melepaskan

melepaskan
Bab 37


__ADS_3

****


Paris


 Alex berdiri di balkon belakang mansionnya di paris .


sudah 3 bulan alex berada di paris mengurus bisnisnya di sini . ternyata


sampai saat ini alex masih belum bisa melepasakan prisil dari hatinya . prisil


masih saja berada di hatinya .


setiap malam setelah menyelesaikan urusan bisnisnya


alex selalu berada di balkon dan meminum


wine merah kesukaannya sembari memikirkan prisil .


ingin sekali alex


menghubungi prisil dan mengatakan isi hatinya ,


 


 


 


tapi itu tidak mungkin alex


lakukan karena prisil akan segera menikah


dengan lelaki lain yang tak lain


adalah adik bastian sendiri


“ kenapa ... ? kenapa lelaki itu harus


bastian ?” oceh alex dengan nada sedih


 


 


 


“ tidak mungkin aku merebut mu dari


adikku sendiri “  oceh alex lagi yang


mulai mabuk


 


 


 


“ prisil tau kah kamu jika aku juga


mencintaimu “ teriak alex miris


 


Setiap malam alex hanya bisa meratapi


patah hatinya


 


Dari kejauhan Jhonny slalu menemani


tuannya , melihat kekacawan tuannya setiap malam ,


jhonny hanya bisa menuruti


apa yang menjadi kehendak tuannya ,


 


 


 


meski pun terkadang jhonny juga merasa kan


kesedihan tuannya .


jhonny tau persis bagaimana tuannya ,


hanya jhonny yang tau


kekacawan tuannya itu ,


 


 


Karena selama beberapa bulan ini jonny


melihat langsung bagaimana alex mencari


kesibukan dan cara agar dia bisa


melupakan prisil .


 


 


dan juga tersiksanya hati alex


di saat dia merindukan


sosok prisil


 


 


 


dan jhonny hanya bisa melihatnya kesedihan


yang di alami tuannya


****


Hari ini adalah hari keberangkatan


bastian ke jepang untuk membereskan masalah


perusahaan di sana , prisil sudah


ada di bandara untuk mengantar bastian


 


“ haruskah aku pergi sayang ?? “ rengek


bastian sembari menggenggam tangan prisil ,


bastian sungguh tidak ingin jauh


dari prisil


 


 


 


“ tidak apa- apa bastian , itu hanya


seminggu , setelah itu kita akan bertemu


di hari pernikahan kita “ jelas prisil


 


 


 

__ADS_1


“ seminggu itu lama sayang “ jawab


bastian


 


 


 


“ bersabarlah , ini perintah ayah mu


bukan “ kata prisil


 


 


 


“ baik lah , baiklah , aku akan segera


menyelesaikan masalah itu dan segera kembali untuk mu “


kata bastian yang tiba


– tiba semangat


 


 


 


“ begitu dong , anak pintar “ jawab


prisil dan di ikuti senyumnya


 


 


Sebelum masuk ke pesawat bastian memeluk


prisil dengan lembut , prisil hanya bisa tersenyum dan


membalas pelukan bastian


 


 


 


. pelukan itu sangat lama . entah mengapa bastian tidak ingin melepaskan


pelukan itu , seakan tidak akan bertemu dengan prisil lagi


 


“ bastian , bukannya ini sudah waktunya


pesawat mu berangkat “


kata prisil yang masih dalam pelukan bastian


Bastian lalu melepaskan pelukannya dan


mengambil satu kotak kecil dan memberikannya pada prisil


 


“ ini apa bastian “ kata prisil dan


menerima kotak itu


 


 


“ bukalah “ kata bastian


Prisil membuka kotak itu dan ternyata itu


“ sebuah liontin “  kata prisil dan melihat ke arah bastian


Bastian mengambil kalung itu dan


memakaikannya di leher jenjang prisil


“ iya sebuah kalung liontin dan di


dalamnya ada foto ku yang paling tampan “


jelas bastian sambil bercanda


 


 


" dan jika aku tidak di sisi mu


, kau bisa melihat foto yang ada


di liontin ini dan aku kan


ada di pikiran mu bahkan di hadapan mu  "


jelas bastian sembari menggombal


 


“ kenapa harus foto mu?” jawab prisil


polos


 


 


“ sayang kau sungguh tidak romantis ,


itu agar kau mengingat ku terus . “


jawab bastian dengan kesal


 


 


“ hahaha maaf kan aku , aku memang tidak


romantis “ jawab prisil dengan tawanya


 


 


“ apa hanya aku yang memakainya “ tanya


prisil


 


 


“  Tidak ,  aku juga memakai kalung inisial nama mu “


kata  bastian dan menunjukkan kalung nya yang bertuliskan huru P


ke arah prisil


 


 


 


“ kenapa inisial ? kenapa tidak sama


 dengan ku dan ada foto ku “  tanya


prisil dan sedikit kesal

__ADS_1


 


 


“ karena aku tidak perlu melihat foto mu untuk


mengingat mu , wajah mu slalu ada di fikiran dan hati ku , selalu “


  jawab bastian dengan suara lembut


Seketika pipi prisil merona mendengar


ucapan bastian . prisil hanya bisa tertunduk malu menyembunyikan wajahnya .


bastian yang melihatnya hanya tersenyum melihat tingkah prisil


“ kau tidak perlu malu sayang “ kata


bastian dan menarik dagu prisil agar menatap nya


 


 


“ aku tidak malu “ jawab prisil dan


mengalihkan pandangannya


Bastian hanya tertawa gemas melihat


expresi prisil


“ Sudah waktunya aku berangkat , kau


tidak lupa sesuatu “ kata bastian


 


 


“ lupa apa , “ tanya prisil bingung


 


 


“ ampun sayang , kau tidak ingin


memberikan ku ini  “ jawab bastian dan


menunjuk pipinya agar prisil menciumnya


 


 


Prisil terkejut dan melihat ke


sampingnya bergantian


 


 


“ tapi di sini banyak orang  “jawab prisil panik


 


 


 “ayolah , aku tidak akan bertemu dengan mu 1 minggu


setidaknya beri aku satu


ciuman di pipi “ pinta bastian manja


 


 


Prisil menghembuskan nafas panjang


 


 


“ baiklah , hanya di pipi”  jawab prisil menyerah dengan tingkah bastian .


 


 


Bastian senang dan mencondongkan pipinya


ke arah prisil , prisil pun mencondongkan wajahnya


pada pipi bastian di saat


prisil akan mencium pipi bastian ,


 


 


secara tiba – tiba bastian memalingkan


wajahnya ke arah depan prisil senhingga


bukan pipi bastian yang prisil cium melainkan


bibir bastian . dan mereka berciuman


 


 


 


meskipun itu hanya sekitas tapi bastian suka mengoda calon


istrinya , prisil terkejud dan menutupi bibirnya


tidak percaya dengan yang di


lakukan bastian . bastian hanya tertawa kecil


 


 


“ bastian apa yang kamu lakukan “ tanya


prisil dan memukul lengan bastian


 


Bastian hanya tertawa dan memeluk


sekitas prisil


 


“  aku hanya menggodamu , terima kasih ciumannya


sayang . aku mencintaiumu prisiliya  ." kata bastian


 


 


" aku juga mencintai mu bastian " balas risil


 


 


" hati hatilah di jalan pulang nanti , aku berangkat dulu " . kata bastian


dan mencium kening prisil . bastian pun berlalu pergi memasuki pesawat .”


Prisil hanya tersenyum melihat tingkah bastian


prisil pun meninggalkan bandara dan kembali pulang

__ADS_1


********


__ADS_2