
*****
setelah alex keluar dari kamar inap prisil masuklah seorang lelaki berpakaian perawat dan memakai masker membawa peralatan medis .
"selamat pagi ibu . saya akan menyuntikkan vitamin untuk hari ini " kata perawat misterius itu
prisil hanya mengganggukan kepalanya dan hanya melihat perawat itu menyuntikkan cairan di infusnya
tak lama setelah infus itu di suntikan prisil merasa ngantuk dan tertidur .
perawat itu pun membuka maskernya dan ternyata itu adalah bastian . bastian hanya melihat pris yang mulai tertidur . . setelah yakin prisil tertidur . bastaia melepaskan infus prisil dan membawa pergi prisil menggunakan kursi roda
tak beberapa lama alex pun kembali ke ruang prisil dengan membawa banyak makanan di tangannya
" sayang aku kembali " kata alex
alex terdiam karena tidak ada balasan dari prisil yang biasa nya akan menyambutnya dengan senang
di lihat nya ranjang priail yang kosong dan infus yang sudah terbuka . seketika alex langsung panik dan mencari prisil ke segala tempat dan melapor pada pihak rumah sakit .
alex pun mulai emosi karena prisil yang hilang
alex pun mengambil hp nya dan menelpon jhonny
" cepat cari prisil sekarang . gunakan semua orang kita untuk mencarinya . aku tidak mau tau harus di temukan segera " perintah alex pada jhonny
__ADS_1
" siapa lagi yang berani merebut prisil dari ku " kata alex
" aarrrggg .... seharusnya aku tidak meninggalkan prisil sendiri lagi . kenapa aku bisa seceroboh ini dan tidak belajar dari kesalahan ku kemarin " kata alex kesal pada dirinya sendiri
alex pun segera menuju mobil dan mencari pris . dan hanya satu di bayangan alex yaitu bastian . seketika alex langsung mengarahka mobilnya ke mansion wijaya untuk mencari bastian .
sementara itu bastian tengah mengemudikan mobilnya menuju luar kota dan menuju ke villa yang telah dia beli diam - diam yang akan dia hadiah kan untuk prisil di saat ulang tahunnya dulu sebelum bastian kecelakaan .
sesampainya di sana bastian menggendong prisil dan meletakka prisil di kamarnya . bastian pun menemani prisil di kamar itu .
tak beberapa lama prisil pun membuka mata nya dan melihat sekelilingnya dan prisil merasa ada tangan yang tengan memeluknya . prisil pun melihat samping badannya dan dia melihat bastian tengah tidur di sebelahnya dan memeluknya .
priail pun terkejut dwngan apa yang dia lihat bagaimana bisa bastian berada di sampingnya .
bastian yang merasa ada pergerakan di sampingnya pun membuka matanya dan melihat prisil sedang berusaha melarikan diri dari pelukannya .
bastian pun mengeratkan pelukannya yang tadi renggan
" kau mau ke mana priasil ?" kata bastian datar
" lepaskan aku . alex pasti mencari ku . " kata prisil sembari berusaha lepas dari lengan bastian
mendengar nama alex bastian merasa kesal
__ADS_1
" bastian . hanya bastian yang boleh kau sebut prisil " kata bastian
" kenapa kau jadi seperti ini bastian . ingat kah kamu jika aku adalah istri dari kakak mu alex . " kata prisil yang sudah menyerah lepas dari tangan bastian yang kekar
" karena kau awalnya adalah untuk ku dan alex hanya mengambil kesempatan d saat aku tak ada prisil "kata bastian
" alex tidak seperti yang kau pikirkan bastian . kami juga terpuruk di saat tau kau mengalami kecelakaan pesawat itu . dan perusahaan juga terpuruk saat tau kau mengalami kecelakaan . " jelas prisil
" dan di saat aku terpuruk alex berusaha menghiburku meskipun dia juga dalam keadaan berduka dan sedih " lanjud prisil menjelaskan
" kami tidak semerta merta melakukan nya baatian " kata priasil lagi
" kalau begitu kembalilah pada ku prisil . aku sudah berada di sini sekarang .aku juga akan menerima anaka yang kau kandung . meski itu bukan anak ku tapi aku akan menerimanya menjadi anak ku . " kata bastian meyakinkan prisil
" aku yakin kau juga masih mencintaiku kan " kata bastian
prisil hanya diam menatap bastian
" maaf bastian anak yang aku kandung ini adalah buah cinta ku dengan alex . karena sekarang yang aku cintai ada lah alex . karena dia adalah suami ku .
" cinta alex lah yang ada di hati ku bastian . " kata prisil pada bastian .
bastian yang mendengarnya tidak suka
******
__ADS_1