melepaskan

melepaskan
Bab 51


__ADS_3

****


Alex dan nenek memasuki kamar inap


prisil dan saat alex membuka pintu alex


melihat ayah dan ibunya sedang


mengobrol ringan dengan dengan prisil dan


bahkan ibu sedang mengupas dan


memotong buah untuk prisil . dan ayah duduk di


pinggir ranjang prisil sedang


mengobrol


“ ayah , ibu  kalian di sini , kapan kalian datang ?” tanya


alex dan sambil mempersilahkan nenek untu duduk


“ baru saja sekitar 15 menit yang lalu


dan prisil juga bagun saat kami datang “ jelas ayah .


Ibu menghampiri prisil dan memberikan


buah yang telah dia potong , dan setelah itu


ibu menghampiri nenek dan duduk di


sebelah nenek


“ bagimana keadaan mu prisil “ , tanya


nenek


 


“ prisil sudah lebih baik nek “ jawab


prisil


 


“ alex sudah merawat prisil dengan


sangat baik . “ jawab prisil lagi


 


“ benarkah alex yang membuat mu membaik


“ tanya ayah pada prisil


 


“ ya ayah , alex slalu memberikan ku


makanan yang sangat banyak “


jawab prisil dengan candaan


Ayah hanya tertawa dan membelai sembari


mengacak – acak rambut prisil


“ syukurlah kau sudah bisa tertawa dan


tersenyum , ayah sangat kawatir dengan mu “ kata ayah .


Prisil hanya tersenyum tipis , prisil

__ADS_1


tau sebenarnya di balik senyum dan


kekawatiran ayah ibu , dan alex ada


juga kesedihan mendalam atas kepergian


bastian secara tiba - tiba  , tpi mereka


menutupinya di depan prisil karena


menghawatirkan kesehatan dan spikis ku ,


 


 


prisil semakin menyadari betapa baiknya mereka


terhadap prisil . dan hal ini yang membuat


prisil bersedia menikahi alex


“ prisil ... “ panggil ayah dengan lembut


 


“ iya ayah “ jawab prisil


 


“ ada yang ayah ingin tanyakan pada mu “


kata ayah yang mulai gugub


Prisil tersenyum tipis dan menggenggam


tangan ayah dan menatap ibu serta nenek


“ prisil tau apa yang mau ayah katakan “


 


“ prisil bersedia ayah , ibu , nenenk “


jawab prisil lagi dan kali ini menatap ayah ,


ibu dan nenek bergantian


Alex hanya menatap prisil tidak yakin ,


dengan apa yang di katakan prisil ,


“ prisil ... prisil bersedia menikah


dengan alex “ jawab prisil sembari


menatap alex yang duduk di sampingnya


Alex hanya diam memandangi prisil dengan


banyak pertanyaan di batinnya , nenek ayah


dan ibu sontak kaget dengan apa yang


di katakan oleh prisil


“ benarkah itu prisil , kau bersedia ?”


tanya ibu dan menghampiri prisil


 


“ ya ibu , demi perusahaan ayah dan kita

__ADS_1


semua .” jawab prisil


“ kau memang anak yang baik sayang ,


terimakasih “  jawab ibu dan memeluk


prisil dengan erat


 


 


“ apa kau yakin prisil dengan keputusan


mu “ tanya ayah


 


“ yakin ayah , prisil sudah


memikirkannya dan prisil juga yakin bastian


juga akan mengijinkan jika itu demi


keluarganya “ jawab prisil dan kali ini dengan raut sedih


Mendengar perkataan prisil semua terdiam


dan nampak sedih mengingat bastian ,


alex yang melihatnya mengalihkan suasana


“ tadi alex bertemu dengan dokter yang


merawat prisil dan dia mengatakan prisil


boleh pulang besok pagi , “ kata


bastian berusaha mencairkan suasana yang sedih itu


“ benarkah itu lex , ibu sangat senang


mendengarnya , “ kata ibu dengan senyum di bibirnya


 


“ kau harus pulang ke mansion wijaya ,


dan nenek juga harus ikut bersama kami “


tambah ibu denagn antusias


 


 


“ dan kita akan persiapkan pernikahan


sesuai dengan tanggal awal “ jawab ayah .


Prisil hanya bisa tersenyum tipis


sembari menahan kesedihannya ,


alex yang berada di sampingnya melihat jelas


kesedihannya . alex pun menggenggam tangan prisil


“ kau tidak apa apa ? “ tanya alex pelan


tp masih bisa di dengar prisil .


prisil hanya membalas dengan anggukan dan

__ADS_1


senyum tipis itu  .


****


__ADS_2