
*****
Pagi pun menjelang , prisil terbangun
dari tidurnya dan melihat alex yang masih
tertidur pulas , prisil bangkit dan duduk di samping
alex mengecek kembali suhu badab alex dan ternyata suhu
badannya telah kembali normal .
prisil pum membereskan kompresnya dan bergegas
untuk mandi . di saat prisil selesai mandi dan membuka
pintu kamar mandi , prisil melihat alex sudah bangun
terduduk di kasur
“ selamat pagi prisil “ kata alex lembut
“ selamat pagi juga alex “jawab prisil
dengan senyumnya
“ bagaimana keadaan mu “ tanya prisil
sembari merias sedikit wajahnya di meja
riasnya dan sesekali menatap alex dari
balik pantulan cermin
“ sudah lebih baik berkat dirimu yang
mengompres semalaman , terimakasih dokter ku “
jawab alex dengan senyum paling manisnya
“ hahaha tidak perlu seperti itu . semua
itu sudah menjadi kewajiban ku bukan sebagai istri mu “
jawab prisil
“ oke aku akan ke bawah untuk membuatkan
mu sarapan , dan sementara aku memasak kau
akan di temani oleh jhonny “ jelas prisil dan beranjak
keluar dari kamarnya dan ternyata di depan kamar sudah ada
jhonny
“ selamat pagi nyonya “ sapa jhonny
“ selamat pagi juga jhonny . sekarang kau
bisa menemaninya di dalam alex sudah bangun “
__ADS_1
jelas prisil pada jhonny .
Jhonny hanya menganggukkan kepala dan
masuk kedalam kamar , dan prisil berlalu
menuju dapur . dan di saat prisil
sampai di dapur prisili lupa untuk
bertanya pada alex hari ini ingin makan apa
. prisil pun kembali menuju kamarnya ,
dan saat prisil akan membuka pintu
kamarnya tangannya terhenti kerena
mendengar namanya di sebut oleh jhonny
prisil pun mendengarkan obrolan jhonny dan alex
“ percayalah tuan bahwa nyonya prisil
hanya membutuhkan waktu saja .”
kata jhonny
“ aku melihat prisil masih memakai
liontin dari bastian , dan tidak memakai
gelang pemberian ku “ jelas alex
di hati prisil . karena di hatinya hanya
untuk bastian “ jelas alex
“ tuan tidak boleh berpikir seperti itu
, tuan telah menyukai nyonya prisil
sejak pertama bertemu nyonya prisil “
kata jhonny .
“ aku mencoba melupakannya saat dia akan
menikah dengan bastian tapi pada akhirnya
itu semua semakin membuat ku cinta
padanya . “ kata alex yang mulai frustasi
“ bahkan sataku menyaksikan bastian
melamarnya , hati ku hancur dan memilih
__ADS_1
untuk menghindar dari mereka dan bersembunyi
di sini “ sambungnya dengan sedih
“ aku ingin mengatakan jika aku sangat
mencintainya dari dulu tapi aku tidak memiliki
keberanian jhonny “ kata alex yang sangat sedih
“ bersabarlah tuan semua membutuhkan
waktu dan proses " kata jhonny menguatkan alex
Setelah kesedihan itu alex mengambil
nafas panjang dan berusaha menenangkan dirinya .
tak beberapa lama alex pun merasa tenang
“ lupakan masalah ku , dan kau masih
ingat pesan ku “ kata alex yang sudah tenang
“ masih tuan , tuan berpesan agar jangan
sampai nona prisil masuk ke ruang kerja tuan “
kata jhonny
“ ya benar aku tidak mau prisil melihat
dan tau hal itu “ jelas alex .
“ kau boleh pergi jhonny , aku ingin
sendiri “ perintah alex
Jhonny pun segera keluar dari kamar
prisil , dan prisil yang tau jhonny akan keluar
prisil segera sembunyi di balik
kamar yang lain di sana .
Prisil kembali ke dapur dengan pandangan
kosong , prisil masih memikirkan apa yang
dia dengar tadi . prisil tak percaya
dengan apa yang di katakan alex tadi .
ternyata yang di katakan padaku bukan
hanya godaan untuk menghibur tapi itu dari
dalam hati alex sendiri ,
Merasa tidak bisa melanjudkan memasak
prisil memerintahkan beberapa pelayan untuk
membuat sarapan
__ADS_1
****