
Alex
“ Aarrgg ... “ dengus ku kesal . ku
ambil sebotol wine yang ada di meja ku , ku teguk hingga hampir hapis . ku
hempaskan botol itu hingga pecah dan berhamburan ke mana - mana .
sekarang emosi ku yang sedang memuncak .
ku hempasakan badan ku di ranjang ku dan ku tatap langit langit kamarku berusaha
meredam emosi ku , berusaha mencerna apa yang telah terjadi hari ini
“ kenapa ku bisa sekesal ini “
“ aku tidak bisa menerima alasan bastian“
“ kenapa dia berbohong kepada ku ,
kepada kakak nya sendiri “
Pertanyan – pertanyaan itu terniang di
kepalaku dan terus berputar . aku tidak percaya jika bastian bisa berbohong
kepadaku padahal aku slalu percaya kepadanya . aku harus mengecek apa kah dia
berbohong atau tidak , aku merasa bastian masih menyimpan satu rahasia yang dia
tidak sampaikan pada ku .
__ADS_1
Ku ambil hp yang tidak jauh dari ku dan
menekan nomer jhonny dan memerintahkan dia untuk mengecek hasil medis bastian
di rumah sakit , benarkah dia di rumah
sakit itu dan berapa lama . aku tidak bisa menerima sedikit kebohongan , apalagi
itu adalah adik ku yang paling aku sayangi dan percaya
“ prisil . sebaik itukah dirimu hingga
mangijinkan seorang pria yang tidak kamu kenal tinggal bersama mu diapartemen
mu ?” batin ku .
“ dan begitu mudah nya dia percaya
dengan alasan bastian “
kesal . entah apa yang aku rasakan sekarang tapi aku merasa marah saat aku tau
prisil bersama lelaki lain meskipun itu adalah adik ku sendiri . sebesar itukah
rasa suka ku padanya hingga aku tidak ingin ada lelaki lain berada di
sampingnya selain diriku .
Prisil
Sudah 1 minggu sudah kejadian di taman
itu berlalu , aku menjalani hidup ku seperti biasa tapi aku merasa seperti ada
yang kurang dari kesehari harian ku , biasanya aku akan mebuat sarapan untuk
__ADS_1
bastian dan diriku , lalu akan sarapan bersama . meski hanya 1 setengah
bulan diriku bersama bastian ,
kehadirannya seakan membuat ku berubah dari kesendirian yang biasa aku jalani
menjadi lebih berwarna di rumah ini karena bastian akan slelu menghiburku dengan
ocehan konyolnya yang membuat ku tertawa dan tanpa aku sadari aku sering
tersenyum bersamannya .
Seminggu ini aku slalu berharap dia kan
datang menjelaskan semua alasan kebohongannya pada ku . di meja
makan dengan sepotong roti dan segelas susu aku sarapan seperti biasa bedanya
kali ini aku sarapan seorang diri . setelah sarapan aku bergegas berangkat
bekerja . di saat aku menbuka pintu ternyata di depan pintu sudah berdiri seorang
pria dan itu adalah bastian . dengan muka canggungnya dia hanya menatap ku .
kami berdua salah tingkah dan tidak saling menyapa satu sama lain
meski kami sekarang sedang bertatap muka .
aku penasaran apakah dia kemari untu menjelakan alasannya atau hanya
untuk mengambil barang barangnya saja .
masih banyak pertanyaan di hati ku yang ingin aku tanyakan padanya .
__ADS_1