melepaskan

melepaskan
Episode 159


__ADS_3

“ya sayang , kau sangat mengerti diriku “


kata alex takjuk


“tentu karena aku istri mu “jawab prisil


sembari membalikan badannya menghadap alex .


Alex hanya tersenyum bahagia mendengar


jawaban itu dari prisil , alex pun bergegas untuk


beristirahat begitu pula prisil setelah menyiapkan


semua prisil juga pergi untuk tidur .


******


Pagi hari alex telah siap untuk berangkat ke bandara dan


prisil sedang mengantarnya ke luar dengan si kembar ,


alex pun menghampiri si kembar dan membungkukkan


badannya agar sejajar dengan anak – anaknnya .


“ hai anak- anak papa yang cantik dan tampan ,


papa akan pergi selama beberapa hari , kalian jangan


rewel dan menyusahkan mama kalian oke “


kata alex pada anak – anaknnya yang hanya di tanggapi


oleh canda tawa seakan mengerti apa yang di maksud oleh alex.


“adya dan remond kalian lelaki dan harus menjaga mama dan juga kalila “


pesan alex sembari mencubit lembut pipi keduanya


“dan kamu kalila hiburlah mama mu ketika mama merindukan papa ok “


pesan alex lagi sembari mengelus kepala kalila


Prisil yang mendengar pesan – pesan untuk anaknya hanya


tetawa geli melihat kelucuan anak- anaknya dan juga suaminya .


“prisil kau ingat pesan ku semalam bukan ?”


tanya alex pada prisil


“ya aku akan slalu mengingatnya , segelarah berangkat


jika tidak kau bisa tertinggal penerbangan nntik “


kata prisil pada alex


“oke , aku pamit berangkat dulu , aku menyayangi kalian “


pamit alex dan mengecup dari prisil dan juga anak – anak nya .


Alex pun masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi ke bandara


bersama dengan jhonny , setelah mobil melaju dan menghilang


dari pandangan, prisil pun dan anak – anak masuk kedalam .


“apa alex sudah berangkat ?”


tanya bastian dan membantu prisil mendorong


kereta si kembar masuk


“ ya dia baru saja berangkat “ jawab prisil di bantu oleh bastian


*****


** Paris**


Sudah beberapa hari alex berada di paris , alex selalu memantau


pertumbuhan si kembar melalui prisil , orang kepercayaan dan


juga melalui bastian .


karena ke kawatirannya terhadap vero membuat nya selalu


cemas akan keadaan anak – anaknya dan juga istrinya .


“ tuan ini laporan yang harus di cek dan juga di tanda tangani “


kata jhoony pada alex tapi tidak ada tanggapan dari alex


karena alex yang sedang melamun .


Merasa tidak ada jawaban dari alex , jhonny pun memandangi


tuannya yang sedang melamun , sesekali jhonny memanggilnya


tapi masih tidak ada jawaban dari alex .

__ADS_1


akhirnya jhonny pun menepuk pundak alex dan


menyadarkannya dari lamunannya


“apa tuan sakit “


tanya jhonny kawatir


“tidak ... tidak ... “


jawab alex sembari membetulkan tempat duduknya


dan kembali fokus mengecek laporan yang jhonny berikan


“bagaimana kau sudah mendapat jawaban dari


perusahaan baskara “


tanya alex pada jhonny selagi mengecek laporan


“belum tuan mereka belum mengabari kita “


jelas jhonny pada alex


“benarkah kenapa lama sekali “


kata alex heran


“saya akan memastikannya kembali “


jawab jhonny


“ya , kau pastikan kembali , karena aku tidak bisa


meninggalkan si kembar dan istriku terlalu lama di sana “


jawab alex sedih mengingat rindunya dengan keluarga kecilnya itu


“baik tuan akan saya laksanakan “


jawab jhonny dan beranjak pergi


Alex hanya bisa menghembuskan nafas berat dan segera


menyelesaikan pekerjaan nya dan segera istirahat


****


Sementara itu di kediaman mansion wijaya bastian dan juga


prisil sedang berada di taman belakang sedang mengobrol santai


tanya bastian pada prisil


Tentu di saat dia tidak mengerjakan apapun dia akan


menelpon dan meminta kabar anak2 setiap saat “


jelas prisil pada bastian


“syukurlah jika begitu “


kata bastian lega mendengar penjelasan prisil


Prisil dan bastian pun mengobrol dengan santai di taman belakang


berdua karena saat ini hanya ada mereka di mansion itu


karena ayah dan ibu sedang tidak ada di rumah .


tak lama hp bastian berdering dari nomor tidak di kenal ,


bastian pun menerima telepon dari nomor tersebut


“hallo selamat siang ... “


jawab seseorang di balik telepon


“ selamat siang juga , ini siapa “


jawab bastian dingin


“apa ini benar dengan tuan bastian “


tanya seseorang itu di balik telepon


“benar , dengan siapa saya bicara “


tanya balik bastian pada orang tersebut


“ begini tuan , saya menemukan sepasang suami istri


tergeletak di sebuah tempat dan saya segera membawa


mereka ke rumah sakit dan mengecek mungkin ada yg


bisa saya hubungi dan menemukan nomor ini “


jelasnya seseorang itu di balik telepon


“di mana kau menemukannya “

__ADS_1


tanya bastian yang mulai panik


“di dalam mobil tuan di sekitar kantor wijaya grup , “


jelasnya orang itu lagi


“di mana sekarang mereka berada “


tanya bastian panik


“di rumah sakit bintang harapan “


jawabnya orang tidak di kenal itu


“baik aku akan segera ke sana “


jawab bastian dan memutuskan sambungan


teleponya dengan seseorang itu tanpa curiga


Bastian pun segera bangun dari duduknya dan


menjelaskan pada prisil


“prisil sepertinya aku harus pergi karena aku


mendengar kabar jika ayah dan ibu di temukan


tidak sadarkan diri di mobil bersama sopir “


jelas bastian dan segera pergi tapi di saat


bastian akan pergi prisil menahannya


“tunggu aku akan ikut dengan mu “


kata prisil yg juga terkejut dan panik


“tidak kau di sini saja bersama si kembar karena di


rumah sakit tidak baik untuk kesehatan si kembar “


jawab bastian


“tapi ayah dan ibu “


kata prisil sedih


“kau tenang saja , aku akan mengabarimu setelah


sampai di sana nanti “


bujuk bastian


“baiklah , segera kabari jika terjadi sesuatu “


jawab prisil .


“tentu , kembalilah ke kamar dengan anak- anak , “


perintah bastian dan hanya di jawab anggukan pasti oleh prisil


Bastian pun bergegas pergi dan melajukan mobilnya ke alamat


rumah sakit yang di maksud kan tadi .


begitu pula dengan prisil yang segera membawa masuk si kembar


ke dalam rumah . mobil bastian telah keluar melewati gerbang


mansion wijaya dan tak jauh dari situ vero memarkirkan mobilnya .


setelah memastikan bastian telah pergi menjauh dari mansion


vero pun melajukan mobilnya masuk ke mansion wijaya dengan


santainya vero masuk dan mencari keberadaan si kembar dan


juga prisil .


dengan leluasa vero mencari keberadaan di mansion yang luas itu


dan akhirnya menemukan prisil dan juga si kembar .


vero memperhatikan sekelilingnya dan menemukan sebuah


sapu yang tidak jauh dari nya , di ambilnya sapu itu dan perlahan


masuk ke dalam kamar si kembar secara perlahan sampai berada


di belakang prisil .


prisil yang sedang berdiri di dekat ranjang anaknya sedang


bermain dengan mereka dan secara tiba – tiba vero memukul kan


sapu itu dengan keras di leher prisil dan membuat nya jatuh tidak


sadarkan diri


*****

__ADS_1


__ADS_2