melepaskan

melepaskan
Bab 48


__ADS_3

 


 


Aku menatap ke luar jendela ,


aku memejamkan mata ku dan memegang


liontin pemberian dari bastian , dan sambil


mengingat pesan bastian saat dia memberi kalung liontin itu


 Pesan bastian


“  jika aku tidak di sisi mu , kau bisa melihat foto yang ada


di liontin ini dan aku akan ada di pikiran mu bahkan di hadapan


mu  "


Aku mencoba melakukan pesa bastian . ku


lihat foto bastian  di dalam liontin itu lalu ke pejamkan


mata ku dan ku bayangkan wajah tampan bastian ,


dan tak berapa lama ku buka mata ku berharap bastian akan


hadir di hadapan ku .


Ternyata bastian tidak hadir di hadapan


ku , aku mencoba kembali , tapi hasilnya sama ,


seketika dada ku terasa sesak


menahan rindu padanya


“ kau bohong bastian , kau bohong , kau


pernah berkata jika aku melihat foto mu dan memikirkan mu kau akan hadir di


hadapan ku . “ kata ku dengan nada sedih dan menahan rasa sakit di dada .


“ kau bohong pada ku ! ,  bastian kau bohong!  , “


lirih ku dan air mata mulai jatuh kembali


di pipi ku


 


 


“ KAU BOHONG !! , KAU BOHONG BASTIAN !! “ jerit


ku dan aku menagis sejadi jadinya


Dan di saat yang sama alex masuk ke


dalam kamar ku dengan wajah panik ,


karena mendengar jeritan ku dari luar ,


ternyata dia sudah kembali dari apartemen .


 


 


alex terkejut melihat ku sudah duduk


di lantai dengan keadaan kacau ,


alex segera berlari ke arah ku


dan memeluk ku , aku pun sekerang menangis di pelukannya


“ apa yang terjadi prisil ? kenapa kau


seperti ini ? “ tanya bastian panik


 


 

__ADS_1


“ dia pembohong alex , dia membohongiku “


isak ku di pelukan alex


 


 


“ siapa yang membohongimu , ?” tanya


alex melepaskan pelukannya dan menatap ku sedih


 


 


“ bastian lex , bastian . dia bilang


jika aku melihat fotonya di liontin ini dan


memikirkannya dia akan hadir di


hadapan ku , tapi buktinya tidak ada ,


bahkan aku sudah mencobanya berapa kali


dia tetap saja tidak muncul . “


jelas ku yang masih menangis


 


Mendengar itu wajah alex semakin sedih


dan memeluk ku sangat erat ,


“ tenanglah prisil , ku mohon tenanglah, “


kata alex sedih


 


 


meninggalkan mu , percayalah “ kata alex lagi


Mendengar perkataan  alex membuat tangis ku semakin menjadi


“ kenapa kau baik pada ku lex “ tanya ku


masih dalam tangisan ku


 


 


“ karena aku sayang pada mu dan aku tak


ingin melihat mu sedih dan kacau seperti ini “


jawab nya dan semakin mempererat


pelukannya .


Aku tak bisa berkata – kata mendengar


perkataan alex , aku hanya bisa terus


menagis dan menangis dalam pelukan dada


bidang alex . sampai aku sudah mulai tenang ,


alex mengendong ku dan memindah


kan ku dari lantai ke kasur ku dan menidurkan ku ,


alex menyelimutiku dan


membelai kepala ku dengan lembut .


“ ada aku di sini yang akan slalu  menjaga mu , “ kata alex .


Aku hanya terdiam , dan alex menatap ku


lembut , tak lama alex mengalihkan suasana

__ADS_1


dengan menawariku makanan


“ bukankah kau ingin makan masakan nenek


mu , aku sudah membawa banyak makanan “


kata alex sembari membuka makanan yang


dia bawa


“ aku sudah tidak lapar alex dan tidak


ingin makan “ jawab ku dan memalingkan


wajah ku ku arah lain .


Seketika alex terhenti sejenak , lalu


melanjudkan mengambilkan ku makanan ,


setelah selesai dia mengahampiriku dan


duduk di tepi ranjang ku dan menatap ku lembut


“ prisil kau harus makan , kau harus


segera pulih , dan makanan ini nenek sudah


membuatkannya dengan susah payah untuk mu “


bujuk alex .


Aku hanya terdiam tidak merespon


“ jika ini kau tidak ingin sembuh , maka


lakukan ini demi bastian , dia akan sedih jika tau kau seperti ini . “ kata


alex dan perkataanya kali ini membuat ku menandang alex


Aku pun bangkit dari tidur ku dan duduk


menghadap alex , alex hanya tersenyum pada ku


dan menyuapi ku makanan yang ada


di tangannya


Aku pun membuka mulud ku dan memakan nya


, alex tersenyum lega , alex menyuapiku dengan


telaten hingga makanan yang ada


di tangannya habis , alex lalu mengambilkan ku minum


dan obat yang ada di


samping tempat tidur ku , aku hanya melihat


alex yang telaten mengurus ku


“ lex apa kau tidak makan ?" kata ku pada alex


" aku sudah makan banyak saat di apartemen mu ,


bahkan jika tidak ingat dengan mu aku akan menghabiskan


semua makanan yang nenek buat "kata alex


aku tersenyum mendengarkan ceritanya ,


" lex " panggil ku


" iya prisil . " jawab alex dan duduk di tepi ranjang ku dan memandang


lembut diriku ,


" apa ada yang ingin kau katakan atau sampaikan pada ku , "


tanya ku pada alex dan seketika membuat raut wajah nya berubah .


 


 

__ADS_1


__ADS_2