
Aku menatap ke luar jendela ,
aku memejamkan mata ku dan memegang
liontin pemberian dari bastian , dan sambil
mengingat pesan bastian saat dia memberi kalung liontin itu
Pesan bastian
“ jika aku tidak di sisi mu , kau bisa melihat foto yang ada
di liontin ini dan aku akan ada di pikiran mu bahkan di hadapan
mu "
Aku mencoba melakukan pesa bastian . ku
lihat foto bastian di dalam liontin itu lalu ke pejamkan
mata ku dan ku bayangkan wajah tampan bastian ,
dan tak berapa lama ku buka mata ku berharap bastian akan
hadir di hadapan ku .
Ternyata bastian tidak hadir di hadapan
ku , aku mencoba kembali , tapi hasilnya sama ,
seketika dada ku terasa sesak
menahan rindu padanya
“ kau bohong bastian , kau bohong , kau
pernah berkata jika aku melihat foto mu dan memikirkan mu kau akan hadir di
hadapan ku . “ kata ku dengan nada sedih dan menahan rasa sakit di dada .
“ kau bohong pada ku ! , bastian kau bohong! , “
lirih ku dan air mata mulai jatuh kembali
di pipi ku
“ KAU BOHONG !! , KAU BOHONG BASTIAN !! “ jerit
ku dan aku menagis sejadi jadinya
Dan di saat yang sama alex masuk ke
dalam kamar ku dengan wajah panik ,
karena mendengar jeritan ku dari luar ,
ternyata dia sudah kembali dari apartemen .
alex terkejut melihat ku sudah duduk
di lantai dengan keadaan kacau ,
alex segera berlari ke arah ku
dan memeluk ku , aku pun sekerang menangis di pelukannya
“ apa yang terjadi prisil ? kenapa kau
seperti ini ? “ tanya bastian panik
__ADS_1
“ dia pembohong alex , dia membohongiku “
isak ku di pelukan alex
“ siapa yang membohongimu , ?” tanya
alex melepaskan pelukannya dan menatap ku sedih
“ bastian lex , bastian . dia bilang
jika aku melihat fotonya di liontin ini dan
memikirkannya dia akan hadir di
hadapan ku , tapi buktinya tidak ada ,
bahkan aku sudah mencobanya berapa kali
dia tetap saja tidak muncul . “
jelas ku yang masih menangis
Mendengar itu wajah alex semakin sedih
dan memeluk ku sangat erat ,
“ tenanglah prisil , ku mohon tenanglah, “
kata alex sedih
meninggalkan mu , percayalah “ kata alex lagi
Mendengar perkataan alex membuat tangis ku semakin menjadi
“ kenapa kau baik pada ku lex “ tanya ku
masih dalam tangisan ku
“ karena aku sayang pada mu dan aku tak
ingin melihat mu sedih dan kacau seperti ini “
jawab nya dan semakin mempererat
pelukannya .
Aku tak bisa berkata – kata mendengar
perkataan alex , aku hanya bisa terus
menagis dan menangis dalam pelukan dada
bidang alex . sampai aku sudah mulai tenang ,
alex mengendong ku dan memindah
kan ku dari lantai ke kasur ku dan menidurkan ku ,
alex menyelimutiku dan
membelai kepala ku dengan lembut .
“ ada aku di sini yang akan slalu menjaga mu , “ kata alex .
Aku hanya terdiam , dan alex menatap ku
lembut , tak lama alex mengalihkan suasana
__ADS_1
dengan menawariku makanan
“ bukankah kau ingin makan masakan nenek
mu , aku sudah membawa banyak makanan “
kata alex sembari membuka makanan yang
dia bawa
“ aku sudah tidak lapar alex dan tidak
ingin makan “ jawab ku dan memalingkan
wajah ku ku arah lain .
Seketika alex terhenti sejenak , lalu
melanjudkan mengambilkan ku makanan ,
setelah selesai dia mengahampiriku dan
duduk di tepi ranjang ku dan menatap ku lembut
“ prisil kau harus makan , kau harus
segera pulih , dan makanan ini nenek sudah
membuatkannya dengan susah payah untuk mu “
bujuk alex .
Aku hanya terdiam tidak merespon
“ jika ini kau tidak ingin sembuh , maka
lakukan ini demi bastian , dia akan sedih jika tau kau seperti ini . “ kata
alex dan perkataanya kali ini membuat ku menandang alex
Aku pun bangkit dari tidur ku dan duduk
menghadap alex , alex hanya tersenyum pada ku
dan menyuapi ku makanan yang ada
di tangannya
Aku pun membuka mulud ku dan memakan nya
, alex tersenyum lega , alex menyuapiku dengan
telaten hingga makanan yang ada
di tangannya habis , alex lalu mengambilkan ku minum
dan obat yang ada di
samping tempat tidur ku , aku hanya melihat
alex yang telaten mengurus ku
“ lex apa kau tidak makan ?" kata ku pada alex
" aku sudah makan banyak saat di apartemen mu ,
bahkan jika tidak ingat dengan mu aku akan menghabiskan
semua makanan yang nenek buat "kata alex
aku tersenyum mendengarkan ceritanya ,
" lex " panggil ku
" iya prisil . " jawab alex dan duduk di tepi ranjang ku dan memandang
lembut diriku ,
" apa ada yang ingin kau katakan atau sampaikan pada ku , "
tanya ku pada alex dan seketika membuat raut wajah nya berubah .
__ADS_1