab alex .


“ yang penting tidak terjad sesuatu


padamu , jika itu terjadi aku tidak akan bisa


memaafkan diri ku sendiri “ jelas


alex dan membelai lembut rambut prisil


“ dan prisil aku ... “ kata alex


menggantung


“ iya alex kenapa “ tanya prisil


penasaran


“ aku lapar , apa kau membawa makanan “ kata


alex memelas


Mendengar  perkataan dan tingkah  alex itu


 prisil menahan tawanya untuk tidak tertawa


melihat expresi alex yang menurut prisil lucu .


Prisil pun menyiapkan makan untuk alex


yang sudah dia beli , dan menyuapi alex

__ADS_1


dengan telaten


****


__ADS_2