melepaskan

melepaskan
Bab 22


__ADS_3

Alex


“ Aarrgg ... “ dengus ku kesal . ku


ambil sebotol wine yang ada di meja ku , ku teguk hingga hampir hapis . ku


hempaskan botol itu hingga pecah dan berhamburan ke mana -  mana .


sekarang emosi ku yang sedang memuncak  .


ku hempasakan badan ku di ranjang ku dan ku tatap langit langit kamarku berusaha


meredam emosi ku , berusaha mencerna apa yang telah terjadi hari ini


“ kenapa ku bisa sekesal ini “


 


“ aku tidak bisa menerima alasan bastian“


 


“ kenapa dia berbohong kepada ku ,


kepada kakak nya sendiri “


Pertanyan – pertanyaan itu terniang di


kepalaku dan terus berputar . aku tidak percaya jika bastian bisa berbohong


kepadaku padahal aku slalu percaya kepadanya . aku harus mengecek apa kah dia


berbohong atau tidak , aku merasa bastian masih menyimpan satu rahasia yang dia


tidak sampaikan pada ku .

__ADS_1


Ku ambil hp yang tidak jauh dari ku dan


menekan nomer jhonny dan memerintahkan dia untuk mengecek hasil medis bastian


di rumah sakit , benarkah dia di  rumah


sakit itu dan berapa lama . aku tidak bisa menerima sedikit kebohongan , apalagi


itu adalah adik ku yang paling aku sayangi dan percaya


“ prisil . sebaik itukah dirimu hingga


mangijinkan seorang pria yang tidak kamu kenal tinggal bersama mu diapartemen


mu ?” batin ku .


“ dan begitu mudah nya dia percaya


dengan alasan bastian “


kesal . entah apa yang aku rasakan sekarang tapi aku merasa marah saat aku tau


prisil bersama lelaki lain meskipun itu adalah adik ku sendiri . sebesar itukah


rasa suka ku padanya hingga aku tidak ingin ada lelaki lain berada di


sampingnya selain diriku .


 Prisil  


Sudah 1 minggu sudah kejadian di taman


itu berlalu , aku menjalani hidup ku seperti biasa tapi aku merasa seperti ada


yang kurang dari kesehari harian ku , biasanya aku akan mebuat sarapan untuk

__ADS_1


bastian dan diriku , lalu akan sarapan bersama . meski hanya 1 setengah


bulan  diriku bersama bastian ,


 


kehadirannya seakan membuat ku berubah dari kesendirian yang biasa aku jalani


menjadi lebih berwarna di rumah ini karena bastian akan slelu menghiburku dengan


ocehan konyolnya yang membuat ku tertawa dan tanpa aku sadari aku sering


tersenyum bersamannya .


Seminggu ini aku slalu berharap dia kan


datang menjelaskan semua alasan  kebohongannya pada ku  . di meja


makan dengan sepotong roti dan segelas susu aku sarapan seperti biasa bedanya


kali ini aku sarapan seorang diri . setelah sarapan aku bergegas berangkat


bekerja . di saat aku menbuka pintu ternyata di depan pintu sudah berdiri seorang


pria dan itu adalah bastian . dengan muka canggungnya dia hanya menatap ku .


kami berdua salah tingkah dan tidak saling menyapa satu sama lain


meski kami sekarang sedang bertatap muka .


aku penasaran apakah dia kemari untu menjelakan alasannya atau hanya


untuk mengambil barang barangnya saja .


masih banyak pertanyaan di hati ku yang ingin aku tanyakan padanya .

__ADS_1


__ADS_2