
****
Alex dan nenek memasuki kamar inap
prisil dan saat alex membuka pintu alex
melihat ayah dan ibunya sedang
mengobrol ringan dengan dengan prisil dan
bahkan ibu sedang mengupas dan
memotong buah untuk prisil . dan ayah duduk di
pinggir ranjang prisil sedang
mengobrol
“ ayah , ibu kalian di sini , kapan kalian datang ?” tanya
alex dan sambil mempersilahkan nenek untu duduk
“ baru saja sekitar 15 menit yang lalu
dan prisil juga bagun saat kami datang “ jelas ayah .
Ibu menghampiri prisil dan memberikan
buah yang telah dia potong , dan setelah itu
ibu menghampiri nenek dan duduk di
sebelah nenek
“ bagimana keadaan mu prisil “ , tanya
nenek
“ prisil sudah lebih baik nek “ jawab
prisil
“ alex sudah merawat prisil dengan
sangat baik . “ jawab prisil lagi
“ benarkah alex yang membuat mu membaik
“ tanya ayah pada prisil
“ ya ayah , alex slalu memberikan ku
makanan yang sangat banyak “
jawab prisil dengan candaan
Ayah hanya tertawa dan membelai sembari
mengacak – acak rambut prisil
“ syukurlah kau sudah bisa tertawa dan
tersenyum , ayah sangat kawatir dengan mu “ kata ayah .
Prisil hanya tersenyum tipis , prisil
__ADS_1
tau sebenarnya di balik senyum dan
kekawatiran ayah ibu , dan alex ada
juga kesedihan mendalam atas kepergian
bastian secara tiba - tiba , tpi mereka
menutupinya di depan prisil karena
menghawatirkan kesehatan dan spikis ku ,
prisil semakin menyadari betapa baiknya mereka
terhadap prisil . dan hal ini yang membuat
prisil bersedia menikahi alex
“ prisil ... “ panggil ayah dengan lembut
“ iya ayah “ jawab prisil
“ ada yang ayah ingin tanyakan pada mu “
kata ayah yang mulai gugub
Prisil tersenyum tipis dan menggenggam
tangan ayah dan menatap ibu serta nenek
“ prisil tau apa yang mau ayah katakan “
“ prisil bersedia ayah , ibu , nenenk “
jawab prisil lagi dan kali ini menatap ayah ,
ibu dan nenek bergantian
Alex hanya menatap prisil tidak yakin ,
dengan apa yang di katakan prisil ,
“ prisil ... prisil bersedia menikah
dengan alex “ jawab prisil sembari
menatap alex yang duduk di sampingnya
Alex hanya diam memandangi prisil dengan
banyak pertanyaan di batinnya , nenek ayah
dan ibu sontak kaget dengan apa yang
di katakan oleh prisil
“ benarkah itu prisil , kau bersedia ?”
tanya ibu dan menghampiri prisil
“ ya ibu , demi perusahaan ayah dan kita
__ADS_1
semua .” jawab prisil
“ kau memang anak yang baik sayang ,
terimakasih “ jawab ibu dan memeluk
prisil dengan erat
“ apa kau yakin prisil dengan keputusan
mu “ tanya ayah
“ yakin ayah , prisil sudah
memikirkannya dan prisil juga yakin bastian
juga akan mengijinkan jika itu demi
keluarganya “ jawab prisil dan kali ini dengan raut sedih
Mendengar perkataan prisil semua terdiam
dan nampak sedih mengingat bastian ,
alex yang melihatnya mengalihkan suasana
“ tadi alex bertemu dengan dokter yang
merawat prisil dan dia mengatakan prisil
boleh pulang besok pagi , “ kata
bastian berusaha mencairkan suasana yang sedih itu
“ benarkah itu lex , ibu sangat senang
mendengarnya , “ kata ibu dengan senyum di bibirnya
“ kau harus pulang ke mansion wijaya ,
dan nenek juga harus ikut bersama kami “
tambah ibu denagn antusias
“ dan kita akan persiapkan pernikahan
sesuai dengan tanggal awal “ jawab ayah .
Prisil hanya bisa tersenyum tipis
sembari menahan kesedihannya ,
alex yang berada di sampingnya melihat jelas
kesedihannya . alex pun menggenggam tangan prisil
“ kau tidak apa apa ? “ tanya alex pelan
tp masih bisa di dengar prisil .
prisil hanya membalas dengan anggukan dan
__ADS_1
senyum tipis itu .
****