melepaskan

melepaskan
Bab 32


__ADS_3

Bastian  


 


Hari ini aku sangat bahagia sekali ,


lamaran ku di terima oleh prisil , itu artinya aku akan segera menikah dengan


prisil . setelah melamarnya aku kembali ke ibu kota untuk memberitahukan


rencanaku pada ayah dan ibu , aku yakin ayah dan ibu akan senang dengan


keputusan ku ini . dalam perjalanan ku kembali ke ibu kota aku teringat akan


alex ,


“ sebaiknya aku mengabari alex dulu


sebelum pulang ke mansion “


 


 


“ alex akan jadi orang pertama yang tau


“ oceh ku


 


 


“ kalau begitu sebaiknya aku menelponnya


, dan bertanya dia ada di mana sekarang “ kata ku sembari menghubungi telepon


alex .


Aku berusaha menghubungi alex tapi


entah  mengapa nomer alex tidak bisa di


hubungi , beberapa kali aku mencobanya tapi tetap tidak bisa ,


“ apa akau hubungi jhonny dan bertanya


di mana keberadaan alex “


 


 


Aku pun menghubungi jhonny berharap akan


di respon ,


“ iya , tuan bastian ada yang bisa saya


bantu “ jawab di balik telepon itu


 


 


“ syukurlah kau menerima telepon ku


jhonny “ lega ku


 


 


“ ada apa tuan bastian ?” tanya jhonny


 


 


“ apa kau tau alex ada di mana “ tanya


ku


 


 


“ tuan alex sekarang sedang ada di


mansion pribadinya tuan bastian “ jelas jhonny


 

__ADS_1


 


“ baiklah kalau begitu , terimakasih


jhonny “ jawab ku


 


 


“ sama- sama tuan bastian “ jawab jhonny


dan memutuskan sambungan telepon


Aku pun segera menuju ke mansion alex , aku


melihat mobil alex terparkir di pelataran mansionnya , ku parkir juga mobil ku


di sebelah mobil alex dan segera masuk kedalam mencari keberadaan alex  .


ternyata alex tengah berada di kamarnya


sedang memasukkan baju ke dalam koper nya . aku bingung melihat alex yang


berkemas


“ kau mau kemana lex “ tanya ku pada


alex


Alex terkejut dan menatap ku


“ aku akan keluar negeri , ada urusan


bisnis yang harus aku kerjakan “ jawab alex dan melanjudkan pekerjaannya


 


 


“ kenapa sangat mendadak ?” tanyaku  penasaran


 


 


Alex hanya diam saja .


 


 


ku lagi


 


 


“ entahlah aku juga tidak tau kapan aku akan


kembali “ jawab alex dan jawabannya kali ini membuat ku sedih


 


 


“ apa kau tidak akan datang ke acara


pernikahan ku lex ?” kata ku yang sontak membuat alex terdiam . ku lihat alex


hanya diam menatap pakaian yang ada di koper .


 


 


“ kau akan menikah ? dengan siapa ?


kapan ?” tanya alex


 


“ ya aku akan menikah dengan prisil


secepatnya “ jawab ku dengan senyum merekah


 


“ benarkah ? kau tidak becanda ?” kata


alex dan terkejud

__ADS_1


 


“ serius aku telah melamar prisil sore


tadi dan dia menerima lamaran ku , “ jelas ku pada alex  dengan bahagia


 


“ wow ... kau hebat sekali . selamat


kalu akan segera menikah , bahkan mendahului ku “ kata alex sembari memukulku


 


 


“ hahaha ... maafkan aku , tapi aku


tidak ingin kehilangan prisil “ kata ku yakin


 


“ dan kau lex adalah orang pertama yang


aku beri tahu masalah ini . “ kata ku dengan serius


 


“ bagai mana dengan ayah ibu .” tanya


alex yang tak kalah serius


 


“ setelah dari sini aku akan menemui


ayah ibu untuk membicarakannya “ jelasku pada alex


 


“ kalau begitu pergilah temui ayah ibu


secepatnya . “ perintah alex


 


“ dan kau tidak ingin menemaniku bertemu


ayah dan ibu “ tanya ku pada alex


 


“ tidak , aku harus bersiap , kau tau


aku harus mengurus bisnis di luar negeri . “ jawab alex


 


“ tidak bisakah kau tunda dulu sampai


pernikahan ku ? “ pinta ku pada alex


 


Alex hanya diam dan memalingkan mukanya


dan melanjudkan persiapannya , aku tetp memandangalex dengan wajah sedih , alex


yang melihatnya juga memberi tatapan mata yang sedih .


 


“ segera lah temui ayah ibu , “  perintah alex denan suara yang lembut


 


“ akan ku selesaikan bisnis ku secepat mungkin lalu


menghadiri pernikahan mu . “ lanjud alex pelan tapi masih bisa ku dengar


 


“ sungguh ?, kau harus datang , karena


kau yang akan mendampingiku “ jawab ku senang mendengar rencana alex


 


“ kalau begitu aku akan kembali ke


mansion menemui ayah dan ibu  , “ pamit ku pada alex

__ADS_1


Alex hanya terdiam , aku memeluknya


sejenak dan bergegas menuju  mansion wijaya


__ADS_2