
Bastian
Hari ini aku sangat bahagia sekali ,
lamaran ku di terima oleh prisil , itu artinya aku akan segera menikah dengan
prisil . setelah melamarnya aku kembali ke ibu kota untuk memberitahukan
rencanaku pada ayah dan ibu , aku yakin ayah dan ibu akan senang dengan
keputusan ku ini . dalam perjalanan ku kembali ke ibu kota aku teringat akan
alex ,
“ sebaiknya aku mengabari alex dulu
sebelum pulang ke mansion “
“ alex akan jadi orang pertama yang tau
“ oceh ku
“ kalau begitu sebaiknya aku menelponnya
, dan bertanya dia ada di mana sekarang “ kata ku sembari menghubungi telepon
alex .
Aku berusaha menghubungi alex tapi
entah mengapa nomer alex tidak bisa di
hubungi , beberapa kali aku mencobanya tapi tetap tidak bisa ,
“ apa akau hubungi jhonny dan bertanya
di mana keberadaan alex “
Aku pun menghubungi jhonny berharap akan
di respon ,
“ iya , tuan bastian ada yang bisa saya
bantu “ jawab di balik telepon itu
“ syukurlah kau menerima telepon ku
jhonny “ lega ku
“ ada apa tuan bastian ?” tanya jhonny
“ apa kau tau alex ada di mana “ tanya
ku
“ tuan alex sekarang sedang ada di
mansion pribadinya tuan bastian “ jelas jhonny
__ADS_1
“ baiklah kalau begitu , terimakasih
jhonny “ jawab ku
“ sama- sama tuan bastian “ jawab jhonny
dan memutuskan sambungan telepon
Aku pun segera menuju ke mansion alex , aku
melihat mobil alex terparkir di pelataran mansionnya , ku parkir juga mobil ku
di sebelah mobil alex dan segera masuk kedalam mencari keberadaan alex .
ternyata alex tengah berada di kamarnya
sedang memasukkan baju ke dalam koper nya . aku bingung melihat alex yang
berkemas
“ kau mau kemana lex “ tanya ku pada
alex
Alex terkejut dan menatap ku
“ aku akan keluar negeri , ada urusan
bisnis yang harus aku kerjakan “ jawab alex dan melanjudkan pekerjaannya
“ kenapa sangat mendadak ?” tanyaku penasaran
Alex hanya diam saja .
ku lagi
“ entahlah aku juga tidak tau kapan aku akan
kembali “ jawab alex dan jawabannya kali ini membuat ku sedih
“ apa kau tidak akan datang ke acara
pernikahan ku lex ?” kata ku yang sontak membuat alex terdiam . ku lihat alex
hanya diam menatap pakaian yang ada di koper .
“ kau akan menikah ? dengan siapa ?
kapan ?” tanya alex
“ ya aku akan menikah dengan prisil
secepatnya “ jawab ku dengan senyum merekah
“ benarkah ? kau tidak becanda ?” kata
alex dan terkejud
__ADS_1
“ serius aku telah melamar prisil sore
tadi dan dia menerima lamaran ku , “ jelas ku pada alex dengan bahagia
“ wow ... kau hebat sekali . selamat
kalu akan segera menikah , bahkan mendahului ku “ kata alex sembari memukulku
“ hahaha ... maafkan aku , tapi aku
tidak ingin kehilangan prisil “ kata ku yakin
“ dan kau lex adalah orang pertama yang
aku beri tahu masalah ini . “ kata ku dengan serius
“ bagai mana dengan ayah ibu .” tanya
alex yang tak kalah serius
“ setelah dari sini aku akan menemui
ayah ibu untuk membicarakannya “ jelasku pada alex
“ kalau begitu pergilah temui ayah ibu
secepatnya . “ perintah alex
“ dan kau tidak ingin menemaniku bertemu
ayah dan ibu “ tanya ku pada alex
“ tidak , aku harus bersiap , kau tau
aku harus mengurus bisnis di luar negeri . “ jawab alex
“ tidak bisakah kau tunda dulu sampai
pernikahan ku ? “ pinta ku pada alex
Alex hanya diam dan memalingkan mukanya
dan melanjudkan persiapannya , aku tetp memandangalex dengan wajah sedih , alex
yang melihatnya juga memberi tatapan mata yang sedih .
“ segera lah temui ayah ibu , “ perintah alex denan suara yang lembut
“ akan ku selesaikan bisnis ku secepat mungkin lalu
menghadiri pernikahan mu . “ lanjud alex pelan tapi masih bisa ku dengar
“ sungguh ?, kau harus datang , karena
kau yang akan mendampingiku “ jawab ku senang mendengar rencana alex
“ kalau begitu aku akan kembali ke
mansion menemui ayah dan ibu , “ pamit ku pada alex
__ADS_1
Alex hanya terdiam , aku memeluknya
sejenak dan bergegas menuju mansion wijaya