melepaskan

melepaskan
Episode 158


__ADS_3

“aku tidak bisa membawa mereka untuk pergi bersama ku


karena umur mereka belum cukup untuk sebuah penerbangan “


jelas alex lagi


“kau tenang saja aku akan mengawasi si kembar dengan baik “


jawab bastian menyakinkan alex


“aku percaya kepada mu “jawab alex yang sedikit tenang


******


Jam menunjukan larut malam prisil sedang berada di kamar


si kembar memastikan jika mereka telah nyaman berada


di ranjang mereka .


alex pun masuk dan mengecek keadaan anak mereka


“apa mereka sudah tidur kembali “tanya alex


“ya mereka sudah tertidur kembali setelah ku


beri asi dan mengganti popok mereka “ jelas prisil


“baguslah jika seperti itu , oya mari ke kamar ada


yang ini aku katakan pada mu “ kata alex


“baiklah pergilah terlebih dahulu aku akan menyusul mu “


jawab prisil .


Alex pun keluar dari kamar si kembar secara perlahan agar


tidak mengganggu tidut anak – anaknya . alex pun segera


menuju kamar mereka dan menunggu prisil di balkon kamar


mereka dengan membawa beberapa kotak kecil di sampingnya ,


tak lama prisil pun masuk dan duduk di sebelah alex


“apa yang ingin kau bicara kan dengan ku alex ,


sepertinya sangat penting “


kata prisil membuka pembicaraan


“aku akan kembali keparis besok , untuk mengurus beberapa


pekerjaan di sana “kata alex , dan prisil masih diam


mendengarkan perkatan alex


“tidak lama hanya beberapa hari saja paling lama seminggu ,


aku juga tidak sendiri aku akan pergi dengan jhonny “


jelasnnya lagi .


“pergilah jika itu penting , aku akan menjaga anak – anak kita


dengan baik “


jawab prisil lembut dan dengan senyuman yang salalu terukir


di wajahnnya

__ADS_1


“percayalah aku akan menjaga anak – anak dengan baik selama


kau pergi “ lanjud prisil meyakinkan alex karena prisil melihat


raut wajah kawatir di wajah alex


“aku percaya pada mu sayang hanya saja aku tidak pernah


jauh dari kalian saja . “kata alex yang mulai sedih


“tetaplah bersama dengan bastian selama aku tidak ada ,


dan ingat pesan ku jauhi vero sebisa mungkin , jauhkan dia


dari si kembar , kau mengerti sayang “ pesan alex pada prisil


“tentu alex aku akan mengingat pesan mu pada ku “


jawab prisil lembut


“jangan kawatir dan cepatlah kembali “


lanjutnya dan menggenggam lembut tangan


alex agar dia tenang .


Alex hanya bisa menghembuskan nafas berat agar


kekawatirannya berkurang , dia pun meraih kotak - kota


yang ada di meja dan memberikannya pada prisil .


“oya aku ingin memberikan ini untuk mu dan anak – anak “


kata alex sembari memberikan beberapa kotak untuk prisil


“apa ini alex ?”tanya prisil bingung


kata alex dengan senyumnya


Prisil pun membuka satu persatu kotak yang di berikan


oleh alex padanya . setelah di buka prisil melihat sebuah


kalung inisial .


prisil pun merasa bingung dan menatap ke arah alex


meminta penjelasan , alex pun yang mengerti pun


tersenyum dan menjelaskan satu persatu yang ada


di dalam kotak tersebut


“ini adalah kalung inisial nama anak – anak kita sayang ,


aku memesannya di paris beberapa hari lalu dan jhonny


membawanya untuk ku “ kata alex


“yang pertama adalah kalung ini sial A yang artinya Adya


anak pertama kita , jika kau balik kalung ini akan ada


nama kita berdua sebagai orang tua adya dan juga ada


nama adya , begitu pula yang lain R untuk Raymond ,


dan K untuk Kalila , “jelas alex pada prisil


“ Kalung ini aku pesan kusus untuk anak - anak kita prisil “

__ADS_1


tambah alex


“kalau 2 gelang ini apa alex “tanya prisil bingung


“gelang ini untuk mu dan aku , gelang detak jantung


yang jika di balik akan ada nama ku dan dirimu .


karena bagiku kau adalah detak jantung ku prisil ,


tanpa mu aku bisa mati “


jelas alex lagi sembari memakaikan gelang itu


pada tangan prisil


“kau slalu bisa membuat ku melayang dengan rayuan - rayuan


mu alex “jawab prisil sembari tertawa


“aku tidak merayumu sayang aku serius “


kata alex meyakinkan tetapi prisil hanya tertawa kecil


mendengarnya dan membuat alex sedikit mengambek .


melihat itu prisil meraih tangan alex dan memakaikan


gelang yang satu lagi di pergelangan tangan alex


“kau juga segalanya bagi ku alex tanpa kau aku juga


akan mati “


kata prisil lembut dan membuat senyum manis alex


kembali terukir di wajahnya .


alex pun memeluk prisil dan mengecup mesra kepala prisil ,


sedangkan prisil mengeratkan pelukannya pada alex


“baiklah segeralah istirahat dan aku akan menyiapkan


kebutuhanmu selama di sana “kata prisil dan bangkit dari duduknya


“kau pasti akan mengambil jadwal penerbangan pagi bukan “


kata prisil kembali sembari menatap alex


“ya sayang , kau sangat mengerti diriku “kata alex senang


dan takjuk karena prisil sangat mengerti dirinya dan


kebiasaan - kebiasaan yang sering dia lakukan


“tentu karena aku istri mu “


jawab prisil sembari membalikan


badannya menghadap alex


Alex hanya tersenyum bahagia mendengar jawaban itu


dari prisil , alex pun bergegas unuk beristirahat begitupula


prisil setelah menyiapkan semua keperluan suaminya


prisil juga pergi untuk tidur .


*****

__ADS_1


__ADS_2