
“aku tidak bisa membawa mereka untuk pergi bersama ku
karena umur mereka belum cukup untuk sebuah penerbangan “
jelas alex lagi
“kau tenang saja aku akan mengawasi si kembar dengan baik “
jawab bastian menyakinkan alex
“aku percaya kepada mu “jawab alex yang sedikit tenang
******
Jam menunjukan larut malam prisil sedang berada di kamar
si kembar memastikan jika mereka telah nyaman berada
di ranjang mereka .
alex pun masuk dan mengecek keadaan anak mereka
“apa mereka sudah tidur kembali “tanya alex
“ya mereka sudah tertidur kembali setelah ku
beri asi dan mengganti popok mereka “ jelas prisil
“baguslah jika seperti itu , oya mari ke kamar ada
yang ini aku katakan pada mu “ kata alex
“baiklah pergilah terlebih dahulu aku akan menyusul mu “
jawab prisil .
Alex pun keluar dari kamar si kembar secara perlahan agar
tidak mengganggu tidut anak – anaknya . alex pun segera
menuju kamar mereka dan menunggu prisil di balkon kamar
mereka dengan membawa beberapa kotak kecil di sampingnya ,
tak lama prisil pun masuk dan duduk di sebelah alex
“apa yang ingin kau bicara kan dengan ku alex ,
sepertinya sangat penting “
kata prisil membuka pembicaraan
“aku akan kembali keparis besok , untuk mengurus beberapa
pekerjaan di sana “kata alex , dan prisil masih diam
mendengarkan perkatan alex
“tidak lama hanya beberapa hari saja paling lama seminggu ,
aku juga tidak sendiri aku akan pergi dengan jhonny “
jelasnnya lagi .
“pergilah jika itu penting , aku akan menjaga anak – anak kita
dengan baik “
jawab prisil lembut dan dengan senyuman yang salalu terukir
di wajahnnya
__ADS_1
“percayalah aku akan menjaga anak – anak dengan baik selama
kau pergi “ lanjud prisil meyakinkan alex karena prisil melihat
raut wajah kawatir di wajah alex
“aku percaya pada mu sayang hanya saja aku tidak pernah
jauh dari kalian saja . “kata alex yang mulai sedih
“tetaplah bersama dengan bastian selama aku tidak ada ,
dan ingat pesan ku jauhi vero sebisa mungkin , jauhkan dia
dari si kembar , kau mengerti sayang “ pesan alex pada prisil
“tentu alex aku akan mengingat pesan mu pada ku “
jawab prisil lembut
“jangan kawatir dan cepatlah kembali “
lanjutnya dan menggenggam lembut tangan
alex agar dia tenang .
Alex hanya bisa menghembuskan nafas berat agar
kekawatirannya berkurang , dia pun meraih kotak - kota
yang ada di meja dan memberikannya pada prisil .
“oya aku ingin memberikan ini untuk mu dan anak – anak “
kata alex sembari memberikan beberapa kotak untuk prisil
“apa ini alex ?”tanya prisil bingung
kata alex dengan senyumnya
Prisil pun membuka satu persatu kotak yang di berikan
oleh alex padanya . setelah di buka prisil melihat sebuah
kalung inisial .
prisil pun merasa bingung dan menatap ke arah alex
meminta penjelasan , alex pun yang mengerti pun
tersenyum dan menjelaskan satu persatu yang ada
di dalam kotak tersebut
“ini adalah kalung inisial nama anak – anak kita sayang ,
aku memesannya di paris beberapa hari lalu dan jhonny
membawanya untuk ku “ kata alex
“yang pertama adalah kalung ini sial A yang artinya Adya
anak pertama kita , jika kau balik kalung ini akan ada
nama kita berdua sebagai orang tua adya dan juga ada
nama adya , begitu pula yang lain R untuk Raymond ,
dan K untuk Kalila , “jelas alex pada prisil
“ Kalung ini aku pesan kusus untuk anak - anak kita prisil “
__ADS_1
tambah alex
“kalau 2 gelang ini apa alex “tanya prisil bingung
“gelang ini untuk mu dan aku , gelang detak jantung
yang jika di balik akan ada nama ku dan dirimu .
karena bagiku kau adalah detak jantung ku prisil ,
tanpa mu aku bisa mati “
jelas alex lagi sembari memakaikan gelang itu
pada tangan prisil
“kau slalu bisa membuat ku melayang dengan rayuan - rayuan
mu alex “jawab prisil sembari tertawa
“aku tidak merayumu sayang aku serius “
kata alex meyakinkan tetapi prisil hanya tertawa kecil
mendengarnya dan membuat alex sedikit mengambek .
melihat itu prisil meraih tangan alex dan memakaikan
gelang yang satu lagi di pergelangan tangan alex
“kau juga segalanya bagi ku alex tanpa kau aku juga
akan mati “
kata prisil lembut dan membuat senyum manis alex
kembali terukir di wajahnya .
alex pun memeluk prisil dan mengecup mesra kepala prisil ,
sedangkan prisil mengeratkan pelukannya pada alex
“baiklah segeralah istirahat dan aku akan menyiapkan
kebutuhanmu selama di sana “kata prisil dan bangkit dari duduknya
“kau pasti akan mengambil jadwal penerbangan pagi bukan “
kata prisil kembali sembari menatap alex
“ya sayang , kau sangat mengerti diriku “kata alex senang
dan takjuk karena prisil sangat mengerti dirinya dan
kebiasaan - kebiasaan yang sering dia lakukan
“tentu karena aku istri mu “
jawab prisil sembari membalikan
badannya menghadap alex
Alex hanya tersenyum bahagia mendengar jawaban itu
dari prisil , alex pun bergegas unuk beristirahat begitupula
prisil setelah menyiapkan semua keperluan suaminya
prisil juga pergi untuk tidur .
*****
__ADS_1