
****
Paris
Alex berdiri di balkon belakang mansionnya di paris .
sudah 3 bulan alex berada di paris mengurus bisnisnya di sini . ternyata
sampai saat ini alex masih belum bisa melepasakan prisil dari hatinya . prisil
masih saja berada di hatinya .
setiap malam setelah menyelesaikan urusan bisnisnya
alex selalu berada di balkon dan meminum
wine merah kesukaannya sembari memikirkan prisil .
ingin sekali alex
menghubungi prisil dan mengatakan isi hatinya ,
tapi itu tidak mungkin alex
lakukan karena prisil akan segera menikah
dengan lelaki lain yang tak lain
adalah adik bastian sendiri
“ kenapa ... ? kenapa lelaki itu harus
bastian ?” oceh alex dengan nada sedih
“ tidak mungkin aku merebut mu dari
adikku sendiri “ oceh alex lagi yang
mulai mabuk
“ prisil tau kah kamu jika aku juga
mencintaimu “ teriak alex miris
Setiap malam alex hanya bisa meratapi
patah hatinya
Dari kejauhan Jhonny slalu menemani
tuannya , melihat kekacawan tuannya setiap malam ,
jhonny hanya bisa menuruti
apa yang menjadi kehendak tuannya ,
meski pun terkadang jhonny juga merasa kan
kesedihan tuannya .
jhonny tau persis bagaimana tuannya ,
hanya jhonny yang tau
kekacawan tuannya itu ,
Karena selama beberapa bulan ini jonny
melihat langsung bagaimana alex mencari
kesibukan dan cara agar dia bisa
melupakan prisil .
dan juga tersiksanya hati alex
di saat dia merindukan
sosok prisil
dan jhonny hanya bisa melihatnya kesedihan
yang di alami tuannya
****
Hari ini adalah hari keberangkatan
bastian ke jepang untuk membereskan masalah
perusahaan di sana , prisil sudah
ada di bandara untuk mengantar bastian
“ haruskah aku pergi sayang ?? “ rengek
bastian sembari menggenggam tangan prisil ,
bastian sungguh tidak ingin jauh
dari prisil
“ tidak apa- apa bastian , itu hanya
seminggu , setelah itu kita akan bertemu
di hari pernikahan kita “ jelas prisil
__ADS_1
“ seminggu itu lama sayang “ jawab
bastian
“ bersabarlah , ini perintah ayah mu
bukan “ kata prisil
“ baik lah , baiklah , aku akan segera
menyelesaikan masalah itu dan segera kembali untuk mu “
kata bastian yang tiba
– tiba semangat
“ begitu dong , anak pintar “ jawab
prisil dan di ikuti senyumnya
Sebelum masuk ke pesawat bastian memeluk
prisil dengan lembut , prisil hanya bisa tersenyum dan
membalas pelukan bastian
. pelukan itu sangat lama . entah mengapa bastian tidak ingin melepaskan
pelukan itu , seakan tidak akan bertemu dengan prisil lagi
“ bastian , bukannya ini sudah waktunya
pesawat mu berangkat “
kata prisil yang masih dalam pelukan bastian
Bastian lalu melepaskan pelukannya dan
mengambil satu kotak kecil dan memberikannya pada prisil
“ ini apa bastian “ kata prisil dan
menerima kotak itu
“ bukalah “ kata bastian
Prisil membuka kotak itu dan ternyata itu
“ sebuah liontin “ kata prisil dan melihat ke arah bastian
Bastian mengambil kalung itu dan
memakaikannya di leher jenjang prisil
“ iya sebuah kalung liontin dan di
dalamnya ada foto ku yang paling tampan “
jelas bastian sambil bercanda
" dan jika aku tidak di sisi mu
, kau bisa melihat foto yang ada
di liontin ini dan aku kan
ada di pikiran mu bahkan di hadapan mu "
jelas bastian sembari menggombal
“ kenapa harus foto mu?” jawab prisil
polos
“ sayang kau sungguh tidak romantis ,
itu agar kau mengingat ku terus . “
jawab bastian dengan kesal
“ hahaha maaf kan aku , aku memang tidak
romantis “ jawab prisil dengan tawanya
“ apa hanya aku yang memakainya “ tanya
prisil
“ Tidak , aku juga memakai kalung inisial nama mu “
kata bastian dan menunjukkan kalung nya yang bertuliskan huru P
ke arah prisil
“ kenapa inisial ? kenapa tidak sama
dengan ku dan ada foto ku “ tanya
prisil dan sedikit kesal
__ADS_1
“ karena aku tidak perlu melihat foto mu untuk
mengingat mu , wajah mu slalu ada di fikiran dan hati ku , selalu “
jawab bastian dengan suara lembut
Seketika pipi prisil merona mendengar
ucapan bastian . prisil hanya bisa tertunduk malu menyembunyikan wajahnya .
bastian yang melihatnya hanya tersenyum melihat tingkah prisil
“ kau tidak perlu malu sayang “ kata
bastian dan menarik dagu prisil agar menatap nya
“ aku tidak malu “ jawab prisil dan
mengalihkan pandangannya
Bastian hanya tertawa gemas melihat
expresi prisil
“ Sudah waktunya aku berangkat , kau
tidak lupa sesuatu “ kata bastian
“ lupa apa , “ tanya prisil bingung
“ ampun sayang , kau tidak ingin
memberikan ku ini “ jawab bastian dan
menunjuk pipinya agar prisil menciumnya
Prisil terkejut dan melihat ke
sampingnya bergantian
“ tapi di sini banyak orang “jawab prisil panik
“ayolah , aku tidak akan bertemu dengan mu 1 minggu
setidaknya beri aku satu
ciuman di pipi “ pinta bastian manja
Prisil menghembuskan nafas panjang
“ baiklah , hanya di pipi” jawab prisil menyerah dengan tingkah bastian .
Bastian senang dan mencondongkan pipinya
ke arah prisil , prisil pun mencondongkan wajahnya
pada pipi bastian di saat
prisil akan mencium pipi bastian ,
secara tiba – tiba bastian memalingkan
wajahnya ke arah depan prisil senhingga
bukan pipi bastian yang prisil cium melainkan
bibir bastian . dan mereka berciuman
meskipun itu hanya sekitas tapi bastian suka mengoda calon
istrinya , prisil terkejud dan menutupi bibirnya
tidak percaya dengan yang di
lakukan bastian . bastian hanya tertawa kecil
“ bastian apa yang kamu lakukan “ tanya
prisil dan memukul lengan bastian
Bastian hanya tertawa dan memeluk
sekitas prisil
“ aku hanya menggodamu , terima kasih ciumannya
sayang . aku mencintaiumu prisiliya ." kata bastian
" aku juga mencintai mu bastian " balas risil
" hati hatilah di jalan pulang nanti , aku berangkat dulu " . kata bastian
dan mencium kening prisil . bastian pun berlalu pergi memasuki pesawat .”
Prisil hanya tersenyum melihat tingkah bastian
prisil pun meninggalkan bandara dan kembali pulang
__ADS_1
********