melepaskan

melepaskan
Bab 69


__ADS_3

*****


Pagi pun menjelang , prisil terbangun


dari tidurnya dan melihat alex yang masih


tertidur pulas , prisil bangkit dan duduk di samping


alex mengecek kembali suhu badab alex dan ternyata suhu


badannya telah kembali normal .


 


 


prisil pum membereskan kompresnya dan bergegas


untuk mandi . di saat prisil selesai mandi dan membuka


pintu kamar mandi , prisil  melihat alex sudah bangun


terduduk di kasur


“ selamat pagi prisil “ kata alex lembut


 


“ selamat pagi juga alex “jawab prisil


dengan senyumnya


 


“ bagaimana keadaan mu “ tanya prisil


sembari merias sedikit wajahnya di meja


riasnya dan sesekali menatap alex dari


balik pantulan cermin


 


 


“ sudah lebih baik berkat dirimu yang


mengompres semalaman , terimakasih dokter ku  “


jawab alex  dengan senyum paling manisnya


 


 


“ hahaha tidak perlu seperti itu . semua


itu sudah menjadi kewajiban ku bukan sebagai istri mu “


jawab prisil


 


 


“ oke aku akan ke bawah untuk membuatkan


mu sarapan , dan sementara aku memasak kau


akan di temani oleh jhonny “ jelas prisil dan beranjak


keluar dari kamarnya dan ternyata di depan kamar sudah ada


jhonny


“ selamat pagi nyonya “ sapa jhonny


 


“ selamat pagi juga  jhonny . sekarang kau


bisa menemaninya di dalam alex sudah bangun “

__ADS_1


jelas prisil pada jhonny .


Jhonny hanya menganggukkan kepala dan


masuk kedalam kamar , dan prisil berlalu


menuju dapur . dan di saat prisil


sampai di dapur prisili lupa untuk


bertanya pada alex hari ini ingin makan apa


 


 


 


. prisil pun kembali menuju kamarnya ,


dan saat prisil akan membuka pintu


kamarnya tangannya terhenti kerena


mendengar namanya di sebut oleh jhonny


prisil pun mendengarkan obrolan jhonny dan alex


“ percayalah tuan bahwa nyonya prisil


hanya membutuhkan waktu saja  .”


kata jhonny


 


 


“ aku melihat prisil masih memakai


liontin dari bastian , dan tidak memakai


gelang pemberian ku “ jelas alex


 


di hati prisil . karena di hatinya hanya


untuk bastian “ jelas alex


 


 


“ tuan tidak boleh berpikir seperti itu


, tuan telah menyukai nyonya  prisil


sejak pertama bertemu nyonya prisil “


kata jhonny .


 


 


“ aku mencoba melupakannya saat dia akan


menikah dengan bastian tapi pada akhirnya


itu semua semakin membuat ku cinta


padanya . “ kata alex yang mulai frustasi


 


 


 


“ bahkan sataku menyaksikan bastian


melamarnya , hati ku hancur dan memilih

__ADS_1


untuk menghindar dari mereka dan bersembunyi


di sini “ sambungnya dengan sedih


 


 


“ aku ingin mengatakan jika aku sangat


mencintainya dari dulu tapi aku tidak memiliki


keberanian jhonny “ kata alex yang sangat sedih


 


 


“ bersabarlah tuan semua membutuhkan


waktu dan proses "  kata jhonny menguatkan alex


Setelah kesedihan itu alex mengambil


nafas panjang dan berusaha menenangkan dirinya .


tak beberapa lama alex pun merasa tenang


“ lupakan masalah ku , dan kau masih


ingat pesan ku “ kata alex yang sudah tenang


 


“ masih tuan , tuan berpesan agar jangan


sampai nona prisil masuk ke ruang kerja tuan “


kata jhonny


 


 


“ ya benar aku tidak mau prisil melihat


dan tau hal itu “ jelas alex .


 


“ kau boleh pergi jhonny , aku ingin


sendiri “ perintah alex


Jhonny pun segera keluar dari kamar


prisil , dan prisil yang tau jhonny akan keluar


prisil segera sembunyi di balik


kamar yang lain di sana .


Prisil kembali ke dapur dengan pandangan


kosong , prisil masih memikirkan apa yang


dia dengar tadi . prisil tak percaya


dengan apa yang di katakan alex tadi .


ternyata yang di katakan padaku bukan


hanya godaan untuk menghibur tapi itu dari


dalam hati alex sendiri ,


Merasa tidak bisa melanjudkan memasak


prisil memerintahkan beberapa pelayan untuk


membuat sarapan


 

__ADS_1


****


__ADS_2